Photos of Me

Salah satu fitur terbaru facebook adalah graph search. Dengan fitur ini kita bisa mencari sesuatu di facebook dengan kata kunci yang lebih detil.

Aku udah lama pake facebook tapi jarang banget pake graph search. palingan kalau mau nyari friend of friend dan kebanyakan pun tidak berhasil. Aku inget banget pertama kali nyoba graph search aku make kata kunci "Photos of F***d " hehe nama disamarkan. Pas itu lagi kuliah elektronika digital dan rilut nunjukin gimana cara pakai graph search.

Setelah sekian lama, barusan aku nyoba lagi fitur graph search ini. Tapi gak tahu dapet pikiran dari mana, jadinya aku coba dengan kata kunci "Photos of  Me". Dan wooplah, semua kenangan foto dari tahun ke tahun ditampilkan secara random di layar facebook.

Keliatan beberapa foto terlihat memalukan dan beberapa foto memberikan banyak kenangan yang wah (melankolis mode).

Salah satunya foto ini:

itu foto pertama kalinya aku ke ugm, ke wisata kaliurang, naik gunung. Sebenernya bukan gunungnya atau ugm yang bikin kangen, tapi ketiga orang lain di sebelahku.
Punjung dan Anton, aku udah gak pernah ketemu mereka lagi sejak lulus kayaknya, padahal kalau diinget-inget masa-masa coding dulu, kita tim TOPS mesti bareng terus. Mereka masing-masing punya cerita sendiri, soal mimpi dan perjuangan.
Mas Rizki, wah, juga hampir setahun gak ketemu, pembina paling super yang pernah tak temui. Biasanya setiap liburan nyempetin ketemu masnya, tapi libur Ramadhan kemarin gak sempet ketemu. Semoga deh, ketemu berikutnya (libur semester besok insyaAllah) sudah ketemuan di undangan nikahnya hehe

juga foto ini:

Ini foto scarf pertamaku, tidak lama setelah merasakan menjadi seorang penggiat di sekolah. Acara yang biasanya diadakan tiap tahun. Di sini saat-saat aku di ajari bicara di depan umum. Yang terkenang adalah kisah di baliknya. Pas itu aku jadi koor konsumsi, bareng Anton sama Bima sama Romdhani kalau gak salah. Masih terekam kisah seru-serunya ngurusin air minum siang untuk murid baru. Udah gitu banyak panitia yang ngambil tanpa izin lagi. Wah, cucuran keringet banget..

Dan, sebenernya banyak foto yang pingin aku post di sini, tapi karna alasan tertentu mungkin sebaiknya gak usah.

Yang kupikirkan melihat "Photos of Me" ini adalah kini aku sudah menjadi cukup berbeda. lebih tua tentu umurku semakin habis dan semakin dekat dengan dunia yang berbeda.

foto yang diambil tahun-tahun lalu hanya akan jadi memori yang terekam di bit-bit memori komputer. Sedangkan kisah-kisahnya, hanya akan menjadi memori yang nantinya akan semakin samar dan semakin samar. lalu menghilang entah kemana. dan kita tidak sadar untuk sekadar mencarinya..

Kebutuhan Smartphone

Udah seminggu ini ada smartphone di kosanku, hadiah dari seseorang. Aku gak pernah minta untuk dibelikan dan berusaha menyembunyikan ketertarikan, tapi qodarullah. OPPO R821 Find Muse, namanya emang agak ribet. Aku lihat spesifikasinya di Internet ternyata bagus banget, udah lebih bagus dari smartphone-smartphone yang pernah aku target untuk aku beli pake uang sendiri suatu hari nanti.

Tapi... kok setelah seminggu rasanya ada yang aneh,
mendadak jadi disfungsi alias kehilangan fungsi dari smartphone di kosku ini. Bukan smartphonenya rusak, tapi aku sendiri yang bingung smartphone ini mau buat apa. Nah, aku sudah ada laptop yang tersambung ke internet dan sebongkah HP walau agak jadul. Dan menurutku semua fungsi smartphone ini sudah ada di laptopku dan HP ku. Atau mungkin akunya aja yang belum begitu paham dengan smartphone.

Aku bukan anak 'gaul' yang suka pake whats app, bbm, line atau software-software chatting sejenisnya, SMS biasa udah cukup. Koneksi dengan modem juga cukup ketimbang aku harus beli paket internet lagi untuk smartphoneku, toh paket internet di smartphone lebih mahal untuk saat ini. Aku juga bukan tipe manusia yang suka 'pamer' kondisi aku sedang ngapain dan sedang dimana dengan update status atau 'check-in'. Develop aplikasinya juga sebenernya gak perlu devicenya, cukup punya emulator di laptop.

Jadi inget kata-katanya ust. Zainal Abidin kemarin malam
"Belilah barang sesuai kebutuhan jangan sesuai keinginan"

Tapi karena ini pemberian orang lain ya aku tetep menghargai.
Semoga aja aku tetep bisa membuat benda ini bermanfaat bagi semua.

Jadinya pikirku,
"Laptop ini usianya 3 tahun lebih, dan aku sudah dibuat jalan-jalan sampai ke Bandung, Jakarta, Jogja, karena belajar menggunakannya. Semoga smartphone ini bisa memberi manfaat lebih"

makasih ma,

Panggilan Mengajar

H-7 jam UTS Sistem Operasi, dan aku belum tidur, juga belajar sama sekali...

ya, setelah pos random masalah wanita yang 'nomention' beberapa saat lalu, aku dapet tawaran mengajar lagi di Sekolah X (nama disamarkan). Sebenernya tawaran itu aku dapet di kereta perjalanan pulang dari Bandung setelah final gemastik beberapa minggu lalu (oh ya, aku belum cerita, aku lolos final gemastik lho, ada banyak oleh-oleh dari Bandung kemarin, insyaAllah aku buat post tersendiri).

Jadi ceritanya aku lagi capek-capeknya dan setengah ngantuk tiba-tiba dapet telpon dari seseorang dan mbahas percakapan serius tentang tawaran mengajar. Off course, karena masih setengah idup pas nerima telepon itu jadi ya aku gak berpikir panjang dan berkata "Ya Pak, InsyaAllah bisa"

Jadi aku punya prinsip dalam mengajar, ya karena aku punya cita-cita jadi guru, salah satunya:
 "Selama aku menguasai ilmunya, minimal sudah lebih dari 80% keyakinan benarnya, aku mau ngajar"

nah, karena aku rasa prinsip itu sudah memenuhi pas setengah ngantuk itu, aku langsung terima tawaran itu. Sampai akhirnya...
aku baru sadar, kalau tanggal segitu ada UTS dan aku juga gak ada transport untuk ke sana. #JengJeng. Karna sudah nerima amanah, ya mesti tanggung jawab, ya sudah lah, semangat aja.

- beberapa saat berlalu -

wah, ternyata ribet banget. Masalahnyamengerucut jadi cuma satu. Aku gak ada transport, udah, ini yang paling ribet. Alhamdulillah jadwal UTS masih bisa diatur. Tapi kalau masalah transport, weh weh. Akhir-akhir ini sampai sering pinjem motornya Ashadi atau ngerental motor di Pak Man, juga pinjem helmnya Erwin atau Rochana (makasih semuanya). Dan di titik sumpek itu aku coba minta tolong ke mas-mas super untuk bantuin ngajar karna awalnya aku ngajar sendirian.

Dan jawaban salah seorang dari mereka:
"Ah, kamu sih nerima tawaran mereka, tolak aja, kan kita juga lagi UTS, bayarannya sedikit juga, jangan mau diperbudak sekolah itu"

sumpah, ini jawaban jleb banget rasanya. Apalagi dua statemen terakhir, "bayarannya sedikit" dan "jangan mau diperbudak". Aku berhusnudzon ini cuma bercandaan. Tapi ini membuatku mikir.

Dan Pikirku saat itu:
Dari dulu aku ingin jadi guru, ingin punya sekolah. Karena menurutku, ini salah satu jalan terbaik untuk menyelamatkan dunia. Memperbaiki generasi.

"Generasi terbaik itu bukanlah generasi yang paling berprestasi melainkan generasi yang mampu mencetak generasi setelahnya lebih baik lagi hingga mampu mencetak generasi setelahnya lebih baik", by someone from SMAN 5 Surabaya

lagi UTS?
awalnya aku juga sedikit deg-degan, tapi aku cukup PD bisa mengatur jadwalnya, dan Alhamdulillah masih bisa, jadi entahlah, aku kurang mempermasalahkan ini, karena menurutku selama mau ngatur jadwal dengan baik inysaAllah gak masalah. apalagi UTS semester ini bener-bener semakin membuka mata tentang gurita dunia pendidikan yang ah, nanti aku post deh insyaAllah.
  
Diperbudak institusi?
Sebenernya, aku kalau ngajar gak pernah liat siapa yang nyuruh, tapi siapa yang aku ajar. Karena ketika di dalam kelas aku berkuasa lebih ketimbang siapa yang nyuruh aku ngajar. Apa yang aku sampaikan adalah tanggung jawabku. Ini bukan soal menerima uang dan aku bekerja, tapi ini soal memberi. Jadi maaf, aku tidak merasa diperbudak institusi. Urusan arsip-arsip nilai atau apalah itu belakangan. Intinya aku sudah memberi harapan, para murid sudah berharap, dan memberi harapan yang kosong apalagi untuk murid, insyaAllah itu bukan tipeku.

Urusan biaya itu juga belakangan. Kalau yang ini dari dulu juga udah gitu. Kalau diniatkan untuk uang, ya ingetnya sakit hati, hehe, kan cuma dapet dikit, dan cuma itu aja. Tapi kalau di niatkan untuk yang lain, insyaAllah berkah

"Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya" [HR Bukhari dan Muslim]

Ya, kata-kata mas itu bikin teringat oleh prinsip yang lain.

"Cukuplah peduli terhadap siapa yang kau ajar, bukan terhadap organisasi yang membuatmu bisa mengajar"

Bikin tambah semangat. Toh, bener juga, tidak bisa kita menyelamatkan dunia hanya dengan bermodal sandal, Jer Basuki Mawa Bea. Makasih mas, you make me thinking...

"No Pain No Gain", kata-kata yang banyak muncul di sekolah itu.

"Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri andayani", amazing quotes from Indonesian People, Ki Hadjar Dewantara


Red Gate, Todai University, mengingatkan pada kisah pendidikan yang bagus dari serial drama Dragon Zakura. ya sayangnya di serial itu sensei nya ceritanya lagi nyari uang --

Sahabat