Ramadhan 1437H : Al-Ashr

Yang ada saat ini, orang tua lebih serius ngingetin anaknya berangkat sekolah dari pada sholat. Kalau ngingetin sekolah aja bisa berkali-kali sampe anaknya bangun terus berangkat, kalau ngingetin sholat cuma sekali habis itu dalam hati udah bilang, seenggaknya udah ngingetin, itu salah"
Temanya mengupas singkat surat Al-Ashr. Yang ngisi kajian terawihnya masih mas-mas, lamaaa banget gak kayak biasanya, semua jama'ah ketunduk kepalanya. Tapi pas kalimat itu disebutin, entah aku ngerasa semua jadi noleh ke arah mimbar. Soalnya dalam hati aku juga teriak, "Weh, iya juga :|"

Masya Allah, masih banyak hal sederhana dan praktis yang kita gak sadar seharusnya kita lakuin.

Sudut pandang lain tentang Startup

Kita umat Islam memang sekarang tertinggal dengan orang-orang barat sana, tapi apa dengan mempelajari teknologi kita bisa mengalahkan mereka? belum tentu, yang penting sebenarnya adalah dengan meningkatkan Iman kita. Perang Badar, bagaimana umat Islam yang hanya 314 oang memenangkan peperangan melawan kaum Quraisy yang berjumlah 1300 orang? apakah senjatanya? bukan, tapi karena Iman mereka yang sangat kuat saat itu. Begitu juga pada perang Yarmuk, kaum muslimin saat itu cuma berjumlah 10 ribuan orang melawan pasukan Romawi sebanyak ratusan ribu orang, dan kaum muslimin berhasil memenangkan karena Iman mereka juga yang kuat. Belajar teknologi juga perlu, tapi yang lebih perlu lagi itu meningkatkan Iman kita"

Kira-kira seperti itulah nasihat singkat namun luar biasa dari Pak Sri Darma Krida, Ketua Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) sesaat sebelum presentasi tim BeHafidz di hadapan beliau.

Selain itu, Beliau juga cerita tentang bagaimana startup kebanyakan yang ada saat ini berorientasi dengan uang dan dunia. Yang berakibat jadi ambisi yang buruk dan bisa sampai menghalalkan cara-cara yang kotor. Ada startup yang rela menerima dana dari bank, yang jelas itu dana kotor, dan malah ada startup yang jelas-jelas memainkan uang dengan cara yang riba dengan alasan bisnis. Naudzu billahi min dzalik.

Dan setelah diskusi dengan Widardi menjelang berbuka tadi jadi kepikiran, Iya juga, kalau kita orientasinya nyari uang, ya kita akan terus merasa kurang, tapi kalau orientasi kita memenuhi kebutuhan bisa jadi lebih cukup. Rizki dikit yang penting barakah itu lebih baik dari pada rizki banyak tapi ndak barakah.

Sudut pandang lain yang menarik banget tentang bisnis Startup yang lagi ngehits saat ini.

Bukamata dari Bukalapak

Kemarin malam minggu saya diajak makan malam oleh mbak-mbak gak kayak malam minggu biasanya yang diajakin bapak-bapak (Pak Anif, dkk.). Bukan makan malam biasa sih tapi juga bukan makan malam romantis :v cuma itu undangan makan malam karena sorenya alhamdulillah aku dan empat temenku berhasil juara Bukalapak Progamming Contest (BLPC) regional Jogja-Jateng. Iya bisa ditebak, mbak-mbak itu panitia dari Bukalapak :v

Makan malemnya selain kita berlima yang juara lomba juga semeja bareng empat anggota dari Bukalapak. Setelah kepo aku tahu ada Mas Nuc, CTO Bukalapak, Mas Gema, Head of Human Capitalnya, terus ada Mas Hadi Saloko, programmer dan kayaknya tim repotnya BLPC juga dan Mbak Nida tim recruitment yang juga seksi repotnya BLPC.

Dan sambil ditengah-tengah ngobrol, ada obrolan menarik yang aku kutip dan sebnernya inti dari post ini, adalah sepatah kata dari Mas Nuc, kira-kira gini.

Kalau jadi dosen di Indonesia khususnya di bidang IT aku lihat risetnya masih bisa kalah sama programmer-programmer industri. Kenapa? karena kalau jadi dosen di Indonesia itu banyak hal-hal yang bisa menghalangi kamu nantinya untuk riset. Belum lagi nanti karena gajinya kecil akhirnya jadi proyekan ujung-ujungnya. Sedangkan kalau di industri karena kita bersaing, kalau kita tidak pakai teknologi terbaru kita akan kalah. Jadinya malah harus terus belajar.

Beda lagi kalau dosen di luar negeri. Kalau di luar negeri jadi dosen itu risetnya jalan, selain itu dosen-dosen sana cukup update dengan teknologi terbaru. Saya inget pernah ketemu dosen tua di luar negeri masih tahu fitur terbarunya Android Studio"

Hm... Gimana?
Mungkin ada yang kepikiran, ah itu kan bahan promosi atau recruiting jadi jangan dipercaya,
tapi kalau aku pribadi sih, ngerasa itu bener loh dari yang aku lihat selama kuliah ini. Tapi setelah ndenger itu bukannya malah pingin tertarik jadi programmer Bukalapak malah tambah pingin jadi dosen :v Malah kepikiran, ada sistem yang perlu diperbaiki bukan?

Semoga Allah ta'ala menguatkan dan memberi pilihan terbaik.

Sahabat