Puzzling

Akhir-akhir ini saya nemu hobi yang agak nggak biasa:

Ngamatin Puzzling Stack Exchange (SE)

Apa itu puzzling stack exchange? kalau ada yang pernah mampir StackOverflow, sebuah situs Question-Answer (QA) tentang seputar permasalahan IT. Puzzling SE itu situs QA mirip StackOverflow yang isinya seseorang ngepost puzzle dan orang lain coba untuk menjawab. Di sini kalian bisa berperan jadi si pembuat puzzle ataupun si penjawab puzzle.

Awalnya cuma iseng lihat-lihat, sampai saya inget sebuah puzzle yang cukup mindblowing dan buat saya mulai tertarik dengan puzzling SE:

Odd-looking circle

Saat saya baca soal dan jawabannya saya cuma bisa "wow ._. keren ya", dan sejak itu saya mulai buat akun di sana walau tidak seberapa aktif.

Terus yang bikin saya tertarik dengan puzzling SE adalah saya merasa puzzling SE itu kumpulan orang-orang yang punya cara berpikir menarik.Ccoba perhatikan dan baca dengan teliti dulu sebelum lihat jawabannya:

This is not a spam post

Pas saya lihat  jawabannya reaksi saya lebih heboh lagi "ada ya orang yang punya cara berpikir gitu" Bener-bener keren.


Dan hari ini saya menyelesaikan puzzle saya
Menyelesaikan bukan hanya berarti membuat, tapi melempar ke forum puzzling dan menjawab pertanyaan-pertanyaan klarifikasi, menyiapkan hint, hingga akhirnya salah seorang berhasil menjawab puzzle tersebut. Puzzle saya mungkin tidak terlalu bagus (bahkan mungkin sebagian orang tidak menyukainya karena jawabannya jauh lebih sederhana dari ekspektasi) tapi saya sangat senang bisa melihat hasilnya :)

I shouldn't have asked him

Puzzle ini saya buat selama berhari-hari perjalanan Klaten-Jogja, ya di jalan, di atas motor. Sesampai di kantor saya minta waktu kurang lebih 30 menit untuk merapikan dan mulai melempar ke forum sebagai puzzle (serius) pertama saya.

Setelah puzzle ini selesai, ada dua kesan yang saya dapatkan:

Grammar saya jelas masih kacau balau, tapi saya jadi banyak belajar untuk berdialog dalam bahasa inggris lebih intens. Dengan bahasa yang lebih sehari-hari dan mudah dipahami.

Kesan lainnya adalah meningkatnya rasa kagum saya pada potensi berpikir manusia. Saya sangat kagum melihat betapa hebatnya perbedaan jawaban tiap orang di sana. Dengan sudut pandang yang bisa jadi sangat mengejutkan berbeda mereka mencoba menyelesaikan puzzle-puzzle yang ada (coba perhatikan ragam jawaban pada puzzle saya! saya rasa jawaban mereka jauh lebih bagus)

Melihat keragaman jawaban dan bagaimana manusia bekerja sama untuk memecahkan masalah dalam sebuah miniatur forum QA sederhana benar-benar menarik! seolah mengatakan "Seandainya semua orang bekerja sama dan menggunakan potensi pikiran mereka, maka permasalahan yang sangat unik pun dapat terselesaikan"

Dan melihat keseruan itu mungkin saya akan mencoba untuk membuat puzzle lainnya. Ya.. walau mungkin kualitasnya masih belum semenarik puzzle lainnya, walau mungkin akan dapat banyak "downvote" tapi setidaknya ini bisa menjadi hiburan tersendiri bagi saya di kala luang :)

---

Catatan lain tentang kesan setelah aktif di puzzling:
.__. saya kaget ternyata istri saya cukup jago menjawab puzzle-puzzle di sana

Pengalaman: Buat Surat Pindah, KK, KTP,

Malam ini mau cerita singkat pengalaman yang cukup panjang untuk akhirnya meresmikan diri sebagai warga Klaten. Yups pagi ini saya resmi punya KTP Klaten. Dan jadi mulai bener-bener kerasa menjadi warga yang seutuhnya dengan tanggung jawab yang juga seutuhnya.

Saya buat post ini juga sebagai rasa terima kasih saya ke orang-orang yang telah sharing pengalamannya di internet, walau banyak yang beda tapi sudah sangat memberi wawasan saya. terima kasih! (walau lupa link mana aja yang membantu)

Kasus:
Saya buat KTP Klaten ini karena istri saya orang Klaten. Yang bikin seru di pengalaman membuat KTP ini adalah kasus saya yang sudah komplikasi, apa itu? Jadi tujuan utama saya adalah mendapat KTP Klaten (Jawa Tengah) dengan latar belakang saya adalah warga Surabaya (Jawa Timur) dengan kondisi KTP Surabaya saya sudah hilang cukup lama (sekitar 2-3 bulan).

Jadi kalau ada orang yang bingung gimana cara ngurus surat pindah, gimana cara buat KTP baru, atau mengurus KTP hilang. saya menggabungkan gimana cara bikin KTP baru sekaligus pindah dengan KTP lama yang hilang ._.

Catatan: KTP lama saya di sini sudah KTP elektronik

Kalau mau jawaban singkat:
Iintinya urus KK pindah dulu, lalu urus KTP baru di kota tujuan, kalau diminta KTP lama kasih surat hilang.

Cerita Lengkap

Langkah pertama saya dimulai dengan mengurus surat hilang KTP, surat hilang kepolisian biasanya dibuat di lokasi daerah tempat hilangnya. Gratis. Jangan lupa fotocopy cukup banyak karena walau saya lupa tepatnya, tapi nanti akan diminta beberapa kali. Surat hilang yang asli jangan diberikan ke siapapun sampai ada yang minta "yang asli"

Di Surabaya
Selanjutnya pergi ke Surabaya untuk mengurus "surat pindah pergi" jadi surat pindah itu ternyata ada 2 istilah, pindah pergi dari lokasi awal dan pindah datang di lokasi yang dituju. Untuk mengurus surat pindah pergi lumayan harus keliling, minta surat pengantar dari RT-RW-Kelurahan lalu di bawa Kecamatan.

Di tingkat RT-RW Waktu itu yang saya ingat perlu disiapkan adalah KK, baik KK asal ataupun KK tujuan, waktu itu saya bawa KK Surabaya asli dan KK Klaten fotocopy. KK Surabaya asli ini diminta karena perlu ada penghapusan nama saya di KK keluarga saya di Surabaya. Bawa juga Fotocopy buku nikah yang dilegalisir (kemarin sempat lupa dan sudah bikin panik saya dan istri luar biasa, katanya Bu RT sih nanti diminta di tingkat kelurahan, tapi ternyata kemarin tidak diminta). Jangan lupa juga KTP lama, kalau KTP hilang gunakan surat hilang dan fotocopy KTP lama kalau ada. Pengalaman ini bisa selesai pas weekend di Surabaya, Sabtu ke RT, Minggu ke RW.

Di tingkat Kelurahan nanti kita bakal diminta isi formulir yang lumayan panjang, bawa berkas dari RT-RW, dokumen KK dan lainnya karena juga akan dicek. Kata Bu RT harusnya di tingkat ini juga diminta fotocopy legalisr surat nikah, tapi kemarin entah kenapa kok tidak. Kalau di Surabaya harus antri pagi, lumayan lama di sini, efek butuh tanda tangan Bu Lurah yang juga sibuk pas itu (Waktu itu hari Senin dari jam 8-11)

Di tingkat Kecamatan nanti dicek lagi berkasnya lalu tinggal ngumpulin semuanya. Kalau di Surabaya, level paling atas urus-urus berkas penduduk di tingkat Kecamatan, kayaknya aturan baru, jadi tidak perlu ke dinas kependudukan tingkat Kota. Setelah itu kita akan disuruh tunggu 1 mingguan untuk mendapat Surat keterangan pindah dari pemkot Surabaya. Surat keterangan itu bisa diambil oleh siapapun yang punya bukti pengambilan (tidak harus orangnya)

Lanjut ke Klaten
Di Klaten pengurusan surat Pindah datang mulai dari tingkat Desa, jadi ke kantor Kepala desa dulu, bener-bener cepet proses di sini karena nggak perlu antri-antri. Tinggal kasih berkas aja. Nanti dibuatin formulir / disuruh ngisi sebagian formulir sama petugas Desanya. Jangan lupa di kota tujuan ini kita bawa juga berkas KK asli tempat tujuan. Jadi kemarin bawa KK keluarga istri. Nah di saat ini juga adalah saat yang tepat untuk perbaikan data, misal perbaikan nama (nama saya ada yang salah di KTP lama), penambahan gelar (kalau perlu), dan pengubahan status. Ceritain lengkap ke Ibu-ibu petugasnya. Jangan lupa bawa fotocopy ijazah terakhir asli untuk nunjukin data terbaru.

Setelah itu ke tingkat Kecamatan, wah ini juga sepi banget jadi nggak pakai antri, bahkan udah profesional banget rasanya, ada front officenya tinggal kasih tahu maunya apa dan berkasnya dikasih semua. Nanti dikasih pengantar dan dokumen-dokumen lain untuk diajukan ke tingkat Kabupaten.
 
Di tingkat Kabupaten ini kita fokus ke "Pembuatan KK baru" jadi ikutin alur di sana, kalau diminta KTP lama bilang KTP hilang dan serahkan surat hilang polisi, kalau nggak salah di sini cukup banyak minta dokumen aslinya. Di sini juga jangan lupa ceritain lagi perubahan-perubahan data yang perlu diperbaiki. Kalau kemarin di Klaten gak perlu antri lama. KK akan jadi kira-kira 3-4 hari kemudian.

Yeay, alhamdulillah KK sudah jadi! setelah ambil KK langkah selanjutnya adalah urus KTP. Untuk urus KTP hilang syaratnya adalah fotocopy KK baru, materai 6000, dan surat hilang kepolisian (boleh fotocopy). Tinggal submit, antri (lumayan lama, sekitar 1 jaman) dan sehari sudah jadi (bisa diambil sorenya tapi saya baru ambil tadi, keren juga ya E-KTP ini). Data di KTP yang baru seharusnya sudah disesuaikan dengan terbaru misalnya nama, gelar, pekerjaan, alamat dsb. Tapi kalau mau ganti foto beda lagi alurnya (sedang berusaha ngurus yang ini, mohon doanya ya!).

Dan alhamdulillah.. jadi deh KTP Klaten saya, perjuangan yang lumayan seru dan menguji tenaga, pikiran, dan hati (fyuh!) tapi kalau dipikir lagi, sebenernya ini baru awal perjuangan yang sesungguhnya kan?

Romantisme Wisuda 2.0

Kemarin alhamdulillah adalah hari Wisuda kedua bagi saya selama ini. Jujur saja, proses menuju wisuda kedua ini terasa berbeda dengan yang pertama. Dengan prosesi sidang tesis beberapa kali, saran penguji yang tidak bisa saya pahami, sampai tanda tangan yudisium yang tidak terhitung jumlahnya dan menyebabkan saya beberapa kali harus keliling kampus izin kerja.

Tapi ketika hari H datang,
tidak ada rasa yang saya rasakan,
selain bahagia.

Berkumpulnya keluarga, orang tua, adik-adik, dan istri saya tercinta, jadi momen tersendiri di hari itu. Ini wisuda pertama saya bersama istri, dan hal-hal paling bahagia banyak diberikan oleh istri saya saat itu. Sampai ketika perjalanan pulang yang saya pikirkan adalah, apakah saya bisa membalas kebahagiaan yang luar biasa dia berikan ini di wisudanya nanti?

Siapa yang tidak tersentuh hatinya dengan sebuket bunga dengan ucapan selamat yang mengenang..



Ditambah rekaman video ucapan selamat yang dikirimkan ketika saya masih menunggu di dalam GSP..

atau hadiah-hadiah yang tampak sederhana tapi sebenarnya sangat saya sukai (misalnya bakpia mutiara aneka rasa :9)

 
Mungkin momen ini akan pudar seiring berjalan waktu, saya akan lupa dengan warna pakaiannya, apa saja bahan pembicaraannya, bagaimana rasa makanannya atau konflik-konflik yang hadir karena rasa lelah datang. Tetapi saya akan terus mengenang Wisuda pascasarjana 19 April 2018 sebagai hari yang sangat menyenangkan bagi saya. Foto-foto yang banyak terekam walau tidak harus ke foto studio, akan menjadi bukti kenangan yang manis dan indah untuk diceritakan ke anak-anak kita nanti

Terima kasih ya istriku :)
terima kasih juga ayah, mama, dan adik-adik :)

Sudah setahun bersamamu, Na

Rochana & Rian, digambar dalam kurang dari 2 menit

Dan ini adalah post pertama di tahun ini,
"tidak nyangka", cuma itu yang bisa diucapkan
takdir Allah tak ada yang bisa menebak,
hanya bersyukur berdoa semoga segalanya yang terbaik,

Sudah beragam cerita terjadi setahun ini,
bukan dari film atau komik, tapi dari kehidupan baru ini,
serunya perjalanan, diskusi, cerita, tawa, dan sedih

Semoga Allah terus menjaga aku, kamu, kita berdua

Mimpi ibuku beberapa tahun lalu

Dulu pas masih kecil, ibu sering cerita bermimpi dengan latar ketika ibu sedang SMA atau kuliah. Dulu gak seberapa nanggapin, kesannya ya cuma cerita aja.

Sekarang, setelah momen belajar bareng itu sudah terlewat, dan mulai menjalani hidup baru, jadi kepikiran masa-masa itu emang indah buat dikenang. Masa-masa kita suka duka bareng menghadapi UAS. Lelah bareng menyelesaikan amanah. Ketawa bareng mengisi sore. Sekarang sudah beda rasanya.

Aku gak bilang masa sekarang kalah indah dengan yang dulu, tapi masa dulu itu masa yang indah.

Kepingin juga bermimpi balik ke masa-masa itu. Karena cuma disitu kenangan bisa hidup lagi kan?

*ditulis di pagi setelah malam perpisahan dengan orang yang dulu sering nggojekin, ngajarin, nasehatin. Dulu kita gila bareng, sampai akhirnya menempuh hidup baru di tahun yang sama.

Mood Seorang Part Timer

Beberapa minggu ini bisa dibilang minggu-minggu yang menguji "mood" banget. Kenapa? saya sendiri seorang part timer, part timer di banyak tempat. Kalau boleh di list, kesibukan saya yang sudah berjalan satu semester ini di mulai dari bantuin temen-temen di startup, ngajar juga di lab, ambil tesis, dan desainin brosur-brosur atau kaos bimbel.

Dan setelah jalan, salah satu hikmah dari kebanyakan kegiatan ini adalah saya harus pandai-pandai melakukan "mood management". Entah itu istilah yang ada atau tepat atau tidak, tapi jujur hal itu berasa krusial ketika kita kerja part time di banyak tempat.

Contohnya, pas sedang ada yang eror di Tesis yang bikin statusnya langsung masuk Siaga 3. Panik. Eh, tiba-tiba waktu menunjukkan pukul 13, artinya waktunya ngajar di lab. Udah, harus di-pause dulu paniknya, perbaiki mood biar semangat dan ceria, langsung ngajar ketemu siswa-siwanya.

Begitu juga kalau misal pas lagi mode "ngoding" (walau ndak ngoding juga) di startup terus habis itu ada deadline desain brosur beserta cetak-mencetaknya moodnya harus pindah dengan cepat, kalau ndak bisa molor waktu pengerjaan di salah satunya. Jadi kurang semangat ngerjain apa-apanya, dan sebagainya.

Jujur saja ini suatu yang baru banget untuk dihadapi, dan saya harap bisa jadi bahan pertimbangan bagi teman-teman yang mau part time nantinya khususnya dengan tema yang beda-beda. Sudah siapkah menghadapi ujian "mood" ini?

5 Bulan

Malem ini tiba-tiba keinget blog ini yang udah lama banget ditinggal sejak menikah. Entah, walau mengiyakan kata-kata Tohir bahwa menikah membawa banyak inspirasi, tapi rasanya menceritakannya ke luar jadi enggak semudah biasanya.

Bukan karena enggak ada waktu juga, atau jadi sulit bercerita. Cuman, menuangkan pikiranku langsung ke seseorang yang selalu mau mendengarkan walaupun sedang repot masak telur di dapur, itu rasanya lebih melegakan. Dan kadang memunculkan rasa sudah berhasil "Post" sebuah artikel :)

Gimana kalau coba cerita kesan-kesan setelah menikah?
Hmm.. kalau penasaran sih tanya langsung aja, bukan tipe cerita di depan umum apalagi topik seperti ini. Takut disalahartikan.

Disalahartikan bagaimana? Satu sisi bagi kita, mungkin kisah-kisah setelah nikah seperti itu jadi bisa diambil sebuah hikmah, sebuah pengalaman yang berharga dan bermanfaat. Tapi aku kadang juga kebayang sebuah sisi lain di mana orang lain bisa jadi menganggap pernikahan yang diceritakan merupakan pernikahan yang "ideal", yang "seharusnya", yang "beruntung", atau sejenisnya.

Dan takutku ketika mereka masuk ke dunia pernikahan, dan menemukan perbedaan cerita dari artikel yang mereka baca, mereka merasa berada pada pernikahan yang "tidak ideal", yang "tidak seharusnya", yang "tidak beruntung", atau sejenisnya. Padahalkan pernikahan itu cerita hidup kita yang tidak perlu dibanding-bandingkan, ibarat rizqi seseorang, semua ada jatah cukupnya, ada jatah lebihnya, tinggal bagaimana kita bisa bersyukur.


**

Pikiran di tengah malam sambil belajar-belajar, kayaknya mau coba aktifin nulis-nulis lagi setelah ini :/

Sahabat