Hobi

Hari ini ketemu sama mas-mas usia 30-an dengan baju pegawai lengkap dan muka capek di masjid sebuah bank. Enggak tahu masnya itu pegawai bank itu atau bukan, tapi yang jelas mas ini lagi istirahat sepulang kerja.

Setelah sholat, sambil istirahat jadi merhatiin mas-masnya yang masih duduk serius nulis-nulis di kertas. Awalnya aku ngira, "wah mas ini mesti banyak pikiran ya sempet-sempetnya ngerjain kerjaan di sini". Tapi pas berdiri dan jalan lewat di depan masnya, ternyata mas-mas ini bukan nulis.. dia sedang sibuk menggambar! iya menggambarnya pun bukan cuma sekedar gambar di kertas coret-coret buku tulis, karena yang jadi media gambarnya adalah sebuah sketchbook. Sayangnya karena mata agak minus jadi gak tahu persis apa yang dia gambar tapi yang kelihatan mas itu lagi serius menikmati proses mensketch sesuatu yang mirip karakter orang.

Aku jadi inget kata-kata dari beberapa buku "kreativitas" yang intinya menganjurkan seseorang untuk punya hobi. Karena di rutinitas kesibukan dunia kerja, hobi akan menjadi penyelamat penghibur kita. Dan hobi pun tidak harus mahal, jalan kaki keliling kompleks atau duduk-duduk di pinggir jalan mengamati orang itu hobi, menggambar pun juga.

Dan yang jadi pikiranku selanjutnya teringet dari kata-katanya Baskoro yang bercerita tentang "cinta" di bit.ly/kamupantasbahagia (barusan cek linknya dan ternyata artikelnya sudah update dari dulu yang cuma bentuk ppt). Ketika kita mau memulai untuk hidup "bahagia" dengan seseorang, kita harus sudah bisa menemukan kebahagiaan ketika kita sendiri. Sehingga nantinya ketika kita bersama, kita tidak menuntut untuk diberi "kebahagiaan" tapi fokus memberi "kebahagiaan". Ya, dan memiliki hobi yang positif adalah salah satu cara untuk menciptakan "kebahagiaan" ketika sendiri :)

Apakah kamu menjadi budak dunia?

Sebuah pertanyaan yang bikin merenung dalem tiap lagi penat sama kesibukan yang macem-macem. Terus biasanya mulai dari keinget video di bawah ini:


Terus kata-kata Yudha, "Kalau kamu banting tulang dari pagi sampai malem, dengan niatan untuk menabung, untuk memudahkan kamu menikah, untuk menafkahi keluargamu, maka insyaAllah itu kebaikan"

Terus juga, "Kalau kamu pernah berdoa ingin bermanfaat bagi orang lain. Mungkin kesibukan ini adalah salah satu jawaban doamu. Niatkan untuk itu"

Terus, "Sambil tarik nafas, terus dzikir kalau ada waktu luang, biar tenang biar plong"

Kadang itu nenangin banget, tapi toh kita gak pernah tahu kesibukan kita itu adalah awal kebaikan atau sebenarnya cobaan karena kelalaian kita, na'udzubillah. Tapi yang bisa kita coba adalah berdoa semoga kita diselamatkan dari kesibukan yang sia-sia, dan terus ngerenungin pertanyaan yang cuma bisa kita sendiri yang jawab, "Apakah kamu telah menjadi budak dunia?"


Sahabat