Mengenang Tsunami

karya kedua menggunakan freshpaint
Kejadian super dahsyat 8 Tahun lalu...
jadikan sebuah hikmah, betapa mudahnya Allah membalikkan dunia...
membuat air laut tidak diam di dataran rendah...
melainkan berlari menerkam manusia yang sok tinggi...
tidak ada yang bisa menghentikannya...
tangan manusia layaknya istana pasir yang mudah tersapu...

semoga Allah memberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan...
semoga Allah menjadikan kita lebih sadar...

Laron

Laron itu kasihan,
dia tertipu dengan surya buatan...

kita manusia..
lebih pintar...
jangan mau tertipu...

karya awal menggunakan FreshPaint + MSPaint

Windows 8 Painting Apps Review

Yah, karena baru install windows 8 yang lagi ngetren ini, aku langsung mencoba semua fiturnya, mulai dari short cut, tampilan metro menu yang baru, juga semua aplikasi metro bawaan windows 8...
jujur, buuueda banget dengan windows 7...



mulai dari panduan nginstall, sampai tampilan metronya berubah abis..
tapi setelah buka desktop, kerinduan akan windows 7 akan terjawab... tidak banyak perubahan di desktop ini...

aku gak akan bahas windows 8 di sini...
udah terlalu mainstream dan banyak di Internet...
jadi disini aku mau bahas salah satu fiturnya...
fitur yang paling menarik menurutku saat ini adalah windows store...
kita bisa download banyak aplikasi di sini as easy as you see...

karena kemarin malem (atau tepatnya pagi) internet lagi kenceng banget...
aku putusin (memutuskan) untuk download ketiga aplikasi untuk menggambar digital...

karena aku sedang dalam tahap "Licensed or Open Source" alias anti software bajakan.. aku download 3 aplikasi gratis dari windows store...
tampilan logo Metro style, yang Lazy Paint ada gambar kucing tidur

3 Aplikasi sejenis 'paint' versi metro style windows 8 itu...
- Fresh Paint, size > 60 Mb
- Lazy Paint, size > 30 Mb
- Sketchbook Express, > 7 Mb

Candu Belajar

Tidaaak, aku gak pernah se-frustasi/fustrasi/frustrasi/atau apalah itu namanya, ini....
akhir-akhir ini dibuat candu belajar...
ya, CANDU BELAJAR...
kalau banyak orang diluar sana, candu narkoba, tidur, main game atau hal lain,..
aku lagi terkena candu belajar!

lho bukannya itu bagus?
masalahnya aku hanya jadi belajar satu hal saja...
dan melupakan hal lain yang sebenernya juga harus dipelajari (prepare UAS)

dan aku juga banyak menyepelekan hal-hal yang kurang membuatku belajar,
contoh, blogging, atau ndesain-ndesain..

jadi, blog ini akan menjadi tembok kosong, untuk beberapa saat,
sampai aku sembuh dari penyakitku...

by the way..

ini kemarin sempet desain profpict bertemakan mendung...
terinspirasi saat keluar dari Masjid Al-Mustaqiim Baru, di daerah Sendowo Yogyakarta...
selepas shalat Maghrib, menatap langit, yang mendung, berawan, ungu...

desain ini sudah insya Allah halal 100%, aku gambar menggunakan MS Paint Windows 8 Pro, berlisensi non-Bajakan, dan monggo kalau mau pake, asal gak di corat-coret...

Desain Poster yang insya Allah Halal 100%
MENDUNG


Kehidupan Mahasiswa Seharusnya

Hampir satu semester aku lalui di Jurusan Ilmu Komputer UGM...
dan ini ada kesan-kesan yang menarik dan patut kita renungi, khususnya para mahasiswa...

WAKTU
sebagai anak kuliah, waktu luang kita sangat baanyaak, ketimbang ketika kita masih sekolah, seperti perkataannya Kira, di film Death Note, "Ketika kuliah nanti, aku punya banyak waktu untuk membunuh"
Nah, mungkin bagi yang belum kuliah, kalian akan merasa, "oh ya?"
dan sebagian besar yang sudah kuliah juga akan berkata, "oh ya?"
begitu besar nikmat waktu luang... dan begitu sedikit yang menyadarinya...

bukankah ada 2 nikmat yang paling sering dilalaikan manusia?
Kesehatan dan Waktu luang...

Sayangnya, aku menyadari hal ini, sedikit telat, hampir satu semester...
sungguh kesia-siaan waktu yang kudapat...

mengutip perkataanya, mbak Maul, mahasiswi ilkom yang pernah aku sms, di awal semester, dan baru ketemu di akhir semester...
"Manusia merasa waktunya kurang karena bangun kesiangan, coba bangunnya dari subuh"
(kurang lebih)

Ayo, sibukkan masa kuliah kita dengan belajar!

Belajar Android :)
KESEMPATAN
sebagai mahasiswa ilkom yang telat menyadari poin ini...
aku merasa rugi hampir menghabiskan masa satu semester untuk diam..
padahal, AKU INI KULIAH DI ILMU KOMPUTER...
seharusnya aku bisa belajar tentang ilmu komputer lebih intens...
tanya mas-mas, mbak-mbak, temen-temen, dosen...
lha kok malah, nyaris satu semester belum bisa nginstal OS... --"

AKU INI KULIAH DI UGM
lingkungan sekitar UGM merupakan lingkungan islami yang bagus...
tetapi nyatanya?
aku belum lancar berbahasa Arab, hafalanku belum bertambah banyak...
ilmuku masih kurang...
Astaghfirullah...

sadarilah kesempatan kita wahai anak kuliah..
manfaatkan keberadaan kita di lingkungan tersebut...
jadilah berbeda, jadilah luar biasa...
Ayo kita gunakan kesempatan kita ini sebaik mungkin...

dan inilah yang menjadi alasan aku jadi jarang nge-blog...
ya, karena ini...
mengejar ketertinggalan kemanfaatan di dunia kuliah..

semoga Allah memudahkan kita...

Islamic Art [24]: Perpisahan



Perpisahan itu pastikan?
maka, bersiaplah menghadapi perpisahan
janganlah kau berlebihan dalam
mencintai sesuatu



Cita-cita mahasiswa Ilkom [2]

Di dekat rukun Yamani,
duduklah empat remaja yang tampan rupawan,
berasal dari keluarga yang mulia.
Seakan-akan mereka adalah bagian dari perhiasan masjid, bersih pakaiannya dan menyatu hatinya.

Keempat remaja itu adalah Abdullah bin Zubair dan saudaranya yang bernama Mush’ab bin Zubair, saudaranya lagi bernama Urwah bin Zubair dan satu lagi Abdul Malik bin Marwan.

Pembiacaraan mereka semakin serius...
Kemudian seorang di antara mereka mengusulkan agar masing-masing mengemukakan cita-cita yang didambakannya...
Maka khayalan mereka melambung tinggi ke alam luas dan cita-cita mereka berputar mengitari taman hasrat mereka yang subur...

Mulailah Abdullah bin Zubair angkat bicara: “Cita-citaku adalah menguasai seluruh Hijaz dan menjadi khalifahnya.

Saudaranya, Mus’ab menyusulnya: “Keinginanku adalah dapat menguasai dua wilayah Irak dan tak ada yang merongrong kekuasaanku.”

Giliran Abdul Malik bin Marwan berkata, “Bila kalian berdua sudah merasa cukup dengan itu, maka aku tidak akan puas sebelum bisa menguasai seluruh dunia dan menjadi khalifah setelah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.

Sementara itu Urwah diam seribu bahasa, tak berkata sepatah pun. Semua mendekati dan bertanya, “Bagaimana denganmu, apa cita-citamu kelak wahai Urwah?”
Beliau berkata, “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi semua cita-cita dari urusan dunia kalian, aku ingin menjadi alim [orang berilmu yang mau beramal], sehingga orang-orang akan belajar dan mengambil ilmu tentang kitab Rabb-nya, sunah Nabi-Nya dan hukum-hukum agamanya dariku, lalu aku berhasil di akhirat dan memasuki surga dengan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Hari-hari berganti serasa cepat....
Kini Abdullah bin Zubair dibai’at menjadi khalifah menggantikan Yazid bin Mu’awiyah yang telah meninggal. Dia menjadi hakim atas Hijaz, Mesir, Yaman, Khurasan, dan Irak yang pada akhirnya terbunuh di Ka’bah, tak jauh dari tempatnya mengungkapkan cita-cita dahulu....

Sedangkan Mus’ab bin Zubair telah mengauasai Irak sepeninggal saudaranya Abdullah dan akhirnya juga terbunuh ketika mempertahankan wilayah kekuasaannya.

Adapun Abdul Malik bin Marwan, kini menjadi khalifah setelah terbunuhnya Abdullah bin Zubair dan saudaranya Mus’ab, setelah keduanya gugur di tangan pasukannya. Akhirnya, dia berhasil menjadi raja dunia terbesar pada masanya.

Bagaimana halnya dengan Urwah bin Zubair?

Urwah bin Zubair menjadi menara hidayah bagi kaum muslimin...
Menjadi penunjuk jalan kemenangan dan menjadi da’i selama hidupnya...
Perhatian beliau yang paling besar adalah mendidik anak-anaknya secara khusus dan generasi Islam secara umum...
Beliau tidak suka menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk memberikan petunjuk dan selalu mencurahkan nasihat demi kebaikan mereka....

--dicopy dan diedit dari kisahmuslim.com--

Cita-cita mahasiswa Ilkom

[salah satu sisi masjid kampus UGM]
Suatu hari ba'da dzuhur, di masjid Al-Hasanah, Utara Mirota kampus Yogyakarta....
sekelompok pemuda sedang mengobrol dengan seru melepas penat perkuliahan mereka...
sampai seorang pemuda menyeletuk tiba-tiba...

"Eh, Cita-citamu jadi apa?"

"Ya karena kita muslim, pantaslah tujuan kita ya masuk surga"

"Kurang konkrit, kalau di dunia"
"cita-cita gitu"

"Ehm..."

"Menurutku kalau kita bikin perusahaan kayak Apple gitu ya gak manfaat eh"
"Kan itu cuma tujuan dunia, gak ada unsur akhiratnya. Apa ya pekerjaan kita anak ilmu komputer yang bisa mendekatkan diri kita pada Allah?"

.....*kurang lebih seperti itu, sedikit lupa*.....

tiba-tiba kepikiran...
benar juga..
kalaupun aku bisa membuat perusahaan sebesar Apple atau Microsoft, apa aku yakin itu tujuan yang tepat khususnya bagi kita seorang muslim?
software-software yang nantinya aku buat pun hanya akan menjadi produk bagi kalangan atas yang mengerti tentang komputer...
limbah digital juga ikut aku semarakkan...
wah, ada yang salah....

tapi...
bagaimana jika bukan tentang produk?
tapi tentang keilmuan kita...
kita bisa menjadi pemimpin muslim dibidang IT...
kita bisa menjadi pakar strategi dalam dakwah Islam...
kita bisa membantu meningkatkan kualitas muslim dalam bidang IT...
kita bisa menyokong penuh sendi-sendi Islam dalam bidang IT...

maka, AYO!
niatkan dari sekarang untuk apa cita-citamu!...
jangan pernah sia-siakan hidupmu!...

Karena, apapun tujuan hidupmu...
apapun langkahmu...
akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak...

Sahabat