MS Paint Art

Akhir-akhir ini suka gambar pake MS Paint...
nggambar pake MS Paint itu berasa nglukis...
jadi mesti perhatiin pake alat apa, komposisi warna, sampai urutan mana yang mesti di lukis dulu...
seru lo...coba deh...

mohon kritikan untuk karyaku...

Bulan Laut

Silence Dead

Golden Sky

Ladang Mentari

Grey Oryx

Time Waktu

Kontribusi

[n] (1) uang iuran (kpd perkumpulan dsb); (2) sumbangan

Menurutku,
Kontribusi itu amalan atau sesuatu yang kita lakukan dengan niatan tulus untuk seseorang/lembaga, ingat dengan niatan tulus untuk seseorang/lembaga.

Menurutmu apa?

Kamu sudah berkontribusi?

Bersamamu

Sudah dua tahun aku bersamamu...
aku ingat, rumah Ega, menjadi saksi bisu awal pertemuan kita
teman-teman dekatku menjadi saksi hidup kebersamaan kita
sungguh indah masa-masa yang kita lalui itu

Dengan diterimanya ijazah ini oleh orang tuaku
maka itu menjadi peringatan sebuah akhir perjalanan...

aku bermimpi ingin mengajakmu ke Jogja suatu hari...
mengantarkanku kuliah...
di kota penuh cinta dan kenangan...

masih mungkinkah impian itu terkabul...
hanya Allah yang tahu...

sedih..
kehilangan dirimu bukan berarti karena aku begitu cinta denganmu...
bukan...
tapi, kehilanganmu membuatku merasa telah mengecewakanmu...
mengecewakan orang-orang di sekitarku...
membuatku lebih merasa bersalah dari pada kehilangan...

kehilanganmu, akan menajdi pelajaran besar bagi hidupku...
semoga juga bagi orang lain...

nikmat itu melalui tenggorokanmu tanpa terasa...
hingga kau merasa sakit karena kehilangan...

Ini kartunya

Di Sidosermo...
Dia duduk di bangku tua dengan wajah lelah...
Berteduh di bawah atap menara...
Berteduh dari sudut panas puncak mentari...
Sembari menunggu tergelincirnya dan tersimpuhnya...

Menyapa setiap pengendara yang datang...
Dengan senyum ringan yang tampak sejuk...
Tersenyum sedikit bergerak...
Tak tampak jelas oleh mataku...
Tapi ku tahu Beliau berkata Assalamu'alaikum...

Sangat ramah...
Membuat hati tetap tenang...
Setelah berlabuh dan akan kembali menuju gelombang hidup...
Membuat mata tersenyum setiap mengingatnya...


Sungguh, apa yang membuat ia seperti itu...
Ia hanyalah pria tua...
Dengan pakaian lusuh...
Penjaga parkir Nurul Iman...
Menyejukkan masjid itu dari gerbang utama...

Etika Di Dunia Maya...

"Di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung"

Berdiskusi dengan banyak orang membuatku semakin mantap memahami tentang etika berinternet...
Internet merupakan dunia yang berbeda, berbeda dengan dunia yang kita tempati saat ini...
dan seperti peribahasa di atas...
maka pasti ada ETIKA yang perlu ditaati... INGAT, DITAATI !!

banyak dari kita yang seakan tidak sadar dan menganggap dunia maya = dunia kita...

beda bung...

mari kita perhatikan perbedaannya...
Kita fokuskan pembicaraan etika dunia maya di social network...
sebuah website yang pasti sering dibuka teman-teman...
apa sih tujuan social network?
menjalin kekerabatan via dunia maya? betul...
tapi, ternyata, hampir di semua social network, menggunakan konsep yang sama...
untuk mendekatkan hubungan dan kekerabatan, mereka menganggap itu bisa di capai dengan cara membiarkan orang lain mengikuti dan mengetahui setiap aktivitas kita...

itu salah...

berikut aku sajikan sedikit perbedaan etika yang mesti kalian lihat dan sadari...
----------------------------------------------

Kronologi

Berawal gak sengaja kepencet untuk mengganti model profil facebook...
lalu karena penasaran ku teruskan untuk mencoba...

salah satu kelemahan dari facebook timeline, atau kronologi, ini adalah begitu terbukanya privasi kita yang masa lalu. Cukup klik ini dan itu, semua percakapan kita yang pertama kali kita ucapkan di facebook bisa terlihat...
jadi, sekalian refreshing, ku hapusin satu-satu post-post aneh itu...

sambil menghapus aku mulai berjalan mundur..
dan melihat sebuah kronolgi...

Aku melihat percakapan pertamaku di Smala...
aku mengenal anak smala pertama melalui FB, Nurulita Aisyah...
dan siapa sangka, dia menjadi teman sekelasku...

Trie Sony K dan Fakhrudin Wira, teman laki-laki FB pertama dari smala...
weh, mereka anak yang friendly...
cukup lucu melihat percakapanku... hehe
Sony temen se-bridge ku... Wira temen se-perjuangan...

Milady dan Radja Polem, eh, mereka dulu anak robotika lo...
sempet repot pas diklat dan saling membantu setiap tugas...

Asrori dan wahyu, temen SMP terbaikku yang masih kontak-kontakan...
dan masih terus memotivasi...
menyemangatiku yang sangat pesimis...
bagaimana kabar kalian?

Temen-temen SMP lain yang ngucapin selamat karena berhasil masuk smala...

Dan Bagaimana SSKI menjadi Very Hot Topic, sebuah kondisi islami yang luar biasa...

Bagaimana Rubik menjadi Hot Trend...

Bagaimana sejarah memberi semangat...

Bagaimana sejarah menjadi renungan...

Bagaimana sejarah menjadi peristiwa, yang tak akan terulang...



Kronologi...

Wanita tua di Trotoar

Selepas maghriib...
hari mulai gelap...
Surabaya mulai dihiasi lampu-lampu jalanan...
hilangnya matahari membuat sel batang mataku mesti menyesuaikan diri...

tapi itu tidak membuatku seolah tidak melihat...
aku yakin tidak hanya aku yang melihatnya...
wanita tua di trotar...

sembari menunggu lampu merah menghijau...
ku melihat wajahnya yang lelah...
mungkin kah dia tidur?
karena letih menghadapi kerasnya aspal dan hitam putihnya zebra cross...
pakaiannya terlihat lusuh...
apa dia pengemis? atau hanya perantau jauh yang bingung beristirahat dimana?

Ku lihat di depan banyak mobil-mobil terdiam..
dan juga pengendara motor yang memperhatikan jamnya...
dua dari mereka mengobrol dengan suara yang agak keras...
sedikit membuat wanita tua itu terlihat penasaran...

lampu hijau pun menyala cukup mengagetkan...
ku rasa ku sempat melamun...
sambil bergerak aku masih memperhatikan wanita itu...
dia cukup memberi banyak renungan...

bagaimana nanti ya ketika aku mulai tua?

akankah aku menjadi orang-orang yang sendiri menghadapi hidup...
tanpa saudara...
tanpa keluarga...
tanpa orang tua...
berjuang sendiri membunuh waktu...
hanya mengobrol dengan tetangga yang sebenarnya hanya kasihan dengan ku...

atau aku malah menjadi seseorang yang menghabiskan teh hangat setiap sore...
didampingi istri yang penuh cinta...
dengan senyuman cucu-cucuku...
membuat ku merasa begitu berharga...
merasa enggan kehilangan mereka...

atau mungkin... aku menjadi direktur besar...
yang mengisi sorenya di hadapan laptop..
di dalam mobilnya...
melintasi perempatan tanpa berkedip...
lupa seberapa tuanya aku...
tak memedulikan lagi...
wanita tua di trotoar...

-------------------------
ilustrasi gambar dari ericamascalova.com

Sahabat