Di kamarku

Di kamarku berukuran 3 x 2.5 Meter
Sendowo blok E no. 111 C
Aku menghadap barat
Duduk di tempat tidur dan menghadap laptop
Terpampang sisa getuk tadi siang di belakang laptopku
Juga tisu yang masih penuh dan uang receh dari saku celanaku
Mengenakan kaos merah kesukaanku juga celana Smala Sport
Dan dalam kondisi kenyang setelah menikmati lele goreng
Dengan suasana hening dan agak dingin
Sambil menunggu datangnya hari yang akan memulai segalanya
Aku ucapkan

"Jujur, aku bingung mau ngomong apa, ini hanya akan menjadi post yang menggantung, dan peluncuran kategori baru, Gamalife"

Surabaya, last episode

wah, sudah mau berangkat ke jogja gak kerasa,
Ini adalah episode terakhir postingan blog di Surabaya,

padahal banyak tempat di Surabaya yang pingin tak kunjungi dan belum kesampaian,
hidup 18 tahun di dekat Al-Akbar, gak membuatku sempat naik ke menaranya,
aku juga pingin menikmati pagi di taman pelangi A Yani...
yah, mungkin suatu saat nanti

dan enggak tahu kenapa kemarin aku kepikiran utnuk mengganti nama blog ini,
memulai semuanya dengan baru, di kota baru, teman baru, kehidupan baru...
#infoGakPenting

Yah, jujur saja, aku mulai merindukan banyak teman di sini, teman-teman SD, SMP, SMA, Adik kelas, kakak kelas, keluarga, guru-guru, orang-orang yang gak dikenal yang sering keluar di postingku, di depan mataku, di mimpiku, atau di manapun itu, juga semua makhluk ciptaan Allah di sekitarku yang mungkin akan berbeda di jogja nanti,..
tapi tak apa, rasa rindu ini aku yakin nantinya bisa membuatku menjadi lebih dewasa...

Dan, pesan terakhir sebelum berangkat,
kalau misal ada utang-utang atau urusan yang belum tak selesaikan tolong sms ya,

Selamat tinggal Surabaya

"Melangkah ke kota baru, menggapai mimpi"

Bismillahirrahmanirrahiim


---
eh, ternyata ini postingku ke 250 loh.. selamat posting ke 250 :)

Pak Nurys Syamsi

Pak Nurisy Syamsi. Wah-wah, gak nyangka, orang kedua yang mulai ku kangenin setelah lulus SMA adalah Pak Nurisy Syamsi, Beliau adalah guru bahasa Indonesia di Sekolah Mujahidin sama BKB Nurul Fikri...
Beliau itu orang pertama yang bikin aku stres dengan bahasa Indonesia...

waktu itu tes pertama di Nurul Fikri, cuma 7 soal...
cuma tentang ejaan, pelajaran SD bung...
skoringnya bener +4 salah -1,..
dan aku dapet skor...

-7

ya, minus tujuh, --"
kalau kalian kira itu bagus, sebenernya skor itu cuma bisa didapat dengan 1 cara, menjawab salah semua...

tapi, itu yang bikin aku bertekad, selalu datang di kelas Pak Nurisy, berdiskusi dengan beliau,
belajar nggetu di rumah, dan semangat untuk belajar bahasa Indonesia...
memunculkan motivasi untuk menjaga kebudayaan kita, yah, bahasa Indonesia...

sampai sekarang, rasanya belajar bahasa Indonesia itu bukan seperti belajar...
itu terlalu menyenangkan...
Beliau adalah sosok dengan pemikiran yang tajam dan penyampaian yang luar biasa mudah dimengerti...
begitu sistematis dan indah...
seakan pelajaran bahasa Indonesia itu seperti matematika yang bisa dilatih logikanya dan dihafal rumusnya...
Beliau juga tidak pernah menolak setiap pertanyaan yang aku ajuin via sms atau ketika bertatap muka dengan beliau walau bukan jam pelajarannya...

Dan kemarin aku dimintai tolong adekku untuk mereivew surat resmi tulisan adekku
Dan itu membuatku rindu dengan beliau
Semoga masih diberi kesempatan bertemu lagi,
Terima kasih pak, maaf saya belum pamitan...

Re-Post Islamic Art [8] Tolong...

Tolong... Cerita-ilmuku.blogspot.com


Dari Abdullah bin Umar bin khatab dari Nabi Saw, sesungguhnya Allah menerima taubat seoarang hamba selama nyawanya belum sampai kekerongkongan mereka [HR.Tirmizi]

Jaga semangat ini...
semangat menyucikan diri...
ketika tinta hitam itu datang...
setidaknya kalian punya pembersihnya...


Islamic Art [21] End of Ramadhan


Sebuah akhir dari Ramadhan
kita tidak bisa menghentikan
ambillah sebuah oleh-oleh
sebuah kebiasaan baru
mengaji setiap hari
shalat malam
tak usahlah banyak
yang penting komitmen
dan teruskan
walau sedikit yang penting istiqomah

Read Me


Kembali ke puluhan tahun yang lalu...
di mana debu yang sekarang berada di makam perjuangan,
masih bergerak dan memperjuangkan kehidupan negara ini...
di mana kita yang melupakan mereka ini, masih jauh dari kehidupan di dalam rahim...
disaat sebuah gerakan kuat menghantam dan menggegerkan dunia dan itu semua dari tanah kita...
tanpa rasa takut, gentar, cemas menghadapi penjajah...
karena mereka tahu,
keringat para BKR,...
darah Panglima Sudirman,...
harta warga Bandung,...
keluarga Jenderal Nasution,...
bahkan kematian Komodor Yos Sudarso,...
itu semua mereka berikan....
sebagai hadiah kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia...
maka... apa hadiah kita untuk ulang tahun RI hari ini?

Function

Sakit hati itu tentu terasa...
ketika kau menerima sebuah kenyataan mengecewakan...
tentang keberadaannya...
yang seharusnya sesuai dengan fungsi...
dimana menerbangkan ketika kau jatuh...
dan menjatuhkan ketika kau terbang terlalu tinggi...
ternyata hanyalah pemanis penghibur hati...
memberi tampilan palsu...
terus mengangkatmu tinggi..
ke luar atmosfer...
hingga mati, karena jatuh, karena tidak ada oksigen...

Untuk Indonesia untuk adek-adekku

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisaTapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenganglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

[Krawang-Bekasi, Chairil Anwar]

Nemu puisi bagus itu pas lagi search tentang makna kemerdekaan bagi orang-orang terdahulu...
Dan persiapan buat kemerdekaan RI besok,...

setelah didalami maknanya, kok ini jadi cocok juga untuk pesan buat adek-adekku...
di Smala, di SKI, di Robotika, di Olimpiade, di Kelas XII, di Kelas XI, di Kelas X, di Rumah....
Aku sudah terlalu tua dek dan giliranku juga sudah selesai...
2 minggu lagi aku akan memulai langkah baru, di Kota Pelajar...
menjadi adek dari mbak-mas baru...
sebelum aku lupa, sibuk, atau pulsa internet ini habis...
maka, aku ingin berpesan...
untuk semua adek-adekku...
untuk...
jangan contoh aku ya...
aku adalah contoh buruk bagi kalian...
kalian harus bisa lebih baik dari jasad berdebu ini...
jadikanlah tulang belulang ini sebagai alas kalian berjalan...
melangkah... memaknai... menuju impian... dan memberikan kami arti...

Ramadhan 1433 H [4] Tarawih

Shalat tarawih itu kayak grafiknya - tan x | 90 < x < 180
dengan sumbu x itu waktu dan sumbu y itu jamaah shalat
gak semua masjid seh, yang menerapkan grafik itu
beberapa pake grafik linier dengan gradien minus atau grafik x saja
selama ini belum pernah bertemu yang gradiennya positif atau malah grafik y=x^2
semoga saja ada di dunia ini...

dan satu lagi kritik tentang shalat tarawih Indonesia
dalam buku Sifat shalat nabi karya Syaikh Albani,
beliau menuliskan berdasarkan hadits riwayat Abu Daud bahwa Rasulullah, membaca Al-fatiha dengan ayat demi ayat, tidak menyambungnya, apalagi membacanya dengan satu tarikan napas...

lihat referensi lain di sini

Iklan Axis Hap Ramadhan 1433H

sudah lihat episode -mungkin- terakhir dari petualangan Hap di iklan Axis?
gimana pendapat kalian?
kalau seandainya ada pemilihan iklan ramadhan terbaik tahun ini...
dan aku jurinya..
aku ambil deh iklan Hap ini sebagai juaranya...

sedikit review:
iklan bermula ketika hap pingin jadi kiper, gak tahu gimana kayaknya bakat jadi kiper itu sudah ada sejak lahir, selama 2 episode Hap gagal untuk jadi kiper, sampai akhirnya di episode terakhir, dia berhasil, yah, berhasil, tapi tetap enggak jadi kiper... dia berhasil memanfaatkan ilmunya untuk hal lain, bahkan sampai mbuka Hap Academy,..

sumpah, mesti terharu inget cerita ini...
bayangin aja, ini di luar dugaan, aku tahu pasti akan berakhir bahagia...
tapi gak nyangka seperti ini..

iklan ini mengingatkan kita dengan firman Allah Q.S Al-Baqarah: 216
pernah aku buat Islamic Artnya di link ini

ini sesuatu banget bagi kita yang baru saja mengalami SNMPTN, sebuah batasan yang dibuat pemerintah untuk para pemuda-pemudi yang ingin melanjutkan mimpi ke jenjang kuliah

Dan, jangan pernah bilang aku di sini promosi provider kartu ini,...
tidak, aku bukanlah pengguna, bahkan tidak keluargaku...
tapi, iklan ini memang bagus...
dan cobalah untuk mengambil hikmah di setiap mata memandang, di balik setiap cobaan...

Sebuah happy ending itu selalu ada, tapi, tidak selalu mudah ditebak...

My Lady

Dia orang pertama yang ku ingat namanya di kelasku...
Tentu, karena aku gak tahu kalau Nurulita ada di sana...
Dan dia orang pertama yang -jujur- kurindukan setelah perpisahan ini...
Kesan pertama melihatnya, dia adalah orang yang sederhana dan sopan...
Orang yang rendah hati dan mungkin menyenangkan...
Dan ternyata itu terbukti setelah tiga tahun ini...
Dia menjadi sosok luar biasa...
Seseorang yang tabah dan tenang...
Tidak terlalu mudah terpengaruh...
Pemberi tawa dan juga keseriusan...
Dengan pemikiran yang tidak terlalu jauh beda...

Kemarin aku bersungguh-sungguh betul untuk ke bandara...
Karena dia di sana, dan setidaknya aku ingin bisa memberi ucapan perpisahan...
Setelah dia banyak menginspirasi...
Tentang persahabatan..
Tentang ketekunan...
Dan tentang menjadi sosok yang diingat...

Mungkin seperti inilah persahabatan, maaf, kekeluargaan...
Dimana perpisahan selalu menjadi part paling sulit...
Dan semoga dia sukses di sana...
Berhasil...
Karena satu lagi manusia yang ku kenang dari SMAN 5 Surabaya...
My Lady It's not a Lady...

Ramadhan 1433H [3] Logika Optimasi

Ramadhan tidak lepas dengan berbuka puasa bukan?
bukan ramadhan namanya kalau gak berbuka...
nah, bicara tentang makan-makan, aku teringat dengan perkataan mas Rizki,

"Kalau mau cepet pesen jusnya 3 macam aja maksimal", kira-kira seperti itu...
jus pake s bukan z, artinya buah yang dihaluskan dikasih air dan dicerna dengan cara diminum

kenapa bisa begitu? timbul pertanyaan... //pak wisben
jadi karena biasanya tukang jual jus itu cuma punya satu blender, maka akan ada waktu mencuci gelas blender sebelum berpindah ke jus yang berbeda buah... off course itu akan memakan waktu, bayangin aja kalau ada 30 orang dan mereka pesen jus dengan buah yang beda-beda...
bisa keburu ilang nafsu ngejusnya...
tapi kalau mereka ngejus dengan buah yang sama kan lebih cepat, karena gak perlu nyuci dan gelas blender bisa diisi lebih penuh agar lebih cepat...

itu awal mula kalau ternyata "logika optimasi" bisa digunakan secara "real" di dunia nyata, bukan di atas kertas...dan aku pun menggunakannya...

bulan puasa minggu pertama aku pergi ke toko buku yang tidak ku sebut namanya...
dateng pagi, masih sepi, lihat-lihat, baca buku yang terbuka, mencatat beberapa poin penting di hp, mencari-cari buku bagus, pulang, enggak beli buku, buka internet, nyari ilmu tentang poin-poin tadi, pergi ke toko buku bekas beli buku bagus yang harganya tereferensi dari toko buku tadi.... optimal...

bulan puasa minggu pertama, habis tarawih bareng temen makan di Al-Akbar, dan dapet kedai prasmanan...
dan wait...
berpikir optimasi... loading...
kira-kira gimana ya penjual ini menghargai  masakannya?
jarang-jarang nih makan prasmanan, uang pas-pasan lagi...
apakah berdasarkan berapa banyak jenis makanan yang ku ambil?
atau seberapa banyak porsi makanan tiap jenis yang ku ambil?
atau malah keduanya...?
...loading...
sudahlah gak usah dipikir...
makan aja...
langsung ambil sayur secukupnya dan lauk juga satu jenis seperlunya...
waktu membayar...
ternyata...
logika failed...
//kenapa kok gak tak pikir dulu seh  --


sebuah inti dari cerita panjang lebar yang nyaris gak penting ini adalah...berpikirlah sebelum bertindak...ingat berpikir ini tidak sekadar "perlu tidaknya melakukan"...tetapi juga "bagaimana cara terbaik untuk melakukan"...

Ramadhan 1433H [2] Cobaan

Dari Mush’ab bin Sa’id (seorang tabi’in) dari ayahnya, ia berkata,
"Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?"
Beliau menjawab,
"Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa."
[HR. Tirmidzi no. 2398]

Dapet pelajaran besar tentang sebuah ujian dan cobaan...
Dari seorang teman yang insya Allah tak terlupakan...
Begitu besar ujian yang menimpanya...
Membuatku minder, merasa begitu kokohnya iman dia...
Sedangkan aku, aku masih jauh, berada jauh di level belakang...

Sahabat