Wanita tua di Trotoar

Selepas maghriib...
hari mulai gelap...
Surabaya mulai dihiasi lampu-lampu jalanan...
hilangnya matahari membuat sel batang mataku mesti menyesuaikan diri...

tapi itu tidak membuatku seolah tidak melihat...
aku yakin tidak hanya aku yang melihatnya...
wanita tua di trotar...

sembari menunggu lampu merah menghijau...
ku melihat wajahnya yang lelah...
mungkin kah dia tidur?
karena letih menghadapi kerasnya aspal dan hitam putihnya zebra cross...
pakaiannya terlihat lusuh...
apa dia pengemis? atau hanya perantau jauh yang bingung beristirahat dimana?

Ku lihat di depan banyak mobil-mobil terdiam..
dan juga pengendara motor yang memperhatikan jamnya...
dua dari mereka mengobrol dengan suara yang agak keras...
sedikit membuat wanita tua itu terlihat penasaran...

lampu hijau pun menyala cukup mengagetkan...
ku rasa ku sempat melamun...
sambil bergerak aku masih memperhatikan wanita itu...
dia cukup memberi banyak renungan...

bagaimana nanti ya ketika aku mulai tua?

akankah aku menjadi orang-orang yang sendiri menghadapi hidup...
tanpa saudara...
tanpa keluarga...
tanpa orang tua...
berjuang sendiri membunuh waktu...
hanya mengobrol dengan tetangga yang sebenarnya hanya kasihan dengan ku...

atau aku malah menjadi seseorang yang menghabiskan teh hangat setiap sore...
didampingi istri yang penuh cinta...
dengan senyuman cucu-cucuku...
membuat ku merasa begitu berharga...
merasa enggan kehilangan mereka...

atau mungkin... aku menjadi direktur besar...
yang mengisi sorenya di hadapan laptop..
di dalam mobilnya...
melintasi perempatan tanpa berkedip...
lupa seberapa tuanya aku...
tak memedulikan lagi...
wanita tua di trotoar...

-------------------------
ilustrasi gambar dari ericamascalova.com

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat