Hati-hati ya...

"Balik dulu ya..."
"oh, iya.. hati-hati di jalan ya..."

sering bukan seh ada percakapan seperti itu?
nggak cuma diperempatan jalan atau digerbang sekolah...
bahkan pamitan lewat sms aja juga kadang-kadang seperti itu bukan?

dan sedikit catatan, percakapan seperti itu nggak harus antara cewek dengan cowok lo..
itu kan cuma percakapan antara dua insan manusia...
bukan tentang gender.. apalagi mesra-mesraan...

nah, apa sih makna dari dialog di atas?
sebenernya kalau kita mau memperhatikan secara teliti (detektif mode:on)...
orang kedua ini, sebenernya...ingin mengingatkan orang pertama agar hati-hati...(lawas)
dan mungkin juga turut mendoakan agar orang yang pertama ini selamat sampai tujuan...
sama seperti banner-banner "Keluarga Anda Menunggu di Rumah" atau sejenisnya...

tahu nggak di islam pengucapan seperti itu sangat dianjurkan lo...

Solution

Ya, sekarang aku akan memberikan solusi dari Problem kemarin...
Untuk menghindari dari penggunaan software bajakan tentu caranya adalah dengan menggunakan yang asli...
Tapi coba cek harganya:

-        Windows : sekitar 2 jutaan
-        Adobe Flash: sekitar 6,9 jutaan
-        Adobe Photoshop: sekitar 7 jutaan
-        Microsoft Office: sekitar 2,7 jutaan
-        3ds Max: 25 jutaan

Hmm...
Kalau diuangin bisa buat naik haji..

Untung di dunia ini ada yang namanya open source...
Open =  terbuka
Source = kode
Open source =  software gratisan [gak nyambung, biarin]

Yah, dipost ini akan dibahas satu persatu alternatifnya...
yang pertama....

untuk Sistem Operasi:

Problem

Masih inget sebuah pertanyaan dari adik kelas...
waktu di awal masaku sebagai kadiv programming di ekskul Robotika...
sudah setahun lalu...
tapi masih jadi penasaran sampai sekarang...
yaitu...

Bagaimana sih hukum islam dalam menggunakan software bajakan?

nah loh...

sejak lama sudah sering konsultasi ke banyak Ustadz...
dan ringkasan jawabannya adalah...
bahwa para ulama rahimahumullah menjelaskan bahwa penggunaan software bajakan dalam usaha adalah...

Ipar itu Maut [3, Akhir]


Kurang lebih dua jam kemudian, datanglah hasil pemeriksaan tersebut. Hasilnya sungguh mengejutkan. Pemeriksaan itu menunjukkan bahwa Khalid sama sekali tidak bersalah dalam masalah ini. Itu sepenuhnya adalah tuduhan dusta. Khalid tak kuasa menahan rasa gembiranya. Ia bersujud kepada Allah sebagai ungkapan rasa syukurnya karena Ia telah menunjukkan ketidakbersalahannya dalam kasus itu. Petugas polisi itupun meminta maaf atas gangguan yang mereka munculkan. Kemudian si ibu tua dan putrinya itupun ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.



Sebelum meninggalkan rumah sakit, Khalid berusaha untuk berpamitan kepada dokter spesialis yang telah melakukan pemeriksaan tersebut, karena telah menjadi sebab kebebasannya dari tuduhan keji itu. Ia pun pergi menemui sang dokter di ruangannya untuk berpamitan dan berterima kasih. Namun dokter itu justru memberikan kabar kejutan padanya:

“Jika Anda berkenan, saya ingin berbicara dengan Anda secara khusus beberapa menit…”
Dokter itu nampak agak gugup, lalu seperti berusaha mengumpulkan keberaniannya ia berkata:
“Khalid, sebenarnya dari hasil pemeriksaan yang telah saya lakukan, saya khawatir Anda mengidap sebuah penyakit! Tapi saya belum bisa memastikannya. Karena itu saya harap Anda berkenan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lagi untuk istri dan anak-anak Anda agar saya bisa memastikannya dengan yakin…”

Deep Explorer


Mengikuti tenangnya arus
Mengalir lembut nan indah

Offensive in Harmony


Ipar Itu Maut [2]

(berlanjut dari Ipar itu Maut [1])

Beberapa hari kemudian, Hamd pun tiba. Khalid menjemputnya di bandara. Mereka kemudian meluncur menuju rumah Khalid di mana Hamd akan menempati bagian depannya. Dan seperti itulah yang terjadi selanjutnya…
Hari demi hari terus berganti. Ia bergulit mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Dan kini kita telah berada di empat tahun setelah perisitiwa itu…

Kini Khalid telah genap berusia 30 tahun. Ia telah menjadi ayah bagi tiga orang anak. Sementara Hamd kini telah memasuki tahun terakhir perkuliahannya. Ia sudah hampir menyelesaikan kuliahnya di universitas. Kakaknya, Khalid telah berjanji untuk mengupayakan pekerjaan yang layak untuk adiknya di universitas itu, dan membolehkannya tetap tinggal di rumah itu hingga ia menikah dan pindah dengan istrinya ke rumah tersendiri.

Pada suatu malam, ketika Khalid baru saja pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobilnya…Ia melintas di jalan yang bertepian dengan rumahnya. Tiba-tiba dari jauh ia melihat seperti dua sosok hitam di pinggir jalan. Ketika ia mendekat, ternyata seorang ibu tua dengan seorang gadis yang terbaring di tanah menangis kesakitan. Sementara sang ibu tua it uterus berteriak meminta tolong:
“Tolong!! Toloooong kami!”

Ipar itu Maut [1]

["Kisah luar biasa, nyata, mengandung hikmah"]

Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:
“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih…”

Khalid terdiam sejenak. Kemudian ia berkata:
“Terima kasih atas kepedulianmu, Shaleh...Aku merasa memang membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan masalah dan kegelisahanku, barangkali itu bisa membantuku untuk mencari jalan keluarnya…”


Khalid memperbaiki duduknya, lalu menuangkan segelas teh kepada kawannya, Shaleh. Kemudian ia berkata lagi:
 “Masalahnya, wahai Shaleh, seperti yang engkau tahu aku sejak menikah 8 bulan lalu, aku dan istriku tinggal sendiri di sebuah rumah. Namun masalahnya adikku yang paling kecil, Hamd, yang berusia 20 tahun baru saja menyelesaikan SMA-nya dan diterima di salah satu universitas di sini. Dia akan datang satu atau dua minggu lagi untuk memulai kuliahnya. Ayah dan ibuku memintaku bahkan mendesakku agar Hamd dapat tinggal bersamaku di rumahku daripada ia harus tinggal di asrama mahasiswa bersama teman-temannya. Mereka takut nanti dia terseret mengikuti kawan-kawannya!

Aku menolak hal itu, karena kamu tahu kan bagaimana seorang pemuda yang sedang puber seperti itu. Keberadaannya di rumahku akan menjadi bahaya besar. Kita semua sudah melewati masa remaja seperti itu. Kita tahu betul bagaimana kondisinya. Apalagi aku terkadang keluar dari rumah, sementara ia akan tetap berada di kamarnya. Mungkin juga aku pergi untuk beberapa hari untuk urusan pekerjaan…dan banyak lagi…

Cinta

wah, judulnya agak gimana ya...

malam minggu, kata anak muda zaman sekarang adalah waktu yang tepat mengatakan cinta nya...
"I love you..."
nggak cuma sekadar kata itu... ditambah dengan sedikit rayuan dan janji akan memperindah suasana...
"Cintaku cuma buat kamu, nggak ada lagi, walau Google sudah menawarkan jutaan nama wanita lain..."

tapi, janji itu nyatakah?
atau hanya sekedar bicara...

simak dulu yuk kisah yang satu ini...


"Ia adalah wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat mengikis kecintaan sang suami padanya. Panjangnya masa tidak dapat menghapus kenangan bersamanya di hati sang suami. Bahkan sang suami terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang dinikahi sepeninggalnya.

Sahabat