Peperangan yang Dahsyat

Kau pikir ini sudah berakhir?!
Belum, bodoh!
Peperangan ini tidak bisa diselesaikan hanya dalam 4 minggu!

Menurutmu kondisi kita sudah menang?!
Lalu kau pantas berlalai-lalai?!
Ingatkah kau kisah perang Uhud?!

Sebenarnya peperangan itu baru akan dimulai...
Yah... Dimulai ketika banyak teman seperjuangan mu melupakan hal itu...
Dan ikutkah dirimu di barisan mereka?

Mungkin saja aku akan gugur dalam peperangan ini..
Meninggalkan luka di hati kalian...
Oleh karena itu... sebelum ku pergi kembali...

Taqabbalallahu minna wa minkum...
Mohon maaf atas segala luka yang ku goreskan...


Orang Hebat

Orang pertama:
Dia agak jauh dari lingkungan keramaian. Tapi tidak untuk bermain bola. Dia pemain yang andal...
Bukan tentang bermain bola...
Hal menarik di dirinya adalah kejeniusannya...
Dia tidak sekadar belajar. Tapi juga mampu mengajar dan menciptakan manusia jenius lainnya...

Orang kedua:
Setiap perkataanya seperti orasi. Sering membakar diri ini...
Merubah arah seseorang adalah keahliannya. Pantas sebagai pemimpin...
Dan dia bukan orang sembarang...
Dia juga jenius. jenius membagi waktunya...
Sehingga misi penyelamatan dunianya tidak menghalanginya untuk juara kelas...

Orang ketiga:
Dia pria yang bersemangat. Selalu tenang dan berpikir optimis...
Tapi bukan berarti tidak peduli. Dia cukup kritis...
Sangat peka apa yang terjadi...
Dan segera mencari solusi

Orang keempat:
Sepertinya aku sudah pernah cerita di posting sebelumnya...

Mereka berjumpa disini...
mungkin tidak terlalu akrab...
tapi kuharap aku juga bisa menjadi hal yang sama bagi mereka...

ini ceritaku, gimana ceritamu?


Aku Peduli

mungkin sudah agak terlambat untuk membahas kemerdekaan sekarang...
tapi toh bendera di depan rumah juga belum diturunin... so? why not?

ada video bagus... sebuah puisi kontemporer... inspiratif... pantas dilihat...

Essay...

[di baca dengan nada orasi]

Hari ini...
enam puluh enam tahun yang lalu...
pejuang-pejuang indonesia membawa segenggam semangat mereka...
di pundak-pundak mereka...
melihat dengan visi yang sama...
dengan jiwa yang bersatu...

Hari ini...
kita disini tidak pernah melihat perjuangan mereka...
tidak pernah kita tahu cucuran keringat mereka...
tapi... kita merasakannya...
sebuah hasil jerih payah mereka...
keberhasilan dalam sebuah perjuangan...
KEMERDEKAAN...

Tapi...
apakah kemerdekaan yang nyata itu masih ada?
sudahkah kita lihat sekeliling kita?
penjajahan itu... ternyata masih ada...
hanya saja.. kini bangsa kita dijajah oleh bangsa kita sendiri....

Lihat...
berapa upah yang diberikan kepada para buruh?
yang dipekerjakan 24 jam!
bahkan gaji sebulan mereka lebih murah dari sepatu yang kalian kenakan!

itu kah kemerdekaan?!

Lihat...
bagaimana mudahnya orang kaya membawa uang orang miskin!
dengan kepintaran mereka.. mereka mengambil sesuatu yang bukan haknya!
mereka mencuri keringat orang lain!

itu kah kemerdekaan?!

Lihatlah...
orang-orang elit dengan mobil barunya...
mereka mendapat gaji ratusan kali lipat ketimbang supirnya...
tapi ketika untuk berzakat nanti...
mereka semua sama... hanya memberi beras 2,5 kg...

itu kah kemerdekaan?

Di mana harga diri kalian?
hanya segitukah hati kalian?
kalah oleh nafsu sebuah materi?

PAYAH!!!
bagaimana bisa kemerdekaan ini dirasakan oleh semua....
ketika yang lain menghiasi mobil mereka dengan gantungan merah putih...
saudara kita yang lain...
berpikir apakah dia masih bisa makan esok hari....

Keheningan Sujud

Bukan tempat dengan kasur empuk seperti yang kalian miliki...
bukan yang diterangi oleh cahaya neon yang ada di atap kalian...
bukan juga udara dingin yang berasal dari air conditioner mahal itu...

tapi ternyata tetap nyaman kok untuk ditempati...
dia tidak mengeluh meski tinggal sendiri disana...
hanya ditemani cahaya bulan setiap tanggal lima belas...
juga bintang-bintang yang kadang terhalang awan merah...

udaranya masih bersih...
jauh dari sentuhan pejabat korup...
tanahnya masih subur...
terbebas dari limbah pabrik motor...

dari gubuk itu jarang terdengar suara bising...
musik-musik radio...
atau berasal dari film dan home theater...

desa itu begitu tenang...
hanya sekedar kendaraan perantau yang jarang lewat...
atau obrolan malam antartetangga...
juga lantunan ayat suci Al-Quran...

dan ketika takbir dikumandangkan...
semua larut dalam kekhusyukan...
tidak ada yang bicara sendiri...
apalagi bunyi-bunyian dari supporter bola...
suara knalpot kendaraan...

menciptakan keheningan sujud...
dengan semilir angin...
dan suara jangkrik...

ini bukanlah sebuah puisi...
ini sekedar ketikkan jemari penuh harapan...
sindiran kehidupan metropolitan...

Ketika kau disapa oleh...

Hai apa kabar? kau kelihatan ceria hari ini...
apa yang membuatmu bahagia?
gedung-gedung ini?
pakaianmu?
atau kecantikkanmu?
bersyukurlah karena itu nikmat-Nya...
aku belum menemuimu...

Hai apa kabar? kenapa kau kaget sekali melihatku?
bukankah kita sudah pernah bertemu sebelumnya?
mungkin kondisinya sedikit beda ya?
karena kali ini kau melihat dengan mata kepalamu sendiri?
melihatku...
aku masih belum menemuimu...

Hai apa kabar? kau terlihat sedih sekali...
kau tahu aku baru saja menemui orang yang kau cintai...
sudahlah... bukankah sebuah pertemuan adalah awal perpisahan?
sudahlah... berlarut dalam hal ini sangat tidak baik...
sebentar lagi aku menemuimu... siapkanlah...
urusan-urusan yang mesti diselesaikan...

Hai apa kabar? kau tahu hari ini aku akan datang...
menemuimu...
kau terlihat bahagia hari ini...
aku rasa.... sudah banyak cerita yang terjadi setelah pertemuan terakhir kita...
aku rasa.... kau jauh lebih siap...
pakaian kesederhanaanmu telah banyak bertutur kata...

dan semoga pertemuan kita ini...
juga menjadi sebuah sapaan bagi orang lain...

Gema Ramadhan....[1]


Ramdhan Tahun ini penuh dengan harapan...
dan saya berniat menulis harapan itu disini...

untuk apa? bukan untuk pamer... tapi untuk menunjukkan dunia....
seberapa banyak mimpi yang bisa ku capai dalam 1 Bulan...

Target Ramadhan 1432 H:
1. Khatam Al-Qur'an 3 x
2. Hafal juz 30 [impian lama yang terus aja molor]
3. Renew Cerita-Ilmuku
4. Shalat Maghrib dan Tarawih di 10 Masjid Berbeda
5. Membiasakan Shalat Tahajjud
6. Jadi panitia pondok romadhon adek-adek kelas X
7. Ngadain Buber Birama X-2
8. Mbuat 10 Postingan Edisi "Gema Ramadhan"

hmm...
nggak banya yah ternyata....
tapi ini yang akan menjadi pegangan ke depannya...

SEMANGAT RAMADHAN!!!!

Sahabat