Gemuruh Daun Lagi

Menjelang Ashar di balik Balairung
Sekian pekan yang lalu
Janjian bareng temen belajar Alajabar Vektor Matriks
Berdiri di depan pintu Mushalla kecil yang aku lupa namanya
Langit gelap bau hujan
Angin menggoyangkan daun pohon besar
Antara aku dan gedung tua itu
Titik air di bibir tanda hujan bercampur angin
Begitu deras sampai sosok gagahnya menjadi pudar

Hanya melamun

Berdiri

Menikmati

Sampai datang sekelompok kecil burung terbang
Tampak hitam membelakangi cahaya
Mereka terbang berkata
"Hujan hujanan, yeah"

ini hujan...
kenapa dia hujan-hujan?
eh, burung tidak terbang di saat hujan ya?
Dari mana mereka datang?

Dan Gemuruh daun, bukan, Sapaan Ghina menghapus semua tulisan di atas...

---
versi lain dari cerita Gemuruh Daun

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat