Sakti

Gagah tampan...
Kapten Toni dengan seragamnya...
Coklat bukan pramuka...
Bukan pegawai...

Pahlawan kota kami...
Tanpa sayap...
Juga mungkin topeng...
Baru hidup seratus minggu...
setelah tiga dekade...

Bukan pemilik mimbar...
hanya label kebenaran...
lahir karena lowongan...
Popularitas dan keinginan...

Dia sangat sakti...
sekali jurus dia keluarkan...
bum!...
semua mata tersedak...
langit mencekam...
mendekap erat nyaris tak bernapas...

kecuali beberapa mata tua...
yang telah lebih dulu tercipta...
yang membawa keburukan...
yang ada di atas...
yang lebih sakti...
penjahat nomor dua...
pemilik jurus sungkan...

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat