Diam

kemarin ikut Electra 2011.. lombanya teknik elektro ITS...
sempet sumpek karena terlalu lama menunggu... menunggu mulai lomba.. dan menunggu pengumuman...

tapi di bagian akhir ada sesuatu yang luar biasa..
sebuah pementasan drama...
bingung juga di awal cerita... tapi paham...
ketika ada seorang wanita berkostum tari membacakan puisi...

jadi sekilas tentang ceritanya...
di bagian awal ada dua orang berpakaian suku primitif... belum bisa bicara...
terus tahu-tahu ada empat orang penari jawa datang menghampiri salah satu orang primitif itu...
lalu nggak mau kalah, datang juga empat orang penari hip-hop dengan gaya serunya mengusir para penari jawa.. dan mengajak orang suku tadi menari bersama...
bingungkan?

langsung saja, puisinya itu tentang sebuah budaya...

terkutip pada puisi drama itu...
yah, karena aku tidak mencatat puisi itu jadi ini versi ingatanku, beda = wajar...
 

"Ssst... Diam!!!, yah, diam saja...
ketika ada negara lain yang mengembangkan budaya kita...
toh itu merepotkan bagi kita...
bukankah tidak masalah... yang penting budaya itu tetap ada...
bukankah kita juga dapat pahala karena kita membiarkan negara lain...
menghidupkan budaya yang kita lalaikan"---

tahu nggak kalian budaya adalah identitas sebuah bangsa...?
tahu... tentu... aku yakin pembaca blog ini bukan balita...
lalu coba tebak apa identitas bangsa kita?
yah, kita adalah bangsa yang kurang menghargai budaya kita...

tahu nggak kalian di mana universitas terbaik untuk belajar sastra jawa?
yah, universitas itu ada di Belanda...
jadi orang yang mau bener mempelajari bahasa jawa dengan serius dan baik mesti pergi ke Belanda dulu...
walaupun orang itu lahir di tanah jawa...

tahu nggak kalian, di beberapa sekolah di Australia...
bahasa Indonesia menjadi sama pentingnya dengan bahasa Inggris?
padahal di negeri ini ujian bahasa Indonesia seperti ujian yang sangat remeh...
yang bahkan, mempelajarinya seakan sesuatu yang tidak penting...

lalu, maukah kalian harus pergi ke Australia untuk belajar bahasa Indonesia?
belajar bahasa kita sendiri....
yang diikrarkan pemuda puluhan tahun lalu...
maukah?

lalu bagaimana?

apa usahamu?


Ssst... Diam!!!, yah, diam saja....


---

Green is....

Dari TK sudah dibilangi...
kita harus menyelamatkan bumi kita... dengan cara apa?
menanam tanaman...

tapi sepertinya itu hanya sekedar angin tak berhembus yang hanya diingat sekitar 1 atau 2 detik oleh pendengarnya...

bahkan, walau info ini disampaikan kepada para mahasiswa... para dosen... para guru dan orang tua... ternyata dalam penanggapannya mereka sama seperti anak TK...

lalu apa?
hei, aku tinggal di Surabaya... bukan tempat yang lebih dingin dari yang Kalian kira...
pohon selalu menjadi topik utama setiap aku melintasi jalan raya...
berbeda mungkin dengan salah satu dari mereka yang lebih mementingkan naik turun saham di balik laptop, dengan hembusan AC, di balik kursi sopir, di mobil Porschenya...

sungguh! hal ini perlu kesadaran... perlu diperjuangkan!
kalian mau anak kalian nanti kerepotan mengurusi sampah yang kita buat?
yang kita ciptakan?
yang tidak kita pedulikan?....

ini tidak hanya sekadar perjuangan satu atau dua orang...
bumi kita membutuhkan kita... seperti halnya kita membutuhkan bumi....
tolong lah... mulai lah dari hal yang kecil...
sekedar mematikan lampu... atau menyirami tanaman...

kita terlahir bukan untuk menghentikan nafas makhluk lain...
menggulung sayap mereka...
memotong dedaunan hijau...
atau sekadar melempari salju...


kita saling membutuhkan...
tidak hanya antar RT...
tapi juga antar makhluk...

Islamic Art [9]

...Melalui jeritan seorang ibu ketika anak yang sedang disusuinya harus pergi...

...Melalui air mata seorang anak kecil yang harus melihat kematian kedua orang tuanya...

...Melalui ketabahan seorang istri yang akan menjanda karena kehilangan suaminya...

Kelas 1 SMA

masa yang indah...
dimana pelajaran jadi nomor 2...
bukan..
tapi lebih jauh di bawah nomor 1...
bukan tidak mementingkan....
tapi banyak suasana yang lebih menarik perhatian kami...
kebersamaan dan kehangatan kelas walau ber-AC...

sekolah penuh semangat...
untuk mencari hal baru setiap harinya...
karena itu selalu ada...
di sekolah impian kami...

tapi kami tidak nakal kok...
tidak merokok...
kebut-kebutan...
bolos sekolah...
bahkan untuk sekedar pergi ke kantin ketika jam kosong...

kami tahu aturan...
dan kebersamaan kami juga dilandasi aturan...

tugas menumpuk...
hadapi dengan tenang...
pasti selesai...
kata jiwa optimis kami...

pulang sore...
bukan masalah besar...
karena kami tahu bagaimana menghabiskan waktu kami...

kami aktif...
tapi terarah...
kami pasif...
dalam hal yang tidak bernilai...

itu kami...
2 tahun lalu...
bagaimana dengan tahun ini?

Pukulan kedua

Mulai berani untuk memukul...
menahan pukulan...
berdiri menantang...

Harus hati-hati...
tiap kotak terbuka...
memiliki isi berbeda...
sebuah selamat...
atau pukulan...

Semoga menjadi nasihat adek-adekku...
untuk siap menghadapi pukulan kedua....

Sahabat