Our Turn...

"Every great magic trick consists of three parts or acts. The first part is called "The Pledge". The magician shows you something ordinary: a deck of cards, a bird or a man. He shows you this object. Perhaps he asks you to inspect it to see if it is indeed real, unaltered, normal. But of course... it probably isn't. The second act is called "The Turn". The magician takes the ordinary something and makes it do something extraordinary. Now you're looking for the secret... but you won't find it, because of course you're not really looking. You don't really want to know. You want to be fooled. But you wouldn't clap yet. Because making something disappear isn't enough; you have to bring it back. That's why every magic trick has a third act, the hardest part, the part we call "The Prestige"."

menciptakan akhir yang luar biasa itu baguskan?
seperti bagaimana akhir perjuangan Rasulullah shalallahu 'alahi wassalam...
kehidupan kuliah sebentar lagi akan kita tempuh...
kehidupan kuliah merupakan awal kita bertemu dengan kenyataan dunia...
part dimana kita sudah memilih jalan kita....
part disaat rencana bertemu dengan kenyataan...
part yang tidak bisa disepelekan...the Pledge...

aku salut dengan orang-orang yang sudah mempunyai mimpi jauh...
seperti menikah umur sekian, bekerja di mana, atau malah punya anak berapa...
mimpi seperti itu yang bisa mengarahkan dia...
meneguhkan dia dari keterombang-ambingan dunia...
dari buruknya kenyataan di luar sana...
tidak sekadar ikut-ikutan teman...
atau terpaksa oleh sistem...
menciptakan sebuah tindakan baik...
yang diharapkan...
called The Turn...

kita angkatan 2012...
setelah ini, entah kapan dan dimana lagi kita akan bertemu...
terlalu luas waktu dan ruang diluar sana yang akan kita tembus...
mungkin salah satu dari kita gak akan bertemu lagi selamanya...

semoga, dimanapun kita berada...
kita masih bisa mengamalkan semua ajaran yang kita dapat selama ini...
di SD, SMP, SMAN 5 Surabaya...
karena itu adalah inti belajar, yaitu mengamalkan...
memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, sahabat, masyarakat, dan negara...
menjadi bermanfaat...
menunjukan pada dunia, The Prestige...

Islamic Art [17]: Lingkungan...

Sudah cukup banyak orang yang berubah
terpengaruh lingkungan
menjadi lebih baik
atau sangat buruk

Movie!!

Entah kenapa kepenatan pra-SNMPTN ini membuatku memilih film sebagai perisitirahatan...
dengan memegang teori
"Di SNMPTN yang kalian butuhkan bukan grammar, tetapi pemahaman bahasa Inggris yang baik"
dan aku memilih solusi untuk belajar dengan memahami subtitle film...
walau sebenarnya Guru bahasa Inggrisku menyarankan untuk membaca buku atau artikel luar...

Dan setelah solusi dan diskusi dengan Mas Rizki [Guru TIK, eh, maaf, mantan guru] yang punya pengalaman perfilman yang bagus, akhirnya aku menonton banyak film yang menurut beliau bagus...

Dan setelah sekian (gak) lama menonton, aku jadi pingin membuat daftar film-film bagus dan "LAYAK" untuk ditonton, bukan film porno atau horor gak jelas yang gak ada manfaat nontonnya...

berikut listnya...

1. Hello Ghost, best ending, best movie, prepare your tissue paper... 
2. My Name is Khan, Proud to be Muslim... 
3. Rang de Basanti, a friendship and a spirit... 
4. Remember the Titans, true story to change the world...
5. Dragon Zakura, a Dreams... 
6. 3 Idiots, Believe with your self... 
7. Mulan, it's not about honor... 
8. Like Star on Earth (Taare zameen par), Every Child is Special...


mungkin delapan dulu aja..
jangan kebanyakan nonton film...

satu pesan sebelum kalian lihat film-film ini...
aku harap,...
kalian niatkan menonton film ini untuk refreshing sekaligus belajar bahasa inggris...
aku enggak pingin kalian nonton film-film ini dengan subtitle bahasa Indonesia...
atau kalian niatkan untuk mengambil hikmah di dalamnya...
jangan memaksakan diri... gunakan waktu sebaik mungkin..
sekiranya ini tidak penting, tak usah kalian tonton...

semoga ada kemajuan di kemampuan bahasa Inggris kalian,...

Menurutmu? Agama itu...

Copas artikel dari blognya Mbak Vivin...

"Cukup sering aku mendengar komentar orang, baik teman maupun asing, yang kurang lebih berkata begini, “Aku beragama, tapi ya yang biasa aja, nggak yang berlebihan kayak mereka.”

‘Mereka’ di sini biasanya merujuk pada orang-orang tertentu yang dipandang ‘religius banget’. Bagi yang muslim, mereka biasanya dilabeli sebagai ‘anak rohis’, ‘anak ski’, atau ‘anak masjid’. ‘Berlebihan’ sering juga digantikan dengan kata ‘lebay’ yang konotasinya lebih negatif.

Apalagi kalau komentar itu ditambahi justifikasi begini, “Kan yang berlebihan itu nggak baik!” Duh, sedihnya lipat-lipat deh.

Aku ingin menitikberatkan pembahasan pada kata-kata yang kucetak miring.
Pertama, sebenarnya apa sih ‘beragama secara biasa aja’ itu? Apa juga maksudnya ‘beragama secara berlebihan’?

Bagiku sederhana saja. Kita harus tahu dulu ‘beragama’ itu seperti apa, dan standar-standarnya bagaimana. Barulah kita bisa menentukan apa yang ‘biasa aja’ dan apa yang ‘berlebihan’. Ini seperti kalau kita mau mencuci dengan deterjen. Kita harus baca petunjuknya dulu lah baru bisa tahu seberapa takaran yang ‘biasa’ dan seberapa takaran yang ‘berlebihan’.

Lha tapi orang-orang yang sedang dalam perjalanan mencari tahu ini sering kali malah dilabeli ‘berlebihan’ duluan. Bingung kan?

Hal kedua yang perlu direnungi adalah konsep berlebihan itu sendiri. Bedakan ‘berlebihan’ dan ‘mulia’! Berlebihan itu seperti orang yang menghambur-hamburkan uang dengan percuma. Mulia itu seperti orang yang menghambur-hamburkan uang untuk membantu orang lain, bahkan saat dirinya sendiri dalam kesempitan. Bisa ditangkap? Jadi, please, melaksanakan ibadah sunnah (apalagi ibadah wajib) itu bukan berlebihan!"

Hanya ada dua pilihan masuk akal: beragama secara total atau sekalian tidak sama sekali. Memilih suatu standar di tengah keduanya adalah hal yang aneh. Seriously.

----akhir copas-makasih Mbak-----

Akhir-akhir ini aku sering nonton film...
bukan buat buang-buang waktu...
sekadar refreshing dan belajar bahasa Inggris...
salah satu film yang ku tonton adaalah film 'My Name is Khan'...
ini film bagus...
dan juga salah satu quote nya...

Prayer should never depend upon the place or the people
it should depend only on your belief, Rizvan Khan, My name is Khan...


SMAN 5 Surabaya

SMAN 5 Surabaya. Setelah mencoba bercerita tentang SMAN 5 Surabaya melalui tag aku_smalane
dan berhasil menerbitkan -hanya- tujuh artikel tentang sekolahku:
Logo smala hand made
  1. Aku Smalane
  2. Belajar di SMAN 5 Surabaya
  3. Pelajaran di SMAN 5 Surabaya
  4. Sub Seksi
  5. Olimpiade
  6. Never Sleep
  7. Kehidupan di sini

Dan Posting ini 'mungkin' akan menjadi yang terakhir dari seri aku_smalane
masih 'mungkin',... bukan karena blog ini labil... bukan...
tapi karena cerita di SMAN 5 Surabaya (smala) yang tidak pernah berakhir...
dari merah sampai ungu
dari satu sampai sembilan
dari subuh sampai senja
dari Hidrogen sampai Radon
dari 3 Idiots sampai Dragon Sakura
tak ada yang mengatakan cerita ini akan berakhir...

Post ini akan memberi rangkuman..
untuk adik-adik SMP yang ingin masuk Smala atau orang tua yang meragukan apa yang ada di dalam gedung di jalan kusuma bangsa....

Kenapa Harus Masuk SMAN 5 Surabaya?
  • Merupakan salah satu sekolah terbaik di Indonesia (menurutku)
  • Memiliki guru-guru berkualitas, bersemangat, berbeda, dan luar biasa.
  • Wadah bagi lebih dari 23 Sub seksi, tempat penyalur bakat dan minat siswa (Akademik ataupun non-Akademik)
  • Sekolah yang heterogen, dengan beragam siswa dan budaya
  • Memiliki kondisi psikologis yang baik, insya Allah, kalian tidak akan menemukan siswa merokok, minum-minuman keras, ataupun suka tawuran
  • Wilayah strategis, LBB, Bank, Mall, Taman hiburan, Stasiun, Kos-kosan, Halte, semua terjangkau, bahkan dengan jalan kaki
  • Fasilitas lengkap dan memadai
  • Tidak dipungut biaya SPP
  • Sangat mendukung bagi kalian yang ingin mengembangkan kemampuan softskill (Komunikasi, Interpersonal, Hubungan masyarakat) karena di Smala kalian tidak hanya bisa mengembangkan hardskill tapi juga softskill (berorganisasi)

Kenapa Tidak Harus Masuk SMAN 5 Surabaya?
  • Berada di pusat kota, sehingga dalam momen-momen tertentu akan menjadi bising
  • Menjadi pusat kegiatan dari luar, terkadang kalian akan melihat ada panggung raksasa di lapangan, terop, atau orang-orang berpakaian rapi yang tidak kalian kenal, jujur saja, terkadang ini sangat mengganggu
  • Kondisi persaingan yang sangat ketat, apalagi pada tahun-tahun terakhir, mengingat siswa-siswa Smala merupakan siswa yang memiliki kemampuan kompetisi besar
  • Mungkin kalian akan sulit menyeimbangkan waktu dalam pengembangan softskill dengan hardskill. Tapi mungkin juga efek ini hanya akan muncul beberapa hari di awal. 
  • Dan sebuah poin, sekolah ini luar biasa... sangat luar biasa... tapi jangan pernah berpikir, dengan kalian masuk ke sekolah ini bukan berarti kalian adalah orang yang luar biasa, belum tentu... ini tergantung pada diri kalian dan bagaimana kalian menganggap Smala... sebagai teman? keluarga? tempat belajar? atau hanya jabatan yang pantas dibanggakan...

Lelaki tua di penyeberangan

Ngapain ya?
mau nyeberang kah?
nunggu angkot kah?
bus kah?

Ngapain ya?
mau mudik kah?
jalan-jalan kah?
atau mengunjungi anaknya tercinta?

Sendirian?

tas selempang
kemeja tua
peci
botol air minum

berdiri tegak
di antara lalu lintas
di tengah polutan
tenggelam oleh keringatnya sendiri

lupakan...
tapi berpikirlah sejenak...
tentang kehidupan dewasa...
dan tua...

akankah?
Kita menjadi seorang yang meninggalkan orang tuanya?
yang berdoa di pemberhentian?
sedangkan kita di atas kereta tak peduli?

akankah?
Kita menjadi seorang ayah yang begitu cinta kepada anaknya?
yang tidak lupa walau jarak memisahkan?
yang tegar dan sabar dan tetap cinta dalam waktu bersamaan?

Aku takut menjadi lelaki tua di penyeberangan, sendiri tanpa keluarga yang menemani
Aku ingin menjadi lelaki tua di penyeberangan, menjadi Ayah, yang datang dari jauh mengunjungi penuh cinta merayakan kesuksesan anaknya...

Islamic Art [16]


Living in here

Bahasa Inggrisku jelek...
Aku akui itu... jadi kalau kalian rasa judulnya salah... maaf...

SMAN 5 Surabaya identik dengan sekolah yang kegiatannya belajar terus...
tapi apa itu benar? enggak kan?
di post sebelumnya sudah ku ceritakan bagaimana ragamnya kehidupan di sini...
nah, bagaimana dengan pergaulan antara murid di sini?
Diklat robotika 2011, Jadi kenal sama Arfian Adam

Rihlah 2010, Mengenalkan Mawan dan Indra

Di sini pergaulan antara murid enggak buruk...
kita akan lebih dekat satu sama lain melalui banyak kegiatan di SMAN 5 Surabaya...

XII 5 ketika istirahat
Selain itu beragamnya siswa di sini membuat kita banyak mengenal 'tipe' manusia yang berbeda..
aku mengenal 2 Orang dari Aceh, 2 Orang dari Tuban, 1 Orang Probolinggo, 1 Orang Jakarta, dan mereka semua bukan orang biasa... mereka luar biasa...

Kita juga mendapat sebuah 'konsep' berpikir...
yang karena dulu aku cuma sekolah di pinggiran, jadi kurang mendapat ini...
'konsep' ini terlahir karena beragamnya suasana di sini...
ya apa ya njelasain konsep ini...
dateng aja deh ke Smala...

aku_smalane

Sahabat