Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Jawabnya ada di ujung langit

"Islam itu sudah saklek (tetap, sempurna), sedangkan ilmu pengetahuan itu masih berkembang. Jadi misal ada ilmu pengetahuan yang dirasa tidak cocok dengan ajaran Islam, maka yang salah bisa jadi pemahaman kita terhadap ilmu agama kita, atau ilmu pengetahuan kita yang masih belum sampai di situ" Kira-kira seperti itu kata seseorang yang saya lupa siapa, ketika ditanya yang saya lupa apa, di Masjid Manarul Ilmi ITS awal kuliah dulu. Dan kepercayaan itu yang saya anut, yang saya jadikan pegangan ketika hati terbolak balik oleh logika dan ilmu pengetahuan yang terbatas ini. Sebaiknya kita percaya, Sami'na wa atho'na, ada sebuah jawaban di sana yang belum kita tahu. Jika sebuah ibadah itu rumit, maka ada hikmah dibaliknya maka bersabarlah atas ibadah itu. Jika sebuah ibadah itu sederhana, maka ada hikmah dibaliknya maka janganlah ditambah dengan perkara-perkara lain. Allah adalah sebaik-baik perencana. "Kamu pasti sempat mengalami masa-masa down ketika menjalankan akt...

Hikmah dari Merauke [3]

Gambar
Gereja Katolik, Gereja Protestan, difoto dari tempat wudhu Masjid Hari Selasa, hari pertama kalinya ke Universitas Musamus. Kesan pertamanya: Universitas ini guede banget. Cuma masih banyak tanah yang kosong dan gedung yang sedang di bangun. Yakinlah, 5-10 tahun lagi Universitas ini bisa kelihatan keren banget. Salah satunya dari beberapa bangunan yang sedang dibangung, yang menarik adalah tiga gedung yang berada di sisi Universitas ini. Ketiga gedung tersebut adalah Gereja Katolik, Gereja Protestan, dan Masjid yang dibangun berdekatan. Untuk kedua Gerejanya belum bisa ditempati namun untuk lantai 1 Masjid sudah bisa digunakan untuk Sholat berjama'ah. Rasanya adem banget, setelah di Jawa diributkan dengan kehebohan pejabat yang melecehkan Agama, dan sikap beberapa oknum yang malah menginjak-injak roti, di sini bisa dapet cerita lain tentang bagaimana itu toleransi beragama :) --Catatan seputar toleransi beragama-- Sedikit intermezzo tentang sikapku dalam makna toleransi be...

Yang susah dari mencari ilmu

Yang susah dari mencari ilmu itu ketika kita sudah tahu sebagian. Di saat itu kita bakal diuji untuk tetap rendah hati, tidak sombong, tidak merendahkan orang lain, dan di lain sisi kita tetap harus semangat belajar. Jangan sampai gara-gara ilmu sebagian itu kita jadi sudah merasa cukup ngerti untuk berbicara layaknya penuh ilmu, atau merendahkan semuanya bahkan yang sebenarnya lebih berilmu. Hati-hati, ilmu layaknya air, hanya mengalir ke hati yang rendah --- catatan ingatan dari kajian beberapa tahun silam, renungan bersama untuk kita semua, termasuk saya khususnya

Apakah kamu menjadi budak dunia?

Gambar
Sebuah pertanyaan yang bikin merenung dalem tiap lagi penat sama kesibukan yang macem-macem. Terus biasanya mulai dari keinget video di bawah ini: Terus kata-kata Yudha, "Kalau kamu banting tulang dari pagi sampai malem, dengan niatan untuk menabung, untuk memudahkan kamu menikah, untuk menafkahi keluargamu, maka insyaAllah itu kebaikan" Terus juga, "Kalau kamu pernah berdoa ingin bermanfaat bagi orang lain. Mungkin kesibukan ini adalah salah satu jawaban doamu. Niatkan untuk itu" Terus, "Sambil tarik nafas, terus dzikir kalau ada waktu luang, biar tenang biar plong" Kadang itu nenangin banget, tapi toh kita gak pernah tahu kesibukan kita itu adalah awal kebaikan atau sebenarnya cobaan karena kelalaian kita, na'udzubillah . Tapi yang bisa kita coba adalah berdoa semoga kita diselamatkan dari kesibukan yang sia-sia, dan terus ngerenungin pertanyaan yang cuma bisa kita sendiri yang jawab, "Apakah kamu telah menjadi budak dunia?"

Kenyataannya, Tak Sekadar Percakapan

Tadi siang baru pertama kali denger Pak Sri Mulyana ngisi khotbah Jum'at, dan ada sepatah kata dari beliau yg cukup bisa jadi renungan bersama "Aku belum sempet puasa syawal nih", "hoo, kalau aku udah di awal bulan kemarin",... Nah, apa maksudnya bilang "aku udah di awal bulan kemarin"? Kenapa dia bilang gitu? Hati-hati dengan niatnya! Bener memang, kadang itu yang mesti buat renungan, aku, kamu, siapapun, apa maksud dari setiap ucapan kita, tulisan kita, apapun. Apakah sudah bener niatnya? wallahua'lam, menjaga niat termasuk berat, semoga Allah menguatkan kita, dan kita juga mesti terus memperbaikinya

Ud'unii Astajib lakum

Gambar
diambil dari Muslim Designer Community Akhir-akhir ini ngerasa ajaib aja, takjub dengan gimana cara Allah membalas sebuah doa. Begitu ndak disangka-sangka, dan seakan mengecilkan kita begitu lemahnya kita dalam berencana dibandingkan dengan ketika Allah telah berencana. Jadi di hari jumat yang mulia ini saya mau berpesan, Berdoalah, InsyaAllah akan terkabul, bahkan ketika kita merasa sudah tidak ada jalan lain. Berdoalah, InsyaAllah akan diperoleh yang terbaik, bahkan ketika kita mengira apa yang kita pilih sudah yang terbaik. Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Ghafir : 60) " Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi ...

Ramadhan 1437H: Pak Dedik

#Postingan ini sebagian ditulis di 10 malam terakhir ramadhan kemarin. #Dibuang sayang. Dua hari ini karena tuntutan kerja yang membutuhkan internet tanpa kuota, akhirnya bikin milih untuk kabur dari rumah ke Wifi Corner di kantor Telkom deket UNESA. Ada yang menarik di tempat ini, yaitu Masjid Telkom-nya (gak merhatiin nama masjidnya), Jadi setiap habis dzuhur berjamaah nanti ada khatib buat ceramah (bukan kultum, karna ceramahnya bisa sampe setengah jam lebih .-.), terus nanti habis ashar ada ngaji bareng gitu, imamnya baca Al-Quran pake mic terus ada petugas masjid yang membagikan Al-Quran masjid ke jama'ahnya untuk menyimak dan membaca bareng. Suatu hari setelah Ashar, sambil ngikutin bacaan imam di masjid, karena hari itu kebetulan bawa Al-Quran sendiri jadinya nyimaknya pakai Al-Quran sendiri. "Mas itu Al-Quran kecil gitu apa ndak susah bacanya ya mas?" awal pembicaraan dari Pak Dedik.  "Ya, lumayan agak capek sih pak bacanya, tapi kan lebih enteng ba...

Ramadhan 1437H : Lingkungan

Gambar
Karena kenyataannya kamu terbentuk lebih dari sekadar genetik orang tua, tapi juga semua nenek buyutmu, dan juga semua lingkungan yang telah kamu pilih Ceritanya beberapa hari lalu sempet buka bersama temen SD sekalian reunian.Ketemu temen yang udah lama banget nggak ketemu. Sempet lucu ketemu Bachtiar, temen deket semasa SD, yang sekarang walau aku udah jenggotan dan dia udah kumisan tapi pas ketemu udah berasa lupa umur bercandanya. Yang menarik dari pertemuan ini, kepolosan jaman-jaman SD itu udah nggak keliatan lagi. Udah ada yang jadi Presbem fakultasnya, udah ada yang sempet intern ke Jepang, ada yang lagi sekolah di Korea juga, ada yang mulai jalanin bisnisnya buka les-lesan, kerja di konsultasi pajak, promosiin produk kecantikan, sibuk cari beasiswa S2, skripsian, macem-macem lah. Dan rasanya gak nyangka aja kalau inget-inget gimana bentuk kita pas masih SD dan gimana bentuk kita sekarang. Jadi keinget sama kata-katanya Austin Kleon di buku Steal Like an Artist , Karen...

Ramadhan 1437H : Al-Ashr

Yang ada saat ini, orang tua lebih serius ngingetin anaknya berangkat sekolah dari pada sholat. Kalau ngingetin sekolah aja bisa berkali-kali sampe anaknya bangun terus berangkat, kalau ngingetin sholat cuma sekali habis itu dalam hati udah bilang, seenggaknya udah ngingetin, itu salah" Temanya mengupas singkat surat Al-Ashr. Yang ngisi kajian terawihnya masih mas-mas, lamaaa banget gak kayak biasanya, semua jama'ah ketunduk kepalanya. Tapi pas kalimat itu disebutin, entah aku ngerasa semua jadi noleh ke arah mimbar. Soalnya dalam hati aku juga teriak, "Weh, iya juga :|" Masya Allah, masih banyak hal sederhana dan praktis yang kita gak sadar seharusnya kita lakuin.

Sudut pandang lain tentang Startup

Kita umat Islam memang sekarang tertinggal dengan orang-orang barat sana, tapi apa dengan mempelajari teknologi kita bisa mengalahkan mereka? belum tentu, yang penting sebenarnya adalah dengan meningkatkan Iman kita. Perang Badar, bagaimana umat Islam yang hanya 314 oang memenangkan peperangan melawan kaum Quraisy yang berjumlah 1300 orang? apakah senjatanya? bukan, tapi karena Iman mereka yang sangat kuat saat itu. Begitu juga pada perang Yarmuk, kaum muslimin saat itu cuma berjumlah 10 ribuan orang melawan pasukan Romawi sebanyak ratusan ribu orang, dan kaum muslimin berhasil memenangkan karena Iman mereka juga yang kuat. Belajar teknologi juga perlu, tapi yang lebih perlu lagi itu meningkatkan Iman kita" Kira-kira seperti itulah nasihat singkat namun luar biasa dari Pak Sri Darma Krida, Ketua Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) sesaat sebelum presentasi tim BeHafidz di hadapan beliau. Selain itu, Beliau juga cerita tentang bagaimana startup kebanyak...

Khianat

Jadi baru-baru ini nemu film bagus untuk jadi bahan hiburan. Judulnya Arrow, film serial superhero dari komik DC. Filmnya bagus, ceritanya keren gitu, dan gak saru . (Barusan nonton 13 episode dan kalaupun ada adegan ciuman biasanya langsung bisa diskip karena mesti diawali dengan awalan yang "jelas" dan bukan adegan penting dari alur ceritanya) Dan di episode akhir-akhir ini dapet sebuah hikmah yang menarik untuk jadi bahan renungan. (bukan spoiler) Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tahu orang yang kamu percayai dengan sepenuh hati ternyata berkhianat? Ketika orang yang kamu rela berkorban untuknya ternyata adalah pembohong? Apa yang akan kamu lakukan? marah? minta kejelasan? terus gimana kalau  misal kamu tahu pengkhianatannya secara diam-diam? misalnya kalau zaman sekarang karena gak sengaja mbaca smsnya, mbaca chatnya, atau karena gak sengaja aja ngelihat atau nguping pembicaraannya? apa yang akan kamu lakukan? Masihkah kita akan berprasangka baik? jelas bakal...

Sejenak Sebelum Makan

Ceritanya pagi ini sedang nemenin makan pagi pembinaan olimpiade bareng siswa dari SMA Negeri 3 Batam. Model pembinaan kami emang cukup beda, karena pembina, panitia, dan peserta akan duduk bersama dalam satu meja ketika makan. Jadi bisa bercanda dan mengenal satu sama lain. Namanya Yossie, siswi yang ikut pembinaan bidang geografi ini berhasil ciptain renungan sendiri. Aku perhatiin dia setiap mau makan nundukin kepala dan khusyuk berdoa, dia non-muslim. Aku gak tahu apa yang diucapin karena bibirnya tertutup rapat, tapi aku yakin dia berdoa, karena melihat matanya yang terpejam dan tangannya yang menggenggam khusyuk sebagaimana cara berdoanya orang nasrani. Tidak perlu waktu lama dia berdoa, kira-kira 8-10 detik saja. tapi waktu sesingkat itu udah jadi pukulan buat kita yang langsung menyuapkan makanannya. Dalam Islam, doa sebelum makan yang dianjurkan adalah dengan menyebut asma Allah, "Bismillah," bahkan tanpa perlu embel-embel "Arrohmaanirrahiim." Sedangk...

Hei Aku Butuh Saran

Gambar
Jadi insyaAllah aku berniat ambil S2, setelah hampir 4 tahun menggeluti bidang komputer di Ilmu Komputer UGM. Terus malem ini kepikiran dengan dua pilihan yang bikin galau, galau bangetzz malah (pake 'z' dua kali). Jadi butuh kalian untuk minta saran (aku harap kalian tentukan pilihan jawaban kalian sebelum baca penjelasanku di bawahnya): 1. Kuliah S2 di Universitas ****  swasta gak terkenal yang juga mahal tapi di bidang komputer 2. Kuliah S2 di Harvard dengan beasiswa full tapi di bidang akutansi *** Bingung? sama. Sebenernya itu adalah analogi dari pernyataan yang lagi rame akhir-akhir ini: "Mending Milih Pemimpin Non-Muslim Tapi Adil dari pada Pemimpin Muslim Tapi Koruptor" Mohon maaf, tapi aku langsung meragukan pemikiran seseorang yang dengan mudah menyatakan pernyataan tersebut terkhusus untuk kasus terhangat pemilihan gubernur yang mayoritas warganya muslim. Emang semua muslim (termasuk dirimu) di situ koruptor semua? Emangnya tahu dari man...

Do You Remember?

Gambar
ceritanya nemu ini di 9gag, terus kebayang, langsung tutup 9gag, IYKWIM

Tentang Masa Depan

Kalau bicara masa depan yang indah, pikiran kita tidak bisa lepas dari pekerjaan yang layak, yang berarti kita harus belajar saat ini; kehidupan yang bercukupan, yang berarti kita harus kerja keras hari ini; keluarga yang bisa mengademkan hati, menabung untuk kebutuhan anak-orang tua, pergi haji, dan sebagainya, dan sebagainya. Kadang kita lupa tentang masa depan yang harusnya lebih kita pikirkan, kehidupan akhirat. Kadang kita disibukkan oleh misi-misi menuju visi dunia, dan lupa dengan misi-misi menuju visi akhirat. Dengan rela mengambil harta haram untuk kebutuhan "masa depan", dengan rela melalaikan agama demi belajar untuk "masa depan", dan sebagainya, dan sebagainya. lalu jadi inget sebuah hadits, Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang A...

Sholat saya cenderung lama loh

Kata Pak Rifqi pas lagi mau jadi imam sholat maghrib kemarin lusa. Terus dalam hati aku jadi inget, dulu pernah ngerasain sholat terawih di Masjid Mujahidin di Surabaya sana. Sholatnya lamaaa banget, satu rokaatnya kira-kira setengah jam. Sholat sampai gak fokus pas itu, udah gitu sholat terawihnya juga pas tengah malem. Akhirnya pas beberapa waktu kemudian diajak temen sholat ke sana lagi, aku nolak. Alasannya ya itu, sholatnya jadi malah gak bisa fokus, kebawa ngantuk dan capek. Terus jawaban salah seorang yang ngajak pas itu, pas ndenger jawabanku, "Ya itu karena kita belum bisa mahami apa yang dibaca imam, ayo semangat belajar bahasa Arab, perbanyak hafalan Qur'annya jadi suatu saat kita bisa nikmatin sholat di sana" #jleb

Sepasang Cita-Cita

Gambar
Banyak kisah luar biasa dari para pendahulu yang kadang bikin melting ketika melihat endingnya. Kalau mendengar kisah-kisah itu lagi gak pernah bosen. Kalau Christopher Nolan dan David Fincher cuma bisa mewujudkan kisah-kisahnya di balik layar kaca, maka seharusnya kita bangga berada di pijakan yang sama dengan para pendahulu yang punya cerita luar biasa. Video dibawah adalah salah satu kisah menarik yang aku dapat baru-baru ini, kisah ini bener-bener baru aku denger, dan sama seperti yang lain, kisah ini tetep bikin haru. Sebuah kisah menarik tentang sepasang cita-cita, ketika seorang suami dan istri memiliki cita-cita dan pandangn hidup yang sama, maka hal luar biasapun bisa terjadi:

Keep Calm

Akhir-akhir ini gak tahu kenapa sering banget dapet dua kutipan ini, yang pertama adalah hadits tentang anjuran untuk tidak terlalu nggetu mengejar dunia, “Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya) “ [HR. Ahmad (5/183)] dan beberapa kutipan kata-kata bijak lain yang senada dengan, "Jangan terlalu sering melihat ke atas, coba lihat ke bawah, kamu mesti lebih bersyukur" dua kutipan tadi kalau diinget bisa agak nenangin hati akhir-akhir ini

Menjelang Ramadhan

Akhir-akhir ini sering liat ambulan lewat depan kampus, beberapa kali dengar ada orang yang meninggal di kampung, beberapa teman bahkan mesti ninggalin kuliah demi ikut melayat saudaranya yang meninggal. Padahal pas itu Ramadhan kurang beberapa hari saja... Ternyata kematian bisa lebih deket dari Ramadhan, Mutusin harapan bisa ketemu walau cuma beberapa hari lagi, Sebaiknya lebih sering berdoa bisa berjumpa Ramadhan walau tinggal 1-2 hari lagi...

Udah Juni, Ramadhan is Coming..

Gambar
Pemanasan semangatin diri menjelang Ramadhan Jadi yang unik di kampus ku ini, lebih rame yang deg-degan karena KKN bentar lagi, ketimbang yang inget Ramadhan gak nyampe sebulan lagi. Jangan sampai tahun ini fail, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Dan sungguh benar-benar rugi seseorang yang masuk ke dalam Ramadhan, lalu berlalu Ramadhan tersebut, tetapi dia tidak diampuni dosanya." [HR. Tirmidzi] Trivia: Kalau diinget-inget setahun ini gak mbikin islamic art sama sekali :( *ngapain aja selama ini