Belum Pernah di SMAN 5 Surabaya

Akhir-akhir ini kondisi SMAN 5 Surabaya sedang luar biasa...
entah ini hanya perasaanku atau memang kenyataan...
Mungkin efek dari motivasi-motivasi 2 hari ini membakar lemak jenuh dan malas setiap individunya,,,
Pembicaraan tentang "Siapa yang berani Jujur ketika UNAS?"
kayaknya lagi hot treat di sekolah ini...
Aku kaget ketika di tanya siapa yang siap jujur ketika UNAS...
dan mungkin sekitar 100 anak mengacungkan tangan...
jauh berbeda ketika SMP dulu...

tiba-tiba teringat dengan puisi karya Taufiq Ismail...
judulnya "Refleksi Seorang Pejuang Tua"

Tentara rakyat telah melucuti Kebatilan
Setelah mereka menyimak deru sejarah
Dalam regu perkasa mulailah melangkah
Karena perjuangan pada hari-hari ini
Adalah perjuangan dari kalbu yang murni
Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya
Kecuali dua puluh tahun yang lalu


Mahasiswa telah meninggalkan ruang-kuliahnya
Pelajar muda berlarian ke jalan-jalan raya
Mereka kembali menyeru-nyeru Nama kau, Kemerdekaan
Seperti dua puluh tahun yang lalu


Spiral sejarah telah mengantarkan kita
Pada titik ini
Tak ada seorang pun tiran
Sanggup di tengah jalan mengangkat tangan
Dan berseru: Berhenti!


Tidak ada. Dan kalau pun ada
Tidak bisa


Karena perjuangan pada hari-hari ini
Adalah perjuangan dimulai dari sunyi
Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya
Kecuali duapuluh tahun yang lalu.


1966

Bertemu puisi itu ketika Bu Maskinah, meminta ku untuk mengubah puisi menjadi prosa...
Puisi bermakna sebuah perjuangan...
sebuah perjuangan yang luar biasa..
yang begitu erat dan kokoh..
begitu berani dan bersemangat...

kita lima kita satu
untuk menghadapi UNAS 2012...

belum pernah kesatuan terasa begini eratnya...
begitu bangga menjadi smalane

"Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa." [HR. Tirmidzi, no. 2518, Hasan Shahih]

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat