Sudut pandang lain tentang Startup

Kita umat Islam memang sekarang tertinggal dengan orang-orang barat sana, tapi apa dengan mempelajari teknologi kita bisa mengalahkan mereka? belum tentu, yang penting sebenarnya adalah dengan meningkatkan Iman kita. Perang Badar, bagaimana umat Islam yang hanya 314 oang memenangkan peperangan melawan kaum Quraisy yang berjumlah 1300 orang? apakah senjatanya? bukan, tapi karena Iman mereka yang sangat kuat saat itu. Begitu juga pada perang Yarmuk, kaum muslimin saat itu cuma berjumlah 10 ribuan orang melawan pasukan Romawi sebanyak ratusan ribu orang, dan kaum muslimin berhasil memenangkan karena Iman mereka juga yang kuat. Belajar teknologi juga perlu, tapi yang lebih perlu lagi itu meningkatkan Iman kita"

Kira-kira seperti itulah nasihat singkat namun luar biasa dari Pak Sri Darma Krida, Ketua Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) sesaat sebelum presentasi tim BeHafidz di hadapan beliau.

Selain itu, Beliau juga cerita tentang bagaimana startup kebanyakan yang ada saat ini berorientasi dengan uang dan dunia. Yang berakibat jadi ambisi yang buruk dan bisa sampai menghalalkan cara-cara yang kotor. Ada startup yang rela menerima dana dari bank, yang jelas itu dana kotor, dan malah ada startup yang jelas-jelas memainkan uang dengan cara yang riba dengan alasan bisnis. Naudzu billahi min dzalik.

Dan setelah diskusi dengan Widardi menjelang berbuka tadi jadi kepikiran, Iya juga, kalau kita orientasinya nyari uang, ya kita akan terus merasa kurang, tapi kalau orientasi kita memenuhi kebutuhan bisa jadi lebih cukup. Rizki dikit yang penting barakah itu lebih baik dari pada rizki banyak tapi ndak barakah.

Sudut pandang lain yang menarik banget tentang bisnis Startup yang lagi ngehits saat ini.

3 pembicara:

Fitri Hasanah Amhar said...

yaan sering2 nulis ginian dong :v

Rian Adam said...

ya doain aja biar bisa sering2 nulis ginian *ini "ginian" yang mana toh

Fitri Hasanah Amhar said...

Haha bngung desktipsiinya aku juga yan :v

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat