Devil Wears Prada

Inget kata-kata dari mas itu,
"Mengenal orang itu emang bagus, tapi kalau kenal terlalu dalem kamu bakal kenal dan tahu buruknya dia"

Jadi ceritanya aku kaget setengah mati hari ini,
ada seorang yang dihormati di kalangannya,
disegani,
bahkan dijadikan teladan,
tapi pas aku ngobrol secara privat dengannya ternyata ...

aku gak nyangka di dunia di mana sinetron udah bisa ngasih banyak contoh perilaku yang buruk, ternyata masih ada orang yang tidak sadar melakukannya

mungkin kah ini yang disebut-sebut efek kerasnya kenyataan?
yang berbeda dari yang kita pelajari semasa sekolah?

Semoga Allah melindungi kita dan kerabat kita dari kerasnya kenyataan ini

Aktualisasi Diri

A : "Wah kamu bikin aplikasi android?"
B : "Iya, hehe" *sambil malu-malu
A : "Kamu kan bukan prodi komputer, ngapain juga belajar susah bikin ginian"
B : "Iya, soalnya aku dapet amanah di divisi media XXXX jadi mesti belajar"
A : "Hmmm.."

Bikin aplikasi android, itu gak segampang gambar di paint :| tapi dia bela-belain belajar gara-gara amanah yang sudah terlanjur dateng, salut, dan buat renungan bersama... kita gimana yang sudah dapet amanah? sudah belajar memaksa diri sejauh apa?

Contagious

Selepas UTS yang entah kenapa rasanya lebih berat dari UTS-UTS sebelumnya (mungkin karena UTS kali ini aku lebih belajar :/) nyempetin mampir ke toko buku pagi tadi. Biasa, lihat-lihat cover buku sama nyari judul yang menarik untuk di beli.

Aku jadi inget, pernah beli buku liburan kemarin di Togamas di Surabaya, buku ini gak aku temuin di Jogja dan baru ketemu tadi pagi di Gramedia deket UGM. Judulnya Contagious

credits: lageneralista.com
Di internet gak berhasil nemu yang cover Indonesia


jujur, ini buku paling menarik yang pernah aku baca.
Dengan sekitar 300 halaman yang ada sedikit gambar-gambarnya, harganya aku beli sekitar 60ribuan, sebenarnya inti dari buku ini simpel : bagaimana sebuah produk bisa menyebar.

Tapi yang bikin keren adalah bagaimana penulis menceritakan melalui rentetan penelitian serta kisah-kisah produk yang memang berhasil terkenal. Perhatikan, ada kata 'penelitian' di sana. Kita, di buku ini bener-bener diajak menganalisis bagaimana coklat Kitkat bisa terus bertahan hingga puluhan tahun atau kenyataan bahwa sebuah sereal lebih menarik diperbincangkan ketimbang Disneyland.

Penyebaran suatu produk (atau ide) sangat diperlukan di mana pun dan gak cuma untuk para pegawai pemasaran, misalnya pemerintah juga memerlukannya dalam mengkampanyekan aturan-aturannya. Sayangnya, kebanyakan orang gagal dalam melakukan penyebaran ide. Beberapa dari mereka memang berhasil mengiklankan produk yang awalnya tidak menarik sama sekali, Blender misalnya. Tapi beberapa dari mereka malah gagal dan menciptakan efek yang terbalik, contohnya ketika pemerintah mengkampanyekan jauhi narkoba, kenyataannya itu malah membuat semakin banyak pengguna narkoba.

Tidak hanya menganalisis, buku ini juga berhasil membuat rangkuman yang cukup mudah diingat tentang bagaimanakah ciri suatu produk yang akan berhasil menyebar. Bahasanya ringan dan banyak contoh, menyenangkan. Penulis berhasil banget untuk menggoda kita membaca sampai selesai, kita seakan terus dipancing dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita terus untuk membaca sampai habis.

aku sangat merekomendasilah, monggo kalau yang mau pinjem bisa hubungi saya :)

Trivia:
ingin tahu bagaimana cara mengiklankan blender?
ada video lucu dan menarik yang dibahas di buku ini :)

Film Telanjang

Oke, judulnya suram sekali, tapi ini kenyataan. Aku adalah penikmat film sejak kelas 3 SMA walau artinya baru jalan 3 tahunan tapi udah lumayan banyak film yang aku nikmatin entah itu via bioskop berbayar, via bioskop transtv, atau via movie player classic (._. ini paling sering).

Dulu awalnya nonton itu karena pingin ningkatin frekuensi mbaca tulisan bahasa inggris melalui subtitle filmnya. Hitung-hitung belajar buat SNMPTN. Terus mulai nyadar, beberapa film itu bisa mengandung hikmah yang cukup luar biasa yang bisa jadi pelajaran.

Dan, karena keseringan nonton itu, akhir-akhir ini aku mulai menyadari kalau film-film produksi terbaru perlu diWaspadai secara lebih.

Apa maksudnya diwaspadai? ya, seperti di judul post ini, film-film terbaru banyak banget yang termasuk film yang menampilkan adegan dewasa (baca: porno). Bahkan, adegan-adegan itu bisa muncul di film-film yang kayaknya gak ada bau-baunya, ntah dari trailer, poster, atau sinopsisnya.

Di post ini aku mau ngingetin ke temen-temen penikmat film non-porno, untuk lebih hati-hati dalam memilih film, khususnya yang rilis baru-baru ini (sekitar 2012 ke atas). Selain "jebakan batman" ini bikin dosa, itu juga menurutku ngerusak kualitas filmnya -_-'. Karena itu aku kasih sedikit tips menghindari film porno ketika akan memilih film.

Paling gampang, aku saranin untuk lebih memperhatikan rating film yang mau ditonton, itu bisa cek melalui IMDb.com.

Rating PG-13 termasuk rating dari film-film yang sering kita tonton
Rating film "PG-13" itu termasuk film kategori remaja atau dewasa di film-film Indonesia, secara umum gak perlu khawatir dengan rating film ini, harusnya gak akan ada adegan-adegan porno di film ini. Tapi, adegan seperti pakaian seksi masih mungkin muncul karena standar film 'dewasa' luar negeri dan Indonesia beda banget --.

film dengan rating R
Nah, untuk film yang biasa berbau porno, itu berkategori "R". Sebenernya film dengan rating R gak selalu porno, contohnya film Saw di atas dapet rating R bukan karena adegan cewek telanjang, tapi karena adegan kekerasan yang parah (di film Saw, adegan daging tubuh tercabik itu normal kan --). Untuk film yang dapet rating R inilah kita mesti lebih waspada.

Agar lebih bisa memastikan film itu berbau porno atau nggak selain menggunakan rating kalian bisa scroll ke bawah ke bagian "Motion Picture Rating" di sana dikasih penjelasan kenapa dapet rating itu. Untuk dapet info lebih jelas tentang adegan lain di film bisa klik "see all ceritifications"


Kadang film yang judulnya, sinopsisnya, trailernya, dan posternya gak nunjukin adegan porno bisa aja punya rating R karena di dalamnya ada adegan pornonya walau sekilas.

Tapi Masih Belum Selesai!
Jebakan batman gak cuma berasal dari tulisan rating yang jarang kita tahu. Beberapa produsen film mereka membuat dua film sekaligus, Theatrical version sama Unrated Version. Theatrical itu versi yang ada ratingnya. Sedangkan yang Unrated itu nggak,

Kadang kalau kita download film di internet, misal di gahool atau indowestern, kita bisa aja kejebak dengan film yang Unrated. Dan karena film Unrated ini gak dirating jadi film yang dapet rating PG-13 di IMDb belum tentu juga punya rating yang sama di Unrated versionnya.

di IMDb film Unrated pemeberitahuannya implisit banget
Film unrated gak selamanya porno, tapi kebanyakan iya ._. jadi mesti lebih hati-hati pas mau download film. Biasanya sih kata UNRATED muncul di nama file film yang kita download, misalnya theblabla.720p.UNRATED.pengekstrak.mkv dan sebagainya

Sebelum menutup post ini (jarang-jarang nih, postku ada penutupnya), aku berharap ilmu di post ini digunakan untuk kebaikan dan mashlahat, dan mari biasakan mengecek film yang akan kita tonton, bukan cuma yang kita tonton sendiri, tapi juga yang anak-anak, saudara, keluarga, atau teman kita akan tonton.

Dan satu lagi, gak selamanya film yang baru itu lebih bagus, daripada ningkatin resiko dapet jebakan batman di film baru, mending cari film-film lama yang gak kalah bagus.

Trivia:
Post ini aku publikasikan di tanggal 5 April 2015, hari pernikahan Mas Rizki Wicaksana, pembina olimpiade komputer yang ngajarin aku tentang banyak hal, dari agama hingga algoritma, dan juga yang ngenalin tentang dunia perfilman. Barakallah.

Random tought about them

masih sama dari tahun ke tahun, tiap ketemu ...

Sahabat