Hikmah dari Merauke [3]

Gereja Katolik, Gereja Protestan, difoto dari tempat wudhu Masjid
Hari Selasa, hari pertama kalinya ke Universitas Musamus. Kesan pertamanya: Universitas ini guede banget. Cuma masih banyak tanah yang kosong dan gedung yang sedang di bangun. Yakinlah, 5-10 tahun lagi Universitas ini bisa kelihatan keren banget.

Salah satunya dari beberapa bangunan yang sedang dibangung, yang menarik adalah tiga gedung yang berada di sisi Universitas ini. Ketiga gedung tersebut adalah Gereja Katolik, Gereja Protestan, dan Masjid yang dibangun berdekatan. Untuk kedua Gerejanya belum bisa ditempati namun untuk lantai 1 Masjid sudah bisa digunakan untuk Sholat berjama'ah. Rasanya adem banget, setelah di Jawa diributkan dengan kehebohan pejabat yang melecehkan Agama, dan sikap beberapa oknum yang malah menginjak-injak roti, di sini bisa dapet cerita lain tentang bagaimana itu toleransi beragama :)

--Catatan seputar toleransi beragama--
Sedikit intermezzo tentang sikapku dalam makna toleransi beragama. Toleransi beragama artinya saling menghormati antar-agama, tanpa sampai menyalahi syariat agama itu sendiri.

Dalam Islam, berinteraksi, bekerja sama dengan non-muslim, adalah contoh toleransi beragama. Tidak mengganggu ketika mereka ibadah juga salah satunya. Namun, hati-hati, dalam Islam "mengucapkan selamat" tidak dihitung toleransi karena sudah menyalahi syariat agama. Hal ini sudah otonomi agama Islam, urusan agama lain mempersilahkan mengucapkan selamat ke perayaan agama lain itu kembali ke otonomi agamayna sendiri,

Mudahnya, bayangin kenapa di Islam harus sholat 5 kali sehari sedangkan di Kristen hanya 1 kali seminggu, Kita tidak perlu mempertanyakan bukan? atau malah mengatakan "Kita seharusnya toleransi dengan mengurangi ibadah kita"(?)

Bacaan lain seputar toleransi:
https://buletin.muslim.or.id/aqidah/toleransi-terhadap-non-muslim-dan-batasannya

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat