Keheningan Sujud

Bukan tempat dengan kasur empuk seperti yang kalian miliki...
bukan yang diterangi oleh cahaya neon yang ada di atap kalian...
bukan juga udara dingin yang berasal dari air conditioner mahal itu...

tapi ternyata tetap nyaman kok untuk ditempati...
dia tidak mengeluh meski tinggal sendiri disana...
hanya ditemani cahaya bulan setiap tanggal lima belas...
juga bintang-bintang yang kadang terhalang awan merah...

udaranya masih bersih...
jauh dari sentuhan pejabat korup...
tanahnya masih subur...
terbebas dari limbah pabrik motor...

dari gubuk itu jarang terdengar suara bising...
musik-musik radio...
atau berasal dari film dan home theater...

desa itu begitu tenang...
hanya sekedar kendaraan perantau yang jarang lewat...
atau obrolan malam antartetangga...
juga lantunan ayat suci Al-Quran...

dan ketika takbir dikumandangkan...
semua larut dalam kekhusyukan...
tidak ada yang bicara sendiri...
apalagi bunyi-bunyian dari supporter bola...
suara knalpot kendaraan...

menciptakan keheningan sujud...
dengan semilir angin...
dan suara jangkrik...

ini bukanlah sebuah puisi...
ini sekedar ketikkan jemari penuh harapan...
sindiran kehidupan metropolitan...

0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat