Wanita di Mataku [4]

Dan,
Tidak,
Tidak Perlu,
Kau tidak perlu terlihat menarik dimataku,

Itu sama sekali tidak menarik malah,
wangi parfummu,
warna pakaianmu,
dandananmu,

bukan menjatuhkan pede,
tetapi tidak ingin menjadikanmu dalam 7 detik,

kami mudah tertarik,
bahkan dalam kelusuhan dan malam,

dan,
teori itu sudah cukup,
apalagi,
kau sudah paham...
 
plesir ke butik beli batik,
sembari diiring hujan rintik,

yang cantik itu yang tidak cantik,
cukup cerita untuk si cantik
 

Plegmatis?

ya, kata temen aku masih memiliki sifat plegmatis yang tinggi,
sifat yang cinta damai dan enggan bersinggungan dengan masalah,
lebih suka bilang maaf, daripada ini salah kamu,
lebih mudah melihat sosok positif orang daripada negatifnya,

hmm.. aku setuju sih,
tapi rasanya tidak 100% benar.
soalnya ada satu tipe manusia yang aku paling gak suka,
yang setiap melihat dan mengingat rasanya agak sesek,
dan untungnya seumur hidupku aku baru bertemu dengan 2-3 orang bertipe ini...

yakni:
"Guru yang buruk. yang mengajarkan keburukan. yang tidak bisa jadi teladan. yang menghina muridnya. yang menyuruh muridnya melakukan ini tapi dia melakukan itu"

mungkin ini karena aku terobsesi menjadi seorang guru, jadinya melihat sosok seperti yang diatas rasanya bener-bener bikin gerah, lebih gerah dari panas jogja saat ini,
na'udzubillah, semoa sahabat, keluarga, dan diriku terjaga dari sifat ini,

"Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan" [Ash-Shaff: 2]

Inget Tajwid

Malam ini lagi persiapan tes Kampus Tahfizh angkatan kedua, semester kemarin udah ikut, pingin nyoba lagi, bukannya sudah ada hadits:

"Sebaik-baik dari kalian, adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengamalkan" [HR. Bukhari]

Dan ketika membuka halaman ke 14 buku tahsin karya Ust. Effendi Anwar, disitu ada bab masalah tanwin atau nun sukun, ya materi izhar, ikhfa, dsb...

Dan kalau diinget-inget lagi, aku pertama kali mempelajari ini sudah lama banget, mungkin sebelum kelas 2 SD, di saat aku sendiri gak ngerti ini gunanya apa. Bahkan aku ngerasa baru tahu ini fungsinya apa ketika SMA..

Dan berbeda dengan surat Al-Fatihah yang dibaca setiap harinya, istilah-istilah tajwid kayak gini kan sebenernya jarang aku baca ya kan? seingetku, aku selama ini gak pernah nyempatin waktu untuk murajaah istilah-istilah izhar, ikhfa, dsb kecuali malam ini...

tapi.. kok bisa masih inget ya?

apa karena itu ku pelajari ketika masih kecil? ketika otak ini masih mudah menerima pelajaran?

wah, bisa jadi tuh, dan jadi inget sama postku sebelumnya di sini..
ini ternyata bisa menjadi bukti lain yang nyata..

Just Malioboro


Wanita di Mataku [3]

Aku pernah baca sebuah kisah, kisah nyata seorang wanita cantik, sebut saja namanya Aisyah, dia adalah seorang wanita yang memang diakui cantik, namun sayangnya dia bukan seorang tipe wanita yang sudah menutup aurat dengan sempurna, berjilbab lebar atau sejenisnya

Namun bagi Aisyah , kecantikan yang dia dapatkan tidak lantas membuatnya bangga setiap saat

"Kecantikan...,  apakah hanya itu yang dibanggakan para pria saat memiliki kaum hawa? tak bisa ku pungkiri, terkadang aku bangga dengan pemberian Tuhan padaku, terkadang aku merasa menang saat melihat tatapan iri teman-temanku saat aku mendapat perhatian atau keberuntungan yang lebih dari mereka. Tapi saat harga seorang wanita di mata pria hanya dilihat dengan penampilan, hatiku seakan menjerit memikirkannya.", Aisyah
*dalem banget*

dan kisahnya belum berhenti di situ, karena tentu saja seorang yang cantik tidak akan lepas dari yang namanya lelaki, di suatu hari ada seseorang lelaki yang mengajukan sebuah pertanyaan remaja sederhana, dia ingin menjadikan Aisyah sebagai pacarnya, tahukah apa yang dia lakukan? dia menulis surat kepada lelaki tersebut, ya, setelah sampai dua bulan dia bingung harus menjawab apa

sebuah surat yang cukup menarik, tapi maaf, nggak akan aku tulis semua isi suratnya, kepanjangan, hehe, aku tulis salah satu bagian yang menarik saja

"... Tapi, sejujurnya saya tidak ingin terilhat cantik dihadapan Akang, yang saya inginkan hanyalah terlihat berharga di mata Akang dan Ikhwan lainnya. Dan saat Akang melihat Aisyah dengan pandangan seperti itu, yang terjadi bukanlah menginginkan Aisyah menjalin hubungan yang dilarang oleh Allah subhanahu ta'ala. ...", Aisyah

ya, intinya dia menolak untuk dijadikan pacar, alasannya sederhana, Dia tidak ingin terlihat cantik di hadapan pria lainnya *wuush...

dulu aku pernah ditanya sih sama fuad a.k.a geragal sertu tentang wanita yang cantik itu seperti apa, dan aku dulu menjawab "wanita yang cantik itu yang gak sadar dirinya cantik", jadinya dia berharap para lelaki tidak mencintainya karena kecantikannya...

entahlah, bagiku ini luar biasa, sangat berkaitan dengan posku yang pertama disini

insyaAllah masih bersambung...

Panorama [1]: Surabaya

wuish, masih inget nih, gimana panasnya perempatan wonokromo,
udah lampu hijaunya nyala cuma sebentar lagi,
apalagi pas sore-sore jam pulang kerja,
macetnya,bikin kringetan, sumpek, capek,..

perempatan wonokromo dalam inkscape

#EdisiIngetSurabaya

Wanita di mataku [2]

*parah banget tugas metode statistika belum selesai malah nulis beginian..

wah, jadi ceirtanya gini, ternyata di posku sebelumnya yang mbahas cewek itu ternyata sedikit ambigu, banyak cewek yang jadi ngira aku merendahkan martabatnya, walah2..

lha perasaan aku ceritanya lebih nurunin martabat kami para lelaki... *sedih

ada sebuah pertanyaan tambahan,
"Apa semua lelaki melihat wanita, mencintai, dan menikahi hanya karena '7 detik' itu?"

jawabanku,
ya nggak laah...
ada juga para lelaki yang cukup sangar untuk mencintai bahkan tanpa melihat kecantikan wanita yang dicintai, mereka yang kadang terlihat diam dan nggak peduli, menunggu hingga saat yang pasti...
memastikan bahwa dia mencintai wanita tersebut bukan efek 7 detik...

melainkan karena benar-benar ingin menggenapkan separuh agamanya...
karena ingin teman yang bisa saling menasihati..
ingin saudara yang bisa saling berbagi...
yang mendukung dan mengobati...

emang nggak banyak sih spesies pria kayak gini..
aku aja nggak yakin aku tipe kayak gitu,
tapi, aku pernah ketemu dengan pria kayak gitu...
menurutku dia pejantan tangguh,
mungkin kalau aku seorang wanita... aku... #eh kayaknya aku tetep lebih suka jadi laki, hehe

Sahabat