Pemain Cinta

Jadi tiba-tiba aja teringat sama sebuah penggalan lirik yang buat tertarik beberapa tahun lalu. Ya, hanya penggalan, dan baru sekarang mendapat kesempatan untuk lihat lirik keseluruhannya, ternyata ada beberapa bagiannya yang menarik:

[ Pemain Cinta - oleh Ada Band ]

...
Wahai dirimu pemain cinta
Penikmat nafsu dunia 
Walau dirimu begitu indah
Maaf kau tak pantas bagiku 
...
Eloknya parasmu rabunkan mata batinku
Ku harus berpaling meski kau memohon


Apa yang kau dambakan 
Dalam duniamu yang sungguh palsu
Terpikirkah olehmu
Untuk dapatkan cinta yang sejati

---

bagian yang "..." sengaja gak aku tampilin ._. soalnya kesannya galau abis

Stalemate

"Pada catur, raja tidak akan bisa memenangkan peperangan sendirian"
Sebuah kutipan yang aku inget dari waktu ke waktu, bikin aku inget untuk tidak sungkan meminta tolong orang lain ketika aku berposisi jadi raja dan inget untuk membantu rajaku ketika aku menjadi bidak yang lain.

Aku bukan pemain catur yang ahli, tapi ini bener-bener selalu aku camkan baik baik dalam organisasi manapun yang aku ikuti.

Sayangnya, dalam beberapa momen, kau, aku, kita, akan melihat sebuah keadaan di mana bidak-bidak peperangan dengan tenang bergerak hanya untuk membuka jalan, membiarkan sang raja bertempur sendiri, walau tahu, kasus terbaik yang akan terjadi selanjutnya hanyalah Stalemate... itu kasus terbaiknya.

Blah Blah Blah

Bingung ngisi waktu di minggu tenang, dan memutuskan untuk blogging sesuatu


Ini adalah buku paling mahal yang pernah tak beli, harganya nyaris 100ribu pas itu, tapi worth it banget buat di baca. Dan gara-gara buku ini aku jadi serius belajar mendesain powerpoint yang baik.

Selama setahun ini kegiatan yang paling aku takutin sejak awal kepengurusan adalah presentasi atau bicara di depan umum, aku bukan ahli di bidang ini. Tapi setelah mbaca buku ini, wawasanku jadi sedikit banyak bertambah, bahwa sebenarnya bicara di depan umum tidaklah jauh berbeda dengan menggambar! yap, ada seni di balik itu (bahkan pada buku ini akan dibuktikan bahwa ada rule yang jelas!).

Inti dari buku adalah bagaimana kita membuat apa yang kita bicarakan itu efektif, jelas, mengena, dan mudah dipahami. Terbagi menjadi tiga bagian besar, bagian pertama akan membahas tentang cara kita untuk mengenali pembicaraan yang tidak "blah blah blah", dilanjutkan bagaimana kata-kata bisa kita visualisasikan dalam bentuk gambar, dan di bagian terakhir akan diberi cara sederhana bagaimana menyampaikan ide yang dapat diterima secara visual dan verbal.

Memang sih, belum banyak ilmu yang berhasil aku terapkan dari buku ini gara-garanya setiap kali presentasi dikasih jadwalnya dadakan :( dan karena aku masih menggunakan Inkscape, sedikit sulit untuk menggambar dalam waktu cepat.

Tapi ada beberapa point yang bisa aku implementasikan dengan cepat dan berguna di setiap presentasi. Salah satunya sesuatu yang disebut di buku ini sebagai "Blah-Blahmeter", sebuah alat ukur untuk mengukur efektivitas sebuah kalimat dan beberapa hikmah lain dari kisah nyata yang menarik seperti bagaimana seorang pilot bicara jauh lebih efektif dari pada seorang Barrack Obama!

yah, buku yang menarik dengan ilustrasi yang lucu tentang Rubah dan Kolibri sebagai karakter utama. Berbeda dengan beberapa buku yang menjelaskan tentang presentasi yang menarik namun bukunya sendiri tidak menarik, Buku Blah blah blah karya Dan Roam ini menjelaskan tentang efektivitas berbicara dengan visual dan Dan Roam sendiri menerapkannya dalam bukunya. Coba baca, dan kalian bakalan gak bisa berhenti sampai membaca habis bukunya :)

lihat betapa menariknya, akan ada banyak ilustrasi di bukunya


Ini Karya Pertamaku...

Ini, adalah poster pertamaku menggunakan GIMP sebagai photo editor,
dan ini, mungkin adalah poster terakhirku untuk OmahTI..
sayonara...


Van Houten

Awalnya dulu dikenalin sama Dimas Bintang sama coklat ini pas SMA dulu, dan yeah, sampai sekarang coklat ini masih jadi favorit :)

Coklat Van Houten bisa dibilang termasuk sulit buat dicari, aku yakin banyak dari kalian yang nggak pernah denger namanya. Apalagi dengan serbuan merek-merek terkenal seperti Delfi dan SilverQueen. Tapi percaya atau nggak coklat ini bener-bener enak :9 khususnya yang rasa jeruk ini yang paling khas dari coklat Van Houten, kan jarang banget tuh ada coklat rasa jeruk.

Dulu pas di Surabaya mesti nungguin orang tua ngajak jalan-jalan ke mall besar biar bisa beli coklat ini. Gak mungkin aku titipin ke ortuku, soalnya pasti mereka juga gak kenal coklat ini. Dan kenyataannya gak semua supermarket ngejual coklat ini.

Pas di Jogja lihat pertama kali di Mirota Kampus, wuiih, enak nih, deket kos jadi bisa sering beli (sering di sini didefinisikan tidak seperti biasanya -- mengingat keuangan anak kos).

Coklat yang kecil harganya kalau gak salah sekitar 4000 an ukurannya mirip ukuran kitkat, tapi yang lebar. Yah, dihitung-hitung harganya lebih murah kalau dibanding SilverQueen apalagi Toblerone.

Nah, kalau yang besar harganya sekitar 11000, tapi jujur ini baru pertama kali aku ilhat versi besarnya Van Houten. Dan coba tebak aku nemu dimana? di Kopma UGM! yay, sedikit lebih deket lagi dari mirota kampus dengan antrian yang jauh lebih pendek, sekarang Kopma jualan coklat Van Houten versi besar, bisa dilihat nih fotonya.



Kayaknya aku bakalan sering ke kopma nih :9 (sekali lagi sering di sini didefinisikan tidak seperti biasanya -- mengingat keuangan anak kos).

Menunggu ...

Di tengah kesibukan Gemastik ini, teringat sama ini ...
dulu gambar ini dibuat pas lagi mau latihan nggambar objek yang lebih kompleks, badan manusia
yah, walau hasilnya gak bagus-bagus banget ><

yang terpenting, adalah
yakinkah kita benar-benar sibuk?



Romance of the Three Kingdom

2-3 hari ini dapet kesempatan lagi untuk keliling UGM. Bukan sekadar keliling tapi aku dapet kesempatan untuk ngunjungin "3 negara" yang cukup populer di telinga mahasiswa IT UGM.

Iya, ntah deh gak paham sama pemikiran UGM, tapi di sini ada 3 prodi tentang IT dimana terpisah pada 3 fakultas yang berbeda! iya 3.. fakultas... beda! (ini asal mula istilah 3 negara, karena ketiga prodi ini seharusnya merupakan 1 kesatuan yang ntah kenapa dipisah)

Ada prodi Ilmu Komputer, di fakultas MIPA, terus prodi Teknologi Informasi di fakultas Teknik, juga prodi Komputer dan Sistem Informasi di Sekolah Vokasi #weleh #weleh

Dan tentu saja disebuah perpecahan akan ada sebagian dari kami yang bermimpi menggabungkan ketiga negara ini. 1 tahun yang lalu misi ini sama-sama kita coba. Mencoba menggabungkan ketiga negara ini jadi satu kesatuan. Bersama mengumpulkan orang-orang bermimpi sama, dan mendiskusikan kelangsungan hidup 3 negara ini.

Apakah berhasil? Tidak.

Banyak problem yang rupanya masih kita temui di sini. Seperti tingkat egoisnya para penduduk negara dan pemikiran mereka yang tidak sepandangan dengan para petingginya. Juga masalah hal hal teknis seperti jarak dan kesibukan.

Dan waktu pun berlalu, tenggelam dengan otonomi negara masing-masing, gak kerasa mimpi itu udah terkubur agak dalam selama setahun gak ada yang mbangunin. Mimpi itu tertidur di hati para perindu negara-negara tersebut.

Dan 2-3 hari ini aku dapet kerjaan untuk mengunjungi ketiga negara tersebut, ketemu sama Bima dan Dayat dari Komputer dan Sistem Informasi dan Farida dari Teknologi Informasi. Siapakah mereka? tidak semua dari mereka yang merupakan pemimpin besar di negaranya, tapi mereka adalah orang-orang yang pernah duduk bersama, men-develop mimpi untuk menyatukan negara-negara ini.

Sudah lama gak ketemu, bagaimana kabar kalian? kabar negara kalian?

Dan... ya.. mendadak berasa rindu sekali dengan mimpi itu... bertemu dengan mereka bertiga membuat mimpi itu seakan terangkat lagi... menyegarkan sekaligus merindukan...  bikin ya, sedikit nostalgia...

Apalagi mengingat waktuku udah hampir habis,
Sudah semakin kecil kesempatan usaha untuk bisa melanjutakan mimpi itu,

Jadi, Akankah mimpi ini akan bangkit kembali?
Akankah mimpi ini akan masih terus diperjuangkan?
Akankah ada yang mau kembali memegang kembali mimpi ini?
Adakah?

5 Tahun


Setelah kuliah di Ilmu Komputer, aku ngerasa 5 tahun adalah umur yang lama untuk sebuah laptop tanpa batre menancap di bawahnya.

Dulu inget banget ketika dibeliin laptop ini, udah ada janji tersendiri kalau aku bakalan pake laptop ini untuk hal yang bermanfaat. Makanya aku jarang install game di laptop dan berusaha terus belajar perkara IT dengan laptop ini.

Memory : 320 GB
RAM : 1 GB
Processor : Intel Core 2 Duo 2.2 GHz

Kalau zaman ini jelas spesifikasinya sangat ndak mumpuni. Aku cuma bisa install 32 bit OS. Dan belum bisa nginstall versi terbarunya Visual Studio untuk develop aplikasi Windows Phone. Untungnya sudah pernah upgrade RAM nya jadi 3 GB jadi setidaknya sudah agak lega nangani beberapa apps terbaru.

Tapi emang dulu aku gak pernah kepikiran semua nikmat yang aku dapet ini bakalan dateng. Aku gak nyangka bakalan kuliah di bidang yang aku tertariki sejak dapet laptop. Belajar developping mobile Apps dan sebagainya.

Laptop ini jadi saksi perjalanan panjangku ke Jogja, Bandung, Jakarta.

Banyak temen yang bilang, "Udah Yan, beli laptop baru aja, biar bisa main DOTA", -- parah dikira aku bakalan mau beli laptop cuma untuk biar bisa main game, Gak Akan!

entah apapun alasannya, di keluargaku laptop masihlah barang mahal, jadi daripada beli laptop uangku mending aku tabung entah nanti buat apa. Apalagi aku belum punya alasan yang mendesak juga.

Dan ya, aku cuma bisa bilang " Kita lihat seberapa lama lagi kamu bisa bertahan :) "

Random Art

Sambil nungguin maghrib di kosan, mendadak jadi bosen sendiri
terus kepikiran untuk "nggambar aja deh"
langsung buka paint, ngelakuin renungan singkat, gambar cepat

dan...



:| lagi-lagi gak paham, kenapa muncul ide kayak gini

Blackout

Ceritanya habis baca buku Steal Like an Artist nya Austin Kleon,
terus tertarik sama konsep newspaper blackout nya,

Terus nyoba software yang aku dapet dari sini : http://erasures.org/ aku lupa tahu dari mana link ini, jadi itu plugin untuk mbikin 'blackout' di artikel internet

random buka kompas,
random pilih artikel,

dan hasilnya


:| (entah kenapa dapetnya tema yang begituan)

Rainbow Cake ^^

- Judulnya unyu banget :3 -

Siapa sih yang gak tergoda sama warna warni rainbow cake? warnanya aja udah bisa nunjukin gimana rasanya, manis, lembut, empuk...

Mata emang bisa pengaruhin indra lainnya. Anak kecil aja suka banget kan sama es-es dan jajanan lain yang dijual di pinggir jalan dengan warna warna yang menggiurkan...

Jadi gak bakal keliatan bedanya rainbow cake yang dijual dipinggir jalan sama yang dijual di toko mahal. Warna-warninya udah bikin mata gampang tergoda. Makanya rainbow cake kalau dijual dipinggir jalan bakalan tetep laku walau harganya mahal...

Tapi, ada sebagian orang 'bodoh' yang terlalu banyak 'mikir'
dia mikirin kebersihannya lah
sok mikirin rasanya lah
atau gaya-gaya merhatiin di mana dan siapa yang jual

tahu ah, mereka itu jaim atau gimana, atau emang penyakitan jadi gak mau makan di rainbow cake yang jelas-jelas enak...

Dan malah mereka memilih jajan arem-arem yang dijual di toko mungil di balik box kaca, yang menurut kita jelas gak manis, gak enak dilihat

#metafora

Pelatihan Daerah

Pelatihan Daerah Olimpiade Komputer barusan selesai, dan ada banyak cerita bersama mereka

sebenernya tahun kemarin udah ikut nemenin Pelatda, tapi rasanya biasa aja, soalnya anak-anaknya juga biasa aja :p tapi tahun ini rasanya lebih seru, ngenal beberapa tipe orang lagi yang pinter

Raihan,
Aku inget pas ketemu pertama kali sama dia, dia gak seberapa jago coding, tapi keliatan banget, kalau dia itu orang yang serius belajar, sekitar setahun lebih, dan abrakadabra, hasil kerja kerasnya keliatan banget, kalau gak ada masalah aku yakin dia bisa dapet Perunggu atau bahkan Perak! Tipe orang yang menunjukkan pelajaran besar buat aku, tentang kerja keras

Lantang,
Mirip banget sama mas dudin :3 orangnya selow tapi pinter, cuma lebih gak rajin dan gak pernah ndengerin apa kata pengajarnya -- tapi dia tetep pinter, dan juga asik anaknya ~ katanya sih pingin masuk UGM, mudah-mudahan deh keterima. Sayangnya nilainya selama pelatihan kurang stabil, kalau lagi bagus-bagusnya bisa ngalahin raihan, tapi kalau lagi jelek-jeleknya, brrr

Nikita "Swablu" dan Rizky Agung
Dua orang yang aku paling bingung gimana manggil namanya -- Erwin manggil kedua anak ini pake nama panggilan yang beda sama yang biasa aku pake, jadi rasane, ini aku salah panggil atau piye. Mereka berdua ini cepet banget belajarnya, sayang banget, mereka terlambat untuk belajar ngoding, jadi susah buat ngejar ketertinggalan sama Raihan dan Lantang, karna itu di surat kesan buat mereka berdua aku tulisin "jadilah inspirasi buat adik-adik kelasmu", biar semoga nanti adik kelas mereka bisa belajar banyak dari mereka dan jadi lebih baik

Anggi dan Dzar
Dua senior di kelas, mantan pelatda tahun lalu, tapi entah kenapa kadang raihan sama lantang bisa lebih unggul dibanding mereka berdua, tapi skill mereka cukup oke, jadi penasaran :3 siapa yang besok bakal dapet medali. Dzar itu anaknya baik, murah senyum, kalau diajarin merhatiin (entah deh itu pura-pura biar yang ngajar seneng atau gimana :p). Kalau Anggi lebih banyak diem, gak aktif nanya, tapi sekalinya nanya rasane mesti errornya aneh banget --

Wah, seru banget, bisa ngenal mereka, gak tahu deh, kesan apa yang mereka dapet dari aku,
Semoga sukses OSN nya, dan sampai jumpa lagi suatu hari nanti

Dua orang paling depan sebelah kiri itu Lantang sama Dzar,
terus dua cewek dibelakang ada Anggi sama Nikita,
dua cowok paling depan sebelah kanan itu Raihan sama Rizky Agung
UPDATE : hasil OSN nya, Lantang dapet perunggu :3

Blografi

Ngutek-ngutek Feedly, salah satu aplikasi android pertama yang terinstall di hp android pertamaku. Aplikasi ini memungkinkan kita mengambil RSS dari beragam web err.. atau bahasa gampangnya aplikasi ini bikin ikta lebih mudah untuk meng-kepo blog atau web yang pingin kita ketahui. Jadi nantinya semua post bakalan terkumpul jadi satu tempat. lihat aja screenshootnya >

Di tengah-tengah ngutek-ngutek itu aku jadi blogsurfing ke beberapa blog temen SMA ataupun kuliah. Dan setelah kepo beberapa saat dan dari beberapa blog jadi ngerasa dapet sebuah hal menarik tentang kenapa blogging.

Ya, selain dengan blogging kita bisa berbagi sesuatu hal yang menarik yang kita ketahui kepada orang banyak, kita juga bisa mengenal orang, sekaligus cara pandang, sifat, dan pemikirannya dari tulisannya. Ini sesuatu hal yang gak bisa dilakukan menggunakan twitter atau facebook yang masih banyak keterbatasan.

selain dengan blogging kita bisa berbagi sesuatu hal yang menarik yang kita ketahui kepada orang banyak, kita juga bisa mengenal orang, sekaligus cara pandang, sifat, dan pemikirannya dari tulisannya

Bahkan hal itu tidak hanya berlaku untuk orang lain, tapi juga untuk diri sendiri. Blogging, atau mungkin menulis, membuat kita mengenal alur pikiran kita, gaya, dan cara pandang kita sendiri.

Sudah usaha kok ...

Ditengah malam takbiran, jadi teringet sama status beberapa hari lalu dari adik kelasku



bener banget, ini pelajaran besar buat ramadhan kali ini, yakni PENJAGAAN

Kadang kita belajar setengah mati lalu melupakan setelah ujian selesai, menghafal setengah mati lalu hilang karena malas mengingat kembali, kita berjuang setengah mati lalu lemah karena merasa sudah berhasil.

Padahal benar katanya, "Sayang sekali kan kalau hafalan yang diperjuangkan hilang karena malas mengulang"

ya, untuk apapun, mempelajari mata pelajaran, mata kuliah, ilmu dunia, ilmu agama, atau menghafal Al-Quran pun demikian. Penjagaan itu diperlukan untuk menjaga apa yang diperjuangkan, proses dan kekuatannya, semangat dan hasilnya, semua tetap berjalan sesuai.

Taqabbalallahu minna wa minkum, Taqabbal yaa Kariim...

Ucapkan Dalam Hati

sebuah fitur yang ada pada diri manusia tapi seakan dilalaikan oleh kebanyakan orang,
kita bisa bicara dalam hati? ya kan?
-bagi Anda yang tidak tahu fitur ini, ... err.. entahlah-

Salah satu langkah mudah untuk menjaga lisan adalah dengan mengucapkannya terlebih dahulu dalam hati, dan tentukan apakah itu layak melalui bibir kita atau tidak

Pikirkan, karena tidak semua ekspresi itu pantas diungkapkan
Kadang, rasa kecewa, sedih, senang ada yang cukup diungkapkan dalam hati, sudah itu saja, tidak perlu diucapkan dengan keras

Kenapa? karena ada beberapa ekspresi dari kita yang tanpa sadar itu buruk untuk orang lain

Sudah, itu saja,
Saya mohon maaf kalau ada kata-kata saya yang salah


Divergen

Ceritanya kapan itu jalan-jalan ke toko buku dan nemu buku dengan judul Divergent, kayaknya sih novel -atau kayaknya malah udah ada filmnya-, gak sempet nyentuh atau baca tulisan di cover belakangnya. Tapi judulnya ini ngingetin sama sesuatu.

***

Kalau di sebuah cermin, divergen artinya memantulkan cahaya secara menyebar, kebalikan dari konvergen yang memantulkan cahaya secara fokus ke satu titik.

Kalau di psikologi, berpikir secara konvergen artinya fokus memilih pada opsi-opsi solusi yang tersedia dan divergen berarti berusaha mencari opsi solusi lain.

Intinya, Konvergen itu memusat, sedangkan Divergen adalah menyebar.

Mungkin dengan menjadi konvergen kita bisa melihat lebih dalam, lebih mengenal, dan lebih tahu. Tetapi itu hanya memusatkan pada satu perhatian saja, tidak keseluruh area. Sedangkan Divergen? ya, sebaliknya.

***

Dan, judul buku itu ngingetin sama sebuah kata yang berdenging beberapa minggu ini, "peka" atau bahasa dalam inggrisnya, "sense".

peka /pe·ka/ /p├ęka/ a 1 mudah merasa; mudah terangsang; ... [KBBI.web.id]

Ya, peka itu bersifat Divergen. Ketika kau tahu atau merasakan sesuatu tapi tidak pada sesuatu yang lain padahal kondisinya hampir sama. Itu bukan peka. Kau hanya menaruh perhatian.


Do It Now

"Ini saatnya kalian berkontribusi semaksimal mungkin, soalnya nanti kalau kalian udah selesai masa kerjanya, kalian udah gak bisa ngapa-ngapain, palingan cuma ngelihat dan ngasih saran.", Mas Shofwan

Sejak dapet amanah ini, perkataan itu salah satu perkataan yang paling ngena. Kadang kita terlalu meremehkan dan membawa santai amanah yang kita emban.

Amanah yang aku tulis di sini maksudnya adalah sebuah jabatan. Sebuah kesempatan, menjadi gigi terdalam dalam sebuah mesin bernama lembaga. Menjadi gigi terdalam tentu berbeda dari jadi gigi-gigi biasa yang cuma asal ngikut biasanya. Kita mesti berputar lebih cepat, mengarahkan, dan kuat memutar gigi-gigi lain.

Beberapa pekan lalu sempat terjadi insiden di organisasi yang aku aktif di dalamnya. Berkisah tentang dua orang yang salah paham karena salah satunya bercanda dan mengejek bahwa yang lain kurang banyak aktif di kegiatan organisasi tersebut. Yang lainnya marah. Perkataan yang paling kerasa dari orang yang lain itu adalah "Emang, sampeyan iki wis ngopo ae mas?" (emang, kamu ini udah ngapain aja mas?)

Ya, dan itulah yang akan terus ditanyakan dari tahun ketahun, pengemban amanah yang digilirkan. Dan kita, sebaiknya segera menyadari sebelum penyesalan datang.

Jadi inget sebuah pepatah, entah, lupa ini perkataan siapa,
"Cukuplah kematian sebagai istirahat panjang bagimu"


The Swordless Samurai: Kepemimpinan ala Jepang

Jadi pingin sharing sebuah buku yang menarik banget, berjudul "The Swordless Samurai". Kegiatan rutin bulanan, nge-random datang ke toko buku buat nyari bahan bacaan biar kamar nggak terlalu membosankan karna hal-hal berbau komputer, dan akhirnya nemu buku The Swordless Samurai ini.

The Swordless Samurai, merupakan buku biografi yang cukup inspiratif, mengisahkan kisah kehidupan pemimpin legendaris Jepang, Toyotomi Hideyoshi.


Buku ini memang buku biografi, tapi menarik banget buat dibaca.  Ditulis dengan sudut pandang orang pertama, bikin kita ngerasa terbawa ke Jepang di abad 16. Kita bisa belajar tentang bagiamanakah kehidupan kekaisaran, peperangan, samurai, dan kondisi sosial Jepang pas itu.

Selain itu, buku ini juga membuat pembaca merasa langsung dibina oleh Hideyoshi tentang poin-poin penting seputar kepemimpinan. Banyak prinsip-prinsip penting yang selalu dicatat di akhir setiap kisahnya, tentang bagaimanakah seorang pemimpin itu seharusnya, sikap, dan keputusannya, bahkan bagian-bagian buruk tentang menjadi pemimpin, wis pokoke bener-bener menarik dan berisi.

Sekadar info, Hideyoshi ini adalah seorang warga sipil yang karena begitu terampil, jujur, tekun, rela berkorban, dan beberapa sifat baik lainnya. Beliau berhasil menjadi seorang kaisar legendaris yang berhasil mempersatukan Jepang. Disebut Swordless Samurai, karena seperti itulah Hideyoshi, dia bukanlah seorang samurai, bukan pendekar, perawakannya tidak mendukung, bahkan tidak menarik untuk dilihat, tetapi dialah yang berhasil menjadi pemenang tunggal dari peperangan panjang di negeri sakura tersebut.

Alumni

Sebuah predikat yang diberikan ke seseorang sesudah 'masa'nya. Sebenernya ini juga merupakan tanggung jawab. Ketika kita masih di SMA, maka kita punya tanggung jawab sebagai siswa SMA. Dan ketika kita sudah lulus, maka kita punya tanggung jawab sebagai alumni.

Menjadi alumni menurutku jauh lebih sulit dan lebih berat dibanding ketika jadi pra-alumni biasa. Karna ketika kita telah jadi alumni, kita sudah berada pada lingkungan yang berbeda, tapi mesti tetap berprilaku atas nama lembaga yang memberi kita predikat ini.

Sungguh malu kalau dengar, "X, Alumni SMAN 5 Surabaya terlibat korupsi" atau "Dia dulu adalah pengurus di organisasi rohis, tapi sekarang suka mabuk-mabukan". yah, yang kalimat kedua itu kata alumni muncul secara implisit.

Selesai tanggung jawab di suatu lembaga bukan berarti bener-bener sudah. Kita baru saja mendapat gelar alumni, yang gelar itu tidak ada masa akhirnya, yang jauh lebih berat, yang jauh lebih diperhatikan, dijadikan contoh. Makanya, masuk atau bergabung organisasi atau lembaga bukan hanya momen formalitas, atau keinginan berbagi sesama, tapi juga ajang perbaikan diri. Setidaknya kita harus mempersiapkan diri sebelum gelar alumni itu datang kan? dan jangan buat mereka kecewa atas prilaku alumninya.

Beautiful Mind

Itu sebenernya judul film. sayangnya aku gak seberapa suka filmnya, soalnya itu film yang berawal dari kisah nyata, tapi malah bagian-bagian yang bagus adalah tambahan-tambahan fiktif belaka.

Tapi di balik judul itu aku punya cerita menarik. Entah kenapa, sejak SMA aku mulai ada rasa terhadap seseorang, oh maaf, beberapa orang. Nggak tahu ini bermula tepatnya mulai kapan, sepertinya sejak aku duduk bareng Arief yang mesti bikin aku sabar setengah mati.

Ya, dilatarbelakangi duduk sebangku dengan orang paling menyebalkan sesekolah saat itu, semoga nggak saat ini :p, aku jadi belajar banyak gimana cara berinteraksi dengannya. Aku terpaksa mengikuti polanya dan masuk di sistemnya. Dan ternyata, belajar memahami sebuah sistem ini yang menjadi momen paling menarik dan berkesan. Dan kayaknya sejak saat itu aku jadi semakin marak kenalan dengan orang dan menikmati belajar memahami cara berpikir mereka. Apalagi sejak gabung di beberapa organisasi dan tim olimpiade, semakin banyak orang yang punya beautiful mind yang bisa aku temui.

Apa yang aku maksud sebenernya tentang beautiful mind di sini susah buat dijelasin. Ini adalah kondisi di mana ada seseorang yang punya cara pikir, kebiasaan, atau sifat yang antimainstream, kayaknya gitu. Tapi gak sekadar antimainstream, tapi antimainstream yang positif, tapi bukan positif yang seperti kebanyakan orang pikirkan, ah, entahlah, sulit didefinisikan.

Mungkin sebagai contoh aku kenalin kalian dengan JH. Dia adalah salah satu orang yang berpengharuh dalam sejarahku, yah, walau sekarang udah lama gak ngobrol lagi. Dia adalah orang paling licik yang pernah kutemui, yah licik, tapi liciknya sangat menarik. Dia tidak menggunakan kelicikannya untuk menipu orang lain, tapi untuk mencurangi sistem. Ketika dia bertemu dengan suatu masalah maka dia bukannya mencari solusi dengan cara yang biasa, tapi dengan cara yang yah, "Pasti ada celah yang bisa buat aku menang"

Adalagi DA, dia adalah wanita yang cerdas dan pintar, itu saja? tidak, karna jika dilihat secara nyata, dia cuma wanita gak normal karena segudang aktivitas organisasinya, siapa yang nyangka kalau orang yang super sibuk itu lebih pintar dari orang yang hidupnya penuh dengan belajar?

dan kemarin aku barusan bertemu dengan RH, aku sendiri masih gak ngerti dengan konsep pikirnya, cara dia menulis, membaca, dan bicara bener-bener beda, sangat beda. Bener-bener unexpectable. Belum bisa cerita banyak tentang dia, tapi keragamannya bikin aku jadi penasaran, manusia seperti apa dia? dan ini yang bikin aku jadi tertarik untuk mengenang orang-orang luar biasa pemilik Beautiful Mind yang pernah tak temui.

Mereka adalah orang-orang yang punya hobi yang berbeda, kebiasaan yang unik, dan cara berpikir yang menarik -menarik di sini tidak berarti pintar-. Dan ini adalah sebuah nikmat tersendiri buat aku. Setiap kali bisa bertemu dengan orang-orang ini rasanya jadi seneng sendiri.

Aku sangat menghargai keunikan mereka, duduk bersama mereka rasanya adalah nikmat tersendiri. Dan seperti Sylar, aku juga berusaha meniru hal-hal baik dari mereka, dan blog ini juga akan menjadi saksi, gimana konsep berpikirku berubah dari waktu ke waktu ..

Saya dan Dunia IT


Memutuskan untuk masuk ke Jurusan Ilmu Komputer bukanlah tanpa pertimbangan. Bayangan kehidupan tanpa materi Biologi, Kimia, Fisika, dan sebagainya, hanya komputer, ya hanya komputer! sudah aku pikirkan semenjak awal kelas 3 SMA. Lalu apakah sesuai harapan?

Entahlah, banyak ekspektasi beda dengan harapan ketika SMA. Tahukah kalian, draft post ini sudah ada entah beberapa bulan lalu, semenjak aku dapet kuliah RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). Kuliah dengan ronde pertandingan yang cukup lama yang untungnya dengan dosennya yang sangat menghibur -err setidaknya sebelum diganti-.

Dikuliah itu aku dapet materi seputar bagaimanakah pembuatan software yang baik, yang memenuhi kebutuhan pasar, yang bisa bersaing di era global. Menarik kan? apalagi ternyata dosenku adalah seorang praktisi, perusahaan beliau juga bergerak di bidang IT dan tidak kalah sangar dibanding apa yang beliau ucapkan.

Prinsip

Tapi, semua jadi rumit ketika aku mencocokan materi kuliah itu dengan tujuanku aku kuliah di sini. Materi kuliah itu seakan menunjukan entah aku yang berada pada lingkungan yang salah, atau lingkungan ini yang salah. Jujur saja, ketika di tanya kenapa kamu memilih kuliah di Ilmu Komputer? maka jawaban terbaik yang bisa aku berikan

Aku ingin belajar konsep berpikir seorang ilmu komputer, dengan algoritma dan logika, dengan analisis dan solusinya

Kenapa begitu? dulu aku pernah mikir, bahwa menjadi apapun itu tidak penting, yang penting seberapa siapkah kita untuk menjadi apapun itu. Kita nggak perlu mati-matian mengejar kursi di DPR, toh apakah kita yakin kita pantas? menyiapkan diri untuk sesuatu yang tidak terduga lebih sering aku lakukan. Seandainya setiap manusia itu baik, maka kita nggak perlu khawatir dengan siapa yang akan duduk dikursi DPR. Begitu juga aku, bekerja dimanapun sebenarnya tidak masalah, asal dasarnya ada ya sudah. Bahkan kalaupun harus bekerja di luar dunia IT.

Plan

Rasanya aku sadar sebenarnya sudah ada yang berbeda dari cara pandangku dan dosen, dan juga mahasiswa lain seputar ilmu komputer dan masa depannya. yakni, apakah kuliah di dunia IT harus dihubung-hubungkan dengan pekerjaan?

Kuliah RPL bukan hanya membuka gerbang bagaimana kehidupan dunia kerja. Dunia yang tidak terlalu aku pikirkan karena menurutku bekerja itu bisa di mana saja, gaji mencukupi, sudah itu luar biasa, toh duit gak dibawa mati kan?

Dan setelah kuliah itu aku jadi membuka mata bahwa pikiran bekerja di kantor IT ternama atau membuat suatu perusahaan IT juga jadi pikiran teman-temanku, mereka begitu serius melakukan 'link exchange' atau belajar hal-hal yang -entah kenapa kurang menarik buatku- mendukung dalam pembentukan sebuah perusahaan IT nantinya.

Eh, emang kenapa? bukannya bekerja diperusahaan IT itu bagus ya? dapet uang banyak, skill terasah, dan sebagainya dan sebagainya?

Lagi-lagi jawaban diplomatis yang bisa aku berikan, aku merasa tidak tipe dengan tawaran pekerjaan yang  banyak ditawarkan, rasanya aku tidak ingin bekerja seperti itu, seperti sebuah pertanyaan awal dulu pas masuk OmahTI ke CEO nya saat itu, "Mas, apakah kita bisa berbakti ke orang lain dengan ilmu IT yang kita miliki?", jawabannya? belum ada, masih belum ada jawaban, dan setelah aku coba cari sendiri, sudah 1 tahun lebih, dan aku masih bingung merasa bagian mana "pelayanannya"?

-mungkin bersambung-

Kedatangan

aku dulu punya seorang pemimpin,
hmm sulit didefinisikan, dia seorang yang aku rasa sangat tangguh,
tapi sayang sekali banyak yang tidak suka dengannya,
aku rasa penyebabnya satu,
ketika itu rasanya dia belum berhasil menemukan 'singa'-nya

anehnya, aku masih saja, aku jadi pengikut yang setia
menjadi prajurit di balik punggungnya, menerima setiap perintahnya
berpikir bersamanya, berperang bersamanya,

jujur saja, dulu rasanya sangat mengerikan,
gimana tidak? beberapa serangan nyaris membunuhnya,
untung saja ada pasukan lain yang melindungi,
beberapa kali dia terjatuh,
dan beberapa pasukan harus membantu dia berdiri,
kadang orang berpikir, pantaskah dia?

tentu, banyak pasukan yang mengkhianatinya,
merasa tidak percaya dan pergi begitu saja,
merasa tidak pantas baginya memimpin komando ini,
membubarkan barisan, mengurangi pasukan, membuat pertempuran menjadi rumit,
tapi ntah kenapa,
aku masih saja setia, dengannya,
mungkin karena keyakinan, kalau dia bisa,
atau karena dia sudah seperti keluarga,

peperangan usai, kehidupan berubah,
setiap pasukan pergi ke 'kampung halamannya'
dan aku sudah tidak mendengar lagi kabarnya,
aku takut dia hilang,
atau mati di medan perang,
aku hanya bisa sabar tanpa berani mencari tahu, takut kabar itu datang,
sudah setahun lebih,
dan isu-isu buruk sudah sampai di telinga,
setengah percaya, setengah tidak

sangat sedih tentu, mengingat kisah yang luar biasa dulu,
yang sudah berubah secara drastis sekarang,
dan kini kau hanya merasa pasukan yang dulu gagah ini menjadi ..
porak poranda,
ditambah hilangnya pemimpin,
checkmate, berarti akhir dari sebuah kisah kan?

...

tapi sekarang dia kembali, entah dari mana, entah setelah apa,
tapi yang penting, ini pertanda panggilan,
untuk kembali merapat berbaris bersama, dengannya,
untuk memulai lagi pertempuran,
dan aku yakin kali ini akan berbeda,
dari suaranya yang terdengar lebih dari 200 kilometer,
aku rasa, 'singa' itu telah benar-benar terlepas

Infographic Jamak Qashar


Kemarin waktu dapet tawaran ngajar di Purwokerto sempet nikmatin makan malam bersama dosen-dosen dari prodi lain. Aku ingat salah satu pembicaraannya adalah kapan kita melakukan jamak dan kapan kita melakukan qashar

sesampai di hotel setelah makan aku jadi tertarik mempelajarinya, butuh waktu yang lumayan lama untuk memastikan ke validan data dan konsep desainnya, semoga rangkuman ini bermanfaat dan membuat kita mudah mengingat kapan jamak dan kapan qashar

*gambar diates cuma preview, download gambar aslinya di http://bit.ly/1qcDLRC

*jika ada hal yang meragukan dari gambar tersebut, silakan merujuk ke referensi yang saya gunakan

Saya dan Politik

izinkan saya bicara seputar politik
dunia yang menurutku lebih vulgar daripada dunia maya
lebih keras dari dunia bawah tanah
dan bisa berimbas banyak ke dunia dan akhirat mu

dari zaman SD saya kurang simpati dengan dunia ini
selain karna gak ada game yang bisa dimainkan atau makanan enak yang menjanjikan
dunia ini sudah mirip battlefield dimana setiap usernya saling benci satu sama lain
jika kamu di sana sebagai seorang diri hanya seperti pohon
ya pohon di tengah medan pertempuran
yang berarti kau tinggal menunggu kapan tank-tank itu melindasmu
jika kamu di sana bersama teman berarti kau ikut perang
kau langsung terdaftar di salah satu kubu untuk ikut andil dalam mengalahkan lawan
entah apapun niatmu

dunia di mana nyaris husnudlon hanya dilakukan pada kubu yang kau bela
yang memberi makan dan menggendutkanmu, yang memberitahu bahwa mereka musuhmu
berfikir objektif nyarislah lebih rumit dari rumus matematika
yang ada hanya objectif yang harus kalian selesaikan
kebencian everywhere

jangan bilang saya pengecut atau apalah
toh, saya juga dulu pernah mencoba berenang di samudra itu
menghindari ranjau-ranjau laut bersama rudal yang  nyaris tak terkontrol
menghabiskan malam hanya untuk berpikir bagaimana caraku menghindari serangan itu
tanpa harus menciptakan chain effect yang bisa menghangatkan samudra

dan itulah yang membuatku semakin paham
bagaimana kebencian dan 'ketegasan' dan prasangka menjadi keyword
saling menjatuhkan dengan apapun niatnya

banyak yang bilang hidup itu politik
anak kecil memperoleh permen dari ibunya dengan berpolitik
tapi tahulah kalian apa yang ku maksud
bukan politik secara harfiah
ini politik yang berarti kursi pemerintahan dan segala perangkat pembunuhan lainnya

sebenarnya simpel apa yang membuat saya tidak tertarik terjun di dalamnya
hanya ketidaksanggupan untuk melihat dua temanku saling beradu
berfanatik ria dengan pandangan masing-masing
walau aku tahu salah satu benar, namun ketika aku harus mengingatkan
semua menjadi rumit, karena satu kubu akan merasa aku partisipan
dan kubu yang lain akan menganggap aku lawan
dan perkataanku tidak lagi akan mereka gubris
tidak ada lagi keobjektifan di kataku di matanya
dan aku pun seakan turut dalam proses pembunuhan itu
dan aku pun, dan mereka pun ...

juga ketika orang lain berkata
mari begini dan begitu
kita jatuhkan dia dan dia
kita harus menjaga ini dan itu
atau alasan lainnya
yang intinya sama, kita akan menjatuhkan orang lain dengan tujuan tertentu
apakah ini baik? may be yes may be no

ego, emosi, fanatik, buta
sudah lah itu saja

saya bukan seorang politikus, tulisan ini hanya mengingatkan pada diri
hingga 11 April tengah malam ini aku masih memiliki prinsip seperti ini
dan entah kapankah akan berubah

walau aku tidak suka dengan dunia politik ini bukan berarti aku acuh
karena di dunia ini semua sudah menjadi kejam
entahlah, aku ingat dalam sebuah kuote komik conan pertama yang aku baca
"seorang ksatria yang membunuh iblis ikut terkena cipratan darahnya, dan menyebabkan ksatria itu menjadi iblis"
aku bukan kesatria juga bukan iblis, tapi aku hanya manusia yang tidak sengaja kini asinnya samudra politik mengalir di nadiku, walau kebencian ada di dadaku, tapi kini aku merasa diam bukanlah solusi untuk melenyapkan dunia ini, wallahu a'lam

The Raid Memory

Hari ini rilisnya The Raid 2: Berandal bikin inget sama kisah seru pas nonton bareng The Raid:Redemption, sekitar 2 tahun lalu. Bareng Arfian, Arya, Liga, Vicky, Mujahid dan -aku lupa- kayaknya sama Vava, Amry, dan Fuad juga.

Bukan, bukan tentang filmnya, tapi kalau mundur beberapa hari lagi, pas itu aku emang lagi deket-deketnya sama mereka. kita memutuskan untuk nonton bareng di Delta Plaza. Sempet survey nyari bioskop yang murah dan koordinasi pembelian tiket.

Bukan, bukan tentang proses pemesanan tiketnya, tapi kalau mundur beberapa minggu lagi, aku jadi inget masa-masa Aku, Arfian, Arya, Liga, Vicky, Fuad, Amry, dan Mujahid memutuskan tidur bareng di sela-sela komputer di lab komputer tiap malam sabtu selama sekian bulan. Kami memilih lab komputer, karna dulu, tempat itu nyaman banget, ber AC, ada internetnya, dan akses pinjamnya mudah.

Perkumpulan para pria ini dulu disebut JL, singkatan Jama'ah Labkomiyah. Mungkin dulu berasal dari kata-kata mas Rizki yang sering nyebut, Jama'ah Facebookiyah untuk orang yang suka facebookan.

Visi? ya, kami punya visi, lulus UN dan menuju kampus impian. Walau kami menghabiskan malam di labkomputer, bukan berarti kami menghabiskan malam dengan bermain atau nonton film. Ya, walau kadang gitu juga. Tetapi kami lebih sering menggunakan malam kami buat belajar. Mengulang materi dan mempelajari apa yang gak kami ngerti. bahkan kami sampai membuat sistem organisasi yang keren beserta kurikulumnya.

Paginya kami keliling jalanan nyari sarapan, Bubur Ayam, atau Nasi Pak ... -ah, aku lupa lagi-. Kadang sebelumnya kita juga olahraga dulu. make lapangan yang belum ada penghuninya buat main bola. hmm ralat, futsal atau sekadar jalan sehat ke mall yang belum buka. Dan kami pun mengakhiri pagi itu dengan mandi di kamar mandi guru, gantian, soalnya kamar mandi gurunya cuma 3 biji -ini sesuatu banget rasanya, mandi di daerah terlarang  hehe-

sekarang, 2 tahun berlalu dari masa-masa itu, aku yakin, rilisnya film ini mengingatkan kita satu sama lain, dan juga mengingatkan kalau kita behasil menyukseskan visi kita, ya kan?

Takdir

Allah subhanahu ta'ala memiliki rahasia takdir yang keberadaannya perlu kita percayai

kemarin barusan aku ikut lomba IslamICTFair nya Univeristas Indonesia, diselenggarain oleh Fuki, organiasai Rohisnya Fasilkom UI.

ada 2 cabang lomba yang aku ikutin, Uchamp (lomba membuat aplikasi Islami) dan Domino (lomba desain poster infographic islami)

untuk Uchamp aku niatin banget ngerjainnya, sampai sebulan mikirin cara begini dan begitu, tanya-tanya temen sama kakak kelas. tapi ternyata Allah belum menakdirkan untuk lolos final.

ditengah-tengah ngerjain aplikasi buat lomba Uchamp aku nyempetin 2 hari untuk ndesain poster buat lomba domino, sendirian, random, dan ya gak diniatin untuk juara, cuma buat belajar tentang ilmu agama dan menggambar di Inkscape.

Qadarallah ternyata malah karya Domino ku juara 2, alhamdulillah, sayang pas di UI kemarin gak sempet lihat karya posterku di pajang karena gak ada waktu untuk sekadar lari ke Pusat Studi Jepang

ini desain infografik islami yang aku buat kemarin: (ini versi kecilnya jadi maaf kalau gak kebaca tulisannya)


Portofolio

Liburan kemarin sempet beres-beres folder laptop,
dan banyak hal yang bikin terharu,
soalnya ternyata tragedi terhapusnya drive E: beberapa bulan lalu bener-bener bikin masalah besar --
aku kehilangan hampir semua gambar-gambarku dan juga file .svg nya, bener-bener sesek

akhirnya punya ide untuk bikin blog portofolio -munculnya ide nyaris gak nyambung sama latar belakang di atas- ya biar keliatan keren juga gitu, sekalian buat nyimpen dan ngedokumentasikan hal-hal penting

daaaann whoplah, alhamdulillah blog itu sekarang udah jadi
nantinya tulisan-tulisanku bakalan tetep jalan di blog ini, tapi gambar menggambar dan beberapa karya, akan aku upload ke blog yang satunya.

penasaran sama blognya?

visit RianRajagede.Wordpress.com

jangan tanya, " wah, itu desain blognya kamu ndesain sendiri? "
soalnya aku cuma bisa jawab " -- you don't say "

Lapangan Porka

liburan lalu, aku dapet tawaran ngajar di purwokerto, nemenin Pak Anif, dosen ilkom yang belum pernah ngajar aku.

ada momen menarik pas sore-sore setelah ngajar aku pingin jalan-jalan sendirian muter-muter purwokerto, pinginnya ke alun-alunnya, tapi setelah lihat di google map kok terlalu deket, jadi aku putusin jalan lebih jauh ke daerah lapangan porka.

lapangan porka, aku gak tahu itu lapangan bola, atau sekedar lahan kosong atau gimana. di google maps keliatannya gede banget. dan kayake enak kalau bisa buat olah raga, mengingat udara di kota itu masih seger.


tapi,
pas aku jalan-jalan, anehnya aku gak nemu lapangan itu,
karena gak merhatiin maps pas lagi jalan, jadinya pede aja "nanti ada lapangan besar di sebelah kanan jalan", eh, tapi malah gak ketemu-ketemu. setelah jalan jauh dan cek gps, aku udah jalan kelewat jauh, dan gak ngerasa ngelewatin lapangan itu.

kok bisa lapangan segede itu gak keliatan?
setelah jalan balik aku jalan sambil merhatiin posisiku di gps google maps, ternyata lapangan itu terhalangi sama tembok setinggi kurang lebih 3 meter yang jadi dinding. Dan di sekitar dinding-dinding itu banyak orang jualan makanan, jadi ketutup dan fokusku ke penjual makanan bukan dinding di baliknya.

menarik, jadi merasa dapet hikmah

"Tak peduli sebesar apapun sesuatu hal, kalau kau melihatnya dari sudut yang tepat, jangankan menjadi terlihat kecil, bahkan bisa tidak terlihat sama sekali"

dan karena udah kecapekan efek jalan jauh, ya sudah, jadi gak jalan-jalan ke lapangan porka tapi cuma jalan-jalan di alun-alun kota, sendiri, menikmati

B-Trees dan Implementasinya

Jadi ceritanya pak Arif dosen Analisis dan Desain Algoritma lagi ngasih tugas ke mahasiswanya buat bikin yaa semacam artikel, tentang B-Tree dan Implementasinya pada secondary memory. Artikelnya mesti ditulis di blog dan linknya ntar dikasih ke paknya.

Karena aku males bikin blog baru, ya sudahlah, pake blog ini aja. Jadi kalau ada yang gak ngerti apa itu B-tree atau istilah-istilah yang ada di sini ya udah gak usah di baca artikel ini, ini kan spesial untuk Pak Arif :p

Begini Begitu

Dulu, pas kamu masih begitu, kamu ingin sekali begini
katanya pas begitu kamu belum bisa seperti itu
keadaan begini menjadi alasan untuk melakukan seperti itu
atau malah menurutmu dulu, begini adalah satu-satunya cara untuk seperti itu
dan kenyataannya,
ketika keadaan berubah seperti ini
kamu begini dan aku begitu
masihkah kau bisa berkata seperti itu
di saat seperti ini?
lebih kuat manakah dirimu atau suaramu?

...

Magician

Malem-malem di hotel sendirian gak ada kerjaan dan temen bicara bikin pikiran jalan-jalan,
tiba-tiba kepikiran untuk menonton video sulap di youtube #random Banget
ya, menurutku sekalian menghibur diri juga siapa tahu bisa melatih otak untuk menebak gimana cara kerja sulap yang dimainin

Terus dengan semangat nonton video sulap yang masih membara, tiba-tiba kepikiran,
"rasanya kok pesulap di Indonesia ini kebanyakan cuma mainin alat luar negeri ya?"

Nginget-inget gimana penampilan pesulap-pesulap besar dan ternama pun rasanya yang dimainin itu-itu aja, aku bahkan ngerasa permainan ini menggunakan alat yang sama dari tahun ke tahun, atau jika tidak menggunakan alat, teknik sulap yang digunakan juga itu-itu aja mungkin hanya beda pembawaan

Keyakinan ini ditambah kuat pas acara sulap semalem, ada ajang pencarian bakat sulap di TV dimana sudah di final dan rupanya ya sama, permainannya masih permainan alat yang itu-itu aja mungkin hanya ngubah-ubah pembawaannya

Bukannya aku sombong sih, toh aku juga bukan pesulap dan gak bisa sehebat mereka,  tapi sebenernya aku masih menghargai mereka kok, percayalah walau mereka pakai alat sulap itu tidak selamanya mudah lho, tapi jadi muncul pertanyaan "Ada gak sih orang Indonesia yang berhasil mencipatakan alatnya sendiri?"

Dan ini sebenernya yang mau aku bahas, membuat alat sulap atau metode dimana bisa menipu otak manusia bukanlah hal yang mudah ya kan? ada ribuan pesulap di Indonesia, tapi yang berhasil membuat suatu 'alat baru' hanya puluhan saja dan yang bisa membuat kagum lebih sedikit lagi

Dan inti pembicaraan ini, menurutku banyak pesulap (tidak semua) yang lahir hanya untuk menjadi terkenal, terlihat keren di depan kekasihnya atau teman-temannya, mencari uang dengan manggung sana-sini, tapi sebenernya mereka tidak turut mengembangkan seni ini

Di film The Prestige, "Magician" hanyalah orang yang pandai bicara, sedangkan dibaliknya ada seorang "Engineer" yang sebenernya menciptakan semua ilusi yang dimainkan pesulapnya, dan sepertinya pekerjaan engineer ini belum menarik bagi kebanyakan para pesulap Indonesia saat ini, mungkin gak cuma pesulap Indonesia, tapi bagi pemuda Indonesia

# Analogi kritis

sebagai bonus, ini ada salah satu video favorit hasil google pas itu, ini matematis banget loh sebenernya:


Mate

Dulu aku punya seorang kekasih
yang selalu menemani dan menjadi andalan
banyak orang yang iri dan berkata "kok kamu bisa sih dapetin dia?"
aku cuma bisa tersenyum dan palingan bilang "ini cuma kebetulan"

cukup lama aku bersamanya, mungkin lebih dari 8 tahun
sampai aku bertemu dengan wanita lain yang terlihat menarik, sebut saja A
pertemuanku bisa dibilang lebih tidak sengaja
tapi rupanya semua yang aku suka dari kekasihku yang lama ada di A
malah A memiliki kelebihan ketimbang kekasihku yang lama itu
dan aku putuskan untuk dekat dengan A
hingga akhirnya aku akhiri kisah kasihku yang lama dan berpaling pada A

sudah 4 tahun aku dan A bersama,
membuat cara pandangku beda terhadap semua wanita,
membuat semakin jauh dengan sosok kekasih lama yang aku kenal,
beberapa kali dia datang dan mendesakku
tapi aku malah melemparkan ke orang lain, Erwin atau Farah,
kadang aku merasa "Untuk apa sih dia datang lagi?"

dan yang hari ini aku rasakan
selama ini aku tidak hanya terus mengejar untuk semakin dekat dengan A
tapi juga selama ini aku lari dari kekasih lamaku, lari meninggalkannya
rasa cinta terhadap A membuatku lupa dengann kekasih lama
malah kadang jadi takut bertemu dengan kekasih lamaku
dan sekali lagi lari meninggalkannya, atau lebih mirip sebuah pelarian

dan yang hari ini aku rasakan juga
rindu terhadap kekasih lamaku
bisakah kita bertemu untuk kedua kalinya
oh ya, sebut saja dia M



***
ini bukan perkara pacaran loh

Pertandingan Persahabatan

Pertandingan persahabatan biasanya disepakati oleh dua tim yang akan bermain dengan tujuan menambah wawasan, melatih skill bertanding tim, juga kadang ini menjadi solusi untuk 'menyahabatkan' dua regu yang saling berselisih.

Tapi,

apa jadinya kalau di pertandingan persahabatan,

kemenangan tetap menjadi utama dan

kekalahan hanya untuk pecundang

?

Islamic Art [ ? ] : Malas

entahlah, aku sudah nggak nghitung lagi ini karya nomor berapa,
kalau diliat dari post sebelumnya, ini islamic art [43] tapi sebenernya kalau di laptopku jadi udah agak gak berurutan

agak beda dengan desain biasanya, kali ini saya menggunakan foto



Resensi: Majalah Islam Remaja, Elfata

ya, masih resensi tentang buku Islam yang bisa kamu dapet di Jogja Islamic Book Fair sampai tanggal 5 Januari besok, di GOR UNY

Judul: Elfata
Harga: Rp 10.000
ISBN: 1693-7783

Gak biasa memang, ada resensi sebuah majalah, kan judulnya dan isinya juga berganti tiap bulan. Tapi disini aku cuma mau ngenalin, tentang majalah Islami untuk remaja, Elfata.

Sebenernya majalah Elfata ini gak cuma bisa didapet di Islamic Book Fair. Aku sendiri mulai merutinkan beli buat bacaan di kos sejak semester ini tiap bulannya di Kopma UGM. Di Kopma dijual dengan harga 10rb.

Majalah Elfata terbit tiap bulan dengan mengambil tema-tema keseharian remaja seperti pendidikan, cinta, pergaulan, atau pengembangan kepribadian. Dalam bahasa arab sendiri Alfata berarti remaja, oleh karena itu majalah ini benar-benar menargetkan pembaca khusus remaja. Jadi jangan kaget dengan cara penulisan, tampilan layout yang sekilas mirip majalah-majalah yang beredar jaman sekarang. Bahkan kalau cuma diliat dari tampilan dalam, pasti bisa gak ketauan kalau itu sebenernya majalah Islami. coba deh liat:


*yang ditampilin gak sengaja berwarna semua, sebenernya ada bagian yang hitamputih*

Gimana? menarik? kalau kalian coba baca artikelnya bakalan jauh lebih menarik, percaya deh. Paling suka baca Elfata selain di tema-tema danpembawaan artikel yang menarik juga di bagian layoutnya, inspiring. covernya juga selalu tampil menarik *bisa cek http://www.majalah-elfata.com

Sebenernya cuma 1 kekurangan dari majalan ini: iklan. ya iklan yang terlalu banyak kadang juga mengganggu, tapi itulah yang bikin majalah ini murah dan tetap berkualitas.

Majalah ini bisa di beli di toko-toko buku terdekat dan di Jogja Islamic Book Fair yang bakalan berlangsung sampai tanggal 5 besok di GOR UNY.

Elfata. Muda - Taqwa - Cendekia

Resensi: Inilah Rasul Sang Penyayang

Memulai kebiasaan yang dulu terlupakan,
kalau ada book fair, saatnya ngeresensi buku dan promosi -

Judul : Inilah Rasul Sang Penyayang
Penulis: DR. Raghib As-Sirjani
Penerbit: Aqwam
Ukuran: 23.0 x 15.0 cm ; 184 hal
ISBN: 979-039-014-0

Ditulis oleh beliau yang berhasil membuat buku best seller "Misteri Sholat Subuh", buku ini dibuat untuk menceritakan bagaimana besar dan indahnya kasih sayang Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam terhadap siapapun.

Gaya penulisannya bener-bener unik dan menarik, beliau berhasil membuat buku ini seperti kisah pengantar tidur bagi yang ingin mendengar, seperti buku motivasi bagi yang sedang membutuhkan, seperti buku inspirasi bagi yang sedang mencari. Namun, ini tidak berarti buku ini hanyalah sekumpulan kisah saja, karena di buku ini juga ada banyak pelajaran, ilmu, dan hikmah di setiap pembahasan yang bisa kita baca.

Buku ini sendiri dibagi jadi 5 bab besar:
- Kasih sayang Rasul terhadap orang-orang lemah
- Kasih sayang Rasul terhadap orang-orang bersalah (bab favorit, super takjublah)
- Kasih sayang Rasul terhadap kaum muslimin dalam perkara ibadah
- Kasih sayang Rasul kepada seluruh umat
- Kasih sayang Rasul kepada kaum muslimin di saat kematian dan sesudahnya

Yang bikin menarik buku ini, adalah selipan fakta-fakta yang nyata dan aktual di kehidupan kita di setiap awal bab. Akan ditampilkan kutipan-kutipan dari tokoh-tokoh penjuru dunia yang berupa pujian kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam. yang hanya akan membuat kita semakin takjub dengan sosok Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam.

Selain kutipan, juga ditunjukan betapa jauhnya perbedaan kasih sayang Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dibandingkan kenyataan-kenyataan yang ada saat ini. Akan disajikan berita-berita aktual dari penjuru dunia yang hanya akan membuat kita bersyukur bisa mengenal agama ini dan mengenal sosok Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam yang begitu penuh kasih sayang.

ya, walau desain covernya agak gimana gitu warnanya, (dulu pas mau beli juga ragu-ragu karena warna covernya) but don't judge a book by its cover, percaya deh, buku ini worth it untuk dibaca sampai habis. Agar kita sendiri bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari perilaku Beliau.

"Sesungguhnya Muhammad adalah orang yang terbaik bagi kemanusiaan",
Edward Monte; Orientalis Perancis dan mantan Rektor Universitas Geneva

--
silakan datangi stand Penerbit Aqwam-jembatan ilmu di Jogja islamic book fair sampai 5 januari besok di GOR UNY


Post Nomor Tiga

ya, serial post gak setema pagi ini aku tutup dengan sebuah kutipan dari aku sendiri

"Aktif di organisasi itu pilihanmu, belajar di kampus itu kewajibanmu, jangan jadikan alasan kesibukan di organisasi sebagai pelarian dari belajar, aku tidak membicarakan hasil, tapi perjuangan untuk menyelesaikan keduanya"

#hikmahRapatPH

Post Nomor Dua

Sebuah perubahan,
tadi pagi dikejutkan dengan sebuah twit dari seorang teman yang katanya dia merasa mendapat hidayah untuk mempelajari agama islam, alhamdulillah

kalau diinget, beberapa tahun lalu sempet bertemu dengan seorang teman muallaf yang sangat semangat dalam mempelajari agama islam,

kalau diinget-inget, beberapa bulan lalu aku juga bertemu dengan seorang yang telah berubah menjadi manusia yang in syaa Allah lebih baik,

terus kalau diinget-inget lagi, beberapa hari lalu aku juga sempet berurusan dengan orang yang berbeda dengan tipe yang sama,

gak ada yang nyangka hidayah dateng dari mana, atau mungkin dicabut dari mana

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." [QS Al Qashash: 56]

kadang kesempatan itu datang tapi kita sendiri gak perhatian atau kurang merasa itu adalah sesuatu yang kesempatan emas untuk berubah jadi lebih baik, kurang memanfaatkan, atau terlalu takut ... ya mungkin terlalu takut ...

padahal kalau kita becermin dari kisah-kisah orang-orang yang masuk islam itu ...

ya, semoga kita bisa menjadi pribadi yang terus lebih baik

Ya Muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala diinik,
Ya Musharrifal qulub sharrif qalbi ila thaa’atik.

Post Nomor Satu

karena udah lama gak posting, aku buka post di blog ini dengan sebuah kutipan kata dari adek kelasku pas SMA dulu yang katanya juga kuliah di UGM *maaf, gak tahu eh

"Pilih mana: bikin teknologi keren abis tapi belum mampu diterapkan di sini atau bikin program sederhana yang bisa meningkatkan produktivitas orang banyak tapi dianggap nggak terlalu keren?"
Shabrina N H

gak ada hubungannya dengan tahun baru, sebnernya post ini sudah pingin aku publikasikan beberapa minggu lalu, tapi karena banyak hal yang lebih mesti dilakuin jadi baru bisa post sekarang

#refleksiAnakIlmuKomputer

Post Nomor Nol

Post ke-0 di tahun 2014,
gak sengaja inget blog ini dan ketika liat tanggalan ini sudah 2014,
kalau ngelihat arsip blog ini,
ternyata tingkat keproduktifan menulisku menurun drastis dari tahun 2012,
hanya 45 obrolan gak jelas dalam 1 tahun 2013,
tapi kalau dipikir-pikir lagi,
45 post itu bermanfaat gak ya?
atau nyatanya itu malah menjadi serangan balik oleh lisan sendiri

Sahabat