Termakan Teknologi

Zaman semakin berkembang teknologi semakin menggila...
seakan sekarang ada dua alam di dunia ini... alam nyata... dan alam maya...
dan seakan kedua dunia ini bener-bener berbeda aturan, adab, etika, dan permasalahan lainnya...

Teknologi yang ingin ku bahas di sini, adalah Internet...
temuan manusia yang paling fenomenal...
yang bisa menjadi senjata perang terampuh... ataupun benteng yang sangat kokoh...
merubah banyak tabiat manusia...

Merubah etika berkata yang baik dan sopan...
bayangin saja, di dunia maya, kita bisa memalsukan identitas...
dengan begitu kita bisa saja menghina presiden dengan mengatas namakan orang lain...
melupakan kesopanan dan kesungkanan kita dalam berbicara... mengedepankan emosi....

Islamic Art [11] : Oleh-oleh [2]

kita tidak pernah tahu amalan mana
yang nantinya akan
memberatkan timbangan akhir kita
mari kita mulai dari yang ringan
dan istiqomah 


[gambar di atas di ambil dari masjid Ismail Palang, di tengah perjalanan menuju laskar muslim di batu Malang, mampirlah jika kalian sempat ke sana. suatu tempat yang indah di sisi kanan jalan keramaian]

Oleh-Oleh [1]

16-18 Desember 2011 kemarin habiskan liburan di Desa Dadaprejo, Batu, Malang...
kepanitiaan SSKI terakhir yang bisa tak ikuti... Laskar Muslim...

skip saja cerita apa yang aku lakuin di sana...
di post ini cuma pingin menunjukan sesuatu apa yang ku dapat di sana...

sebuah kalender.. yah sebuah kalender...
enggak tak bawa pulang...
karena memang bukan milik kami...
tapi ada yang bagus di kalender itu...

jadi kalender itu keluaran PT Semen Gresik...
ada foto bunga di setiap halamannya, di setiap bulannya...
dan ada sebuah puisi karya Taufiq Ismail tentang bunga yang terpampang...
salah satunya...

Allium biru

        Memandang Allium ini, foto sang bunga
Cucuku sangatlah gembira
"Datuk, Datuk, aneh betul bunga ini"


"Ambil kertas," kataku, "Lukis hati-hati,
Ingat siapa yang menciptakan sang bunga
Kok bisa bentuknya bulat sempurna."

Taufiq Ismail



catatan: gambar yang ada hanya illustrasi.. bukan foto asli yang ada di kalender... dari situs brookehouse.net

Masalah Redirect Blog

Pulang-pulang dari Malang, tahu-tahu dapat sambutan blogku, Cerita-Ilmuku, nggak bisa nyaman di baca...
kenapa?
karena setiap blog ku terbuka, enggak tahu itu di main URL ataupun anakan URL, setiap kali di buka, nanti sekian detik blog ini teredirect ke blog lain...

intinya...
blog ini enggak bisa terbaca dengan baik, karena pembaca cuma diberi waktu sekian detik, sebelum pindah ke blog lain, yang menjadi parasit blog ini...
saya enggak akan sebut nama blognya... enggak penting...
yang penting bagaimana sih menyelesaikan masalah redirect blog ini?

mungkin ada banyak tipe penyelesaian yang bisa kalian temukan di luar sana...
konsep redirect atau merubah arah link itu adalah adanya script yang diletakkan seseorang ke blog kita sehingga mengganggu jalannya blog kita...

so, what's next?
tinggal temukan dan hapus saja scriptnya...

dimana sih menemukan script itu?

Sakti

Gagah tampan...
Kapten Toni dengan seragamnya...
Coklat bukan pramuka...
Bukan pegawai...

Pahlawan kota kami...
Tanpa sayap...
Juga mungkin topeng...
Baru hidup seratus minggu...
setelah tiga dekade...

Bukan pemilik mimbar...
hanya label kebenaran...
lahir karena lowongan...
Popularitas dan keinginan...

Dia sangat sakti...
sekali jurus dia keluarkan...
bum!...
semua mata tersedak...
langit mencekam...
mendekap erat nyaris tak bernapas...

kecuali beberapa mata tua...
yang telah lebih dulu tercipta...
yang membawa keburukan...
yang ada di atas...
yang lebih sakti...
penjahat nomor dua...
pemilik jurus sungkan...

2 Emosi... [2]

Lanjutan dari 2 Emosi... [1]
Dan yang kedua dari blognya zulfa...

weh, sempet kegugah banget baca postnya yang shame liars apa gitu...
kok gak pernah kepikiran gitu-itu ya...

waktu SMP pernah ketemu dengan seseorang...
yang menganjurkan untuk contekan ketika ujian...
"Nanti strateginya gini-gini-gini... ketika tangannya gini-gini-gini..."
bueh... mau berbuat buruk aja kok pake strategi...

"lho kamu mau ta temenmu sendiri gak lolos ujian?"
 waduh tambah ini.... lha terus apa dengan contekan? terus apa gunanya sekolah 3 tahun kalau ternyata harus diakhiri dengan nyontek...?
tahu gitu habis MOS langsung UNAS juga bisa...

hmm...
"bismillah
Aku lagi di kondisi yang gak ngerti, buat aku mengerti kalau kalian bisa,
segitu pentingnya ya 'nilai' di rapor hingga nilai kejujuran itu gak dianggep penting lagi?
Jujur, tapi aku bener2 gak suka ama yang namanya nyontek atau ngerpek atau apapun yang gak jujur!!
Nggilani rek. nggilani....
Call me old fashion or selfish or whatever you wanna call me, but cheating is definitely disgusting in all way!!!
Maaf kalo postingan ini penuh emosi, tapi aku jujur ngerasa marah dan kecewa", Zulfahudaya.blogspot.com


ini alasanku membuat gambar ini:







sumbergambar: swaraguru.worpdress.com

2 Emosi... [1]

Malam ini dapet 2 buah emosi dari blog temen...
dari blog Marhaban sama dari blog Zulfactory
[he, aku baru tahu kalau 2 blog sama-sama ini pake nama asli mereka di alamat blognya]

yah, mungkin aku akan sedikit cerita...

yang pertama,..
[teringat mas sama mbak]

Olimpiade Sains Nasional...
Joseph,... aku inget,.. dia... yang pertama kali melihat program pascal pertamaku...
program yang aku buat di warnet...
dengan bermodal software ngopy dari mas Eryk mantan ketua robotika...
"He, awakmu lo isok... ayo melu olimpiade komputer ambek aku"
[He, kamu lo bisa... ayo ikut olimpiade komputer sama aku *]


Olimpiade komputer?
he?
jujur, sama sekali gak kepikiran...

Go To UAS [IA-10]


Mari kita lalui UAS dengan percaya diri...
tanpa nyontek... tanpa ngerpek... tanpa remidi...

"Believe with yourself... Get the Best..."

[jangan hanya UAS... tapi juga UNAS]

Smala Robotic

Di balik punggung itu kami tahu ada sosok luar biasa...
yang telah menunggu tongkat ini...
yang telah yakin, mampu membawa tongkat ini ke garis akhir...
menggenggamnya erat dengan penuh semangat...


tak peduli peluh keringat...
atau bahkan darah...
harus terkorbankan...


percaya dan memandang menembus kedepan...
berlari dengan sayap tanpa batas...


ya, kami percaya itu kamu...


jangan melihat kami yang telah lelah ini...
kesalahan yang kami perbuat di balik mu..
percayalah, kau bisa menempuh lintasan ini dengan baik...


ini  bukan sekadar doa sang pelatih...
atau hanya harapan sang pelari...
apalagi puisi dari senior...
tapi ketahuilah...
ini...
mimpi yang dimiliki tongkat yang kau genggam saat ini...

Sahabat