Termakan Teknologi

Zaman semakin berkembang teknologi semakin menggila...
seakan sekarang ada dua alam di dunia ini... alam nyata... dan alam maya...
dan seakan kedua dunia ini bener-bener berbeda aturan, adab, etika, dan permasalahan lainnya...

Teknologi yang ingin ku bahas di sini, adalah Internet...
temuan manusia yang paling fenomenal...
yang bisa menjadi senjata perang terampuh... ataupun benteng yang sangat kokoh...
merubah banyak tabiat manusia...

Merubah etika berkata yang baik dan sopan...
bayangin saja, di dunia maya, kita bisa memalsukan identitas...
dengan begitu kita bisa saja menghina presiden dengan mengatas namakan orang lain...
melupakan kesopanan dan kesungkanan kita dalam berbicara... mengedepankan emosi....

merubah etika privasi kita...
semua sudah menjadi lebih terbuka... mulai dari cara berpikir, hingga berpakaian...
mengumbar foto dan mencari foto...
tanpa ada rasa malu... tanpa sadar kita sudah mendatangkan kamar terburuk ke kamar kita....
tanpa sadar kita sudah menjadi manusia yang mengumbar aurat kita ke seluruh dunia... mengumbar aib teman dan saudara kita ke semua orang...

merubah kebiasaan...
rasanya mungkin sekian tahun ke depan, dunia nyata dimana aku mengetik tulisan ini bukan lagi dunia nyata yang nyata... tapi... tulisan ini... tempat artikel ini berada yang akan menjadi 'main life' kita...
rasakan... bagaimana perubahan sikap kita, kehangatan kita terhadap orang sekitar semenjak teknologi merasuki kita? teknologi itu dingin... mendinginkan hubungan kita dengan orang lain...

Tapi...teknologi tidak sepenuhnya buruk...
itu tergantung kesiapan kita menghadapinya...
menambah wawasam, memperlengkap persenjataan, menghadapi dunia IT yang sudah menjadi Antimo bagi orang yang mabuk dunia....
tidak ada software yang bisa sepenuhnya menjaga diri kita dari serangan dunia maya... selain software paling canggih ciptaan Allah yang Maha Esa... Otak dan Hati kita yang berdasarkan agama...


"Kak, aku ingin main laptop"
...
"Aku ingin melihat keindahan dunia"
"Keindahan ya? sini, mari kakak tunjukkan...
mainnya harus hati-hati...
bukan karena laptopnya mahal...
tapi karena ini senjata pemusnah massal"

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat