Animals

nyari cover buku ini di internet susah juga :|
Inget banget, dulu pas masih kecil pernah dikasih yai (panggilan saudaranya kakek, ntah ini bahasa palembang kayake) buku gede dan tebel banget tentang binatang. Buku ini buku ensiklopedia pertama dan satu-satunya sampai saat ini yang aku punya.

Kemarin pas liburan di Surabaya, nyempetin mbongkar lemari buat nyari buku ini. Ngelihat foto-foto binatang dari Ayam yang ekornya panjang banget, jenis-jenis kuku kaki mamalia, sampai macem-macem hewan nocturnal. Ya sekalian iseng juga nakut-nakutin adikku pas bab "Reptilia" :v

Dari buku ini aku kenal dunia binatang untuk pertama kalinya,  sejak saat itu siaran tv tentang binatang di ANTV jadi lebih menarik (walau kadang takut sendiri nontonnya).

Bongkar-bongkar itu sebenernya sengaja, gara-garanya nginstall game QuizUp. Terus ikut tebak-tebakan yang bagian binatang. Nggak tahu kenapa kok ketika gak bisa jawab tiba-tiba kepikiran untuk nyari buku itu, padahal ada internet di depan mata.

Lucu ya emang, sekarang ensiklopedia "paling lengkap" udah ada di depan mata, tiap hari aku buka. tapi rasanya aku gak pernah ngerasain begitu menariknya mempelajari binatang, semenarik mempelajari mamalia yang memilki paruh bebek dari buku itu.

Trivia:
beberapa waktu lalu ditanya temen, "Rian kamu suka kupu-kupu ya kok profilnya gambar itu terus?". Dalam hati, "wats, aku suka binatang sih, tapi bukan kupu-kupu -.-". Dan setelah ngepost ini jadi nyadar, kenapa aku gak suka serangga, mungkin karena di buku itu gak ada bab serangga -.-

OmahTI

Alhamdulillah, malam ini sudah berhasil kirim LPJ OmahTI untuk segera dicetak. Gak kerasa aja udah setahun kepengurusan Himakom dan OmahTI. Mulai kenangan yang gak enak sampe yang ngangenin muncul terus pas lagi ngeditin format LPJ barusan. Hmm.. bener-bener pengalaman luar biasa.

Pas rapat pertama, jujur aku dulu kikuk banget soalnya emang gak ada anak himakom yang aku kenal, aku gak akrab sama pengurus harian mereka, entah kenapa kok rasanya butuh usaha banget untuk bisa kenal sama mereka. Bahkan setelah setahun ini rasanya aku juga masih belum akrab ._. #failed

Terus inget masa-masa buruk di sini seperti pas diwajibin mas Reza ikut Himakom berkunjung di awal tahun. "Dari OmahTI cuma kamu sendiri yan?" kata-kata itu sering banget ditanyain sama anak-anak himakom pas acara ini. Kecewa buanget, itu yang tak rasain tiap inget acara ini. Rasanya pas itu bisa kayak ditinggal sendiri walau lebih tepatnya berangkat sendiri. Perjalanan menuju jakarta itu rasanya jadi perjalanan paling panjang yang pernah tak rasain. Dan sayangnya kejadian itu juga terulang pas LDK terakhir kemarin :(

Tapi yah kalau terlalu manis juga gak asik kan, hehe, masih banyak juga kok momen-momen yang menyenangkan bareng anak-anak OTI. Seperti pas OLC ngobrol nggak karuan sambil nunggu kelasnya bubar, jalan-jalan ke pantai, ke gunung, berjuang bareng buat gemastik yang sampe tidur di warnet atau di CED atau malah namatin X-Men rame-rame, atau sekadar nonton penampilannya Dodit StandUp Comedy di sekre OTI :)).

dan ya, masih banyak lagi... nggak puas rasanya kalau diceritain lewat tulisan,
terima kasih, kalian telah buat setahun yang luar biasa :")


Dulu mbikin orang-orangnya buat presentasi first gathering, dan karena lucu juga jadi terus tak simpen.

Movie Review Compilation : Magic

Salah satu film favoritku adalah film tentang sulap. Bukan karena sulapnya, tapi film tentang sulap biasanya punya ending yang seperti sulap-sulap pada umumnya, ya, begitu magic dan apik dilihat.

Ada banyak film tentang sulap, tapi kali ini cuma mau bahas film tentang sulap yang memiliki ending sulap yang paling keren.

The Prestige (Rating IMDB : 8.5)

Mengisahkan perseteruan antara dua orang pesulap yang saling bersaing untuk mencapai ketenaran. Saling menyerang dan menjatuhkan, hingga salah satu dari mereka berhasil menunjukkan trik sulap yang luar biasa dan sulit dipecahkan dan membuat persaingan menjadi begitu buruk.

Terbaik : Di film ini akan diceritakan bagaimana pengorbanan seorang pesulap demi menyelesaikan trik-triknya, dari masalah percintaan hingga perngobanan nyawanya sendiri.

The Illusionist (Rating IMDB : 7.6)

Sama seperti sebelumnya, kali ini lagi-lagi mengisahkan perseteruan seorang pesulap, tapi bukan dengan pesulap lain melainkan dengan  seorang pangeran bangsawan karena seorang wanita yang ia cintai dan juga sikap pangeran ini yang ingin sekali menjatuhkan harga diri pesulap ini. Akan ada pertumpahan darah juga di film ini tapi gak separah film sebelumnya. Mungkin yang akan jadi pertanyaan di akhir setelah nonton adalah : Jadi pemeran utamanya ini protagonis atau  antagonis?

Terbaik : Eisenham sendirian menghadapi inspektur polisi dan putra mahkota yang tidak kalah cerdas demi wanita yang dia cintai. hmm so sweet?

Now You See Me (Rating IMDB : 7.3)

Masih cerita yang sama tentang perseteruan pesulap (ternyata jalan ketiga cerita mirip ya :/) kali ini mereka lawan polisi karena tingkah pesulapnya ini sendiri yang aneh aneh --. 4 orang pesulap jalanan yang awalnya beberapa dari mereka payah mendadak menjadi terkenal karena trik-trik luar biasa mereka yang dirancang oleh seseorang yang tidak diketahui. Pada pertunjukan spesial mereka, mereka melakukan trik-trik kontroversi yang menghebohkan dunia dan membuat polisi mengejarnya dengan merampok bank dan mencuri uang dari rekening pendananya sendiri.

Terbaik : Trik mereka ternyata sudah dirancang sejak puluhan tahun.

Kesimpulan
Menurutku yang paling keren itu the Prestige, kisah perjuangan mempertahankan sulapnya itu bener-bener keren.

I Remember

Jalan-jalan random ke toko buku, tiba-tiba ketemu dengan buku berjudul, "mengingat seperti gajah"(judul aslinya bukan itu, pakai bahasa Inggris aslinya). Aku bukan mau ngeresensi buku lagi, gak aku beli juga soalnya, bahkan buku itu gak kesentuh sama sekali. Tapi bikin inget sesuatu.

Gajah dikenal sebagai binatang dengan kemampuan mengingat yang super sekali. Kalian bisa cari bagaimana penelitian-penelitian dunia membuktikannya. Tapi aku bukan mau membahas gajah juga.

Sekilas muncul pertanyaan, gimana ya kalau seandainya kita memiliki ingatan yang sekuat gajah? atau lebih dari itu, toh kita manusia?

Mengingat masa-masa bahagia, bersama orang-orang yang kita cintai. Mengingat bagaimana senyum mereka menyapa kita. Bercanda bersama dari pagi ke pagi. Berbagi tiada akhir dari senja ke senja. Dan kamu begitu menikmatinya bahkan tak rela pulang ke rumah. Mengingat bagaimana saat itu masa bersamanya begitu indah dan membuat waktu berjalan sangat lambat.

Yang saat ini rasanya sudah seperti mimpi. Seperti mimpi begitu sekilas, samar, dan hambar. Wajah wajah yang dulu menemani sudah terlupa, hanya tersisa titik-titik yang sudah mulai tidak terhubung, suara dan senyumnya juga mulai sulit diingat. Kata-kata yang kita bagi juga sudah tak terasa.

Hanya tersisa keyakinan kecil di balik ingatan itu yang mengatakan kalau kemarin itu indah, membuat kita percaya kita memiliki ingatan-ingatan itu. Tapi, fakta-fakta pembuktian itu sudah hilang perlahan, sulit diingat, dan seperti orang yang bangun dari mimpi, beberapa dari kita memilih untuk melupakan masa-masa itu.

Sahabat