Ramadhan 1433H [3] Logika Optimasi

Ramadhan tidak lepas dengan berbuka puasa bukan?
bukan ramadhan namanya kalau gak berbuka...
nah, bicara tentang makan-makan, aku teringat dengan perkataan mas Rizki,

"Kalau mau cepet pesen jusnya 3 macam aja maksimal", kira-kira seperti itu...
jus pake s bukan z, artinya buah yang dihaluskan dikasih air dan dicerna dengan cara diminum

kenapa bisa begitu? timbul pertanyaan... //pak wisben
jadi karena biasanya tukang jual jus itu cuma punya satu blender, maka akan ada waktu mencuci gelas blender sebelum berpindah ke jus yang berbeda buah... off course itu akan memakan waktu, bayangin aja kalau ada 30 orang dan mereka pesen jus dengan buah yang beda-beda...
bisa keburu ilang nafsu ngejusnya...
tapi kalau mereka ngejus dengan buah yang sama kan lebih cepat, karena gak perlu nyuci dan gelas blender bisa diisi lebih penuh agar lebih cepat...

itu awal mula kalau ternyata "logika optimasi" bisa digunakan secara "real" di dunia nyata, bukan di atas kertas...dan aku pun menggunakannya...

bulan puasa minggu pertama aku pergi ke toko buku yang tidak ku sebut namanya...
dateng pagi, masih sepi, lihat-lihat, baca buku yang terbuka, mencatat beberapa poin penting di hp, mencari-cari buku bagus, pulang, enggak beli buku, buka internet, nyari ilmu tentang poin-poin tadi, pergi ke toko buku bekas beli buku bagus yang harganya tereferensi dari toko buku tadi.... optimal...

bulan puasa minggu pertama, habis tarawih bareng temen makan di Al-Akbar, dan dapet kedai prasmanan...
dan wait...
berpikir optimasi... loading...
kira-kira gimana ya penjual ini menghargai  masakannya?
jarang-jarang nih makan prasmanan, uang pas-pasan lagi...
apakah berdasarkan berapa banyak jenis makanan yang ku ambil?
atau seberapa banyak porsi makanan tiap jenis yang ku ambil?
atau malah keduanya...?
...loading...
sudahlah gak usah dipikir...
makan aja...
langsung ambil sayur secukupnya dan lauk juga satu jenis seperlunya...
waktu membayar...
ternyata...
logika failed...
//kenapa kok gak tak pikir dulu seh  --


sebuah inti dari cerita panjang lebar yang nyaris gak penting ini adalah...berpikirlah sebelum bertindak...ingat berpikir ini tidak sekadar "perlu tidaknya melakukan"...tetapi juga "bagaimana cara terbaik untuk melakukan"...

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat