Pribadi Muslim, Rendahlah...

"Apa yang membedakan kita dengan mereka? dalam perilaku sehari-hari?",
Mas Rizki Wicaksana, Mentor SSKI SMAN 5 Surabaya

satu yang mungkin jarang Anda pikirkan dan mungkin enggan Anda sadari...
apa yang membedakan sebagai seorang muslim....?
Tulisan Agama di KTP?
Gelar Haji di nama kita?

tentu bukan.....
banyak sifat-sifat mulia, akhlaq terpuji, yang seharusnya bisa menjadi ciri khas kita, namun tambah tidak kita miliki atau  malah tidak kita sadari....
kali ini saya cum mau bahas satu saja sebuah akhlaq yang sebetulnya sederhana...
tapi sangat jarang dimiliki oleh seorang muslim....

RENDAH HATI
sebuah sikap yang sangat mulia, dimiliki oleh para Nabi, dan juga para sahabatnya...
"Ilmu itu seperti air, Mengalir dari hati yang tinggi ke Hati yang rendah",
diucapkan oleh orang yang sama seperti sebelumnya...

sikap yang sebenarnya bisa menjadi salah satu cerminan baik bagi jiwa seorang muslim...
sikap dimana kita mencoba untuk tidak terlihat oleh mata dunia...
menjadi manusia yang sekiranya menghindar dari pujian yang terlontar...

Dalam Bukunya Abdul Malik Al-Qasim, Man Tawadha'a Lillahi Rafa'ahu Al-Kibru memberi banyak kisah zuhud dan tawadhu' orang-orang terdahulu yang pantas diteladani

salah satunya adalah kisah Sufyan Ats-Tsauri yang enggan duduk di barisan depan dalam suatu forum, beliau lebih suka duduk di belakang dengan kedua lutut disatukan,

bahkan Ali bin Tsabit pernah berkata "Jika Anda bertemu dengan Sufya Ats-Tsauri di jalanan kota Mekkah, dan Anda membawa uang dua sen yang hendak Anda sedekahkan. Sementara Anda tidak mengenal Sufyan. Maka aku menduga anda akan menaruh uang itu ditangan Sufyan"

Al-Hasan pernah berkata: "Tahukah Anda apakah tawadhu' itu? Tawadhu' adalah anda keluar dari rumah anda, lalu setiap kali anda bertemu dengan seorang muslim, maka setiap kali itu pula anda merasa bahwa aia lebih baik dari anda" [At-Tawadhu' Wal Khumul, hlm. 154]

"Tidak Akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat kesombongan sebesar Dzarrah".[HR. Muslim]

lalu bagaimanakah Anda?
"Ah, mungkin lebih baik dulu aku diam saja, sehingga kini ku tidak perlu sesulit ini menghadapi rasa sombong"
mungkin itu banyak dilontarkan oleh orang-orang saat ini...

ibarat sebuah pulau yang indah, sedangkan pulau itu di antara samudera yang mengerikan, maka dihadapkan kepadamu dua pilihan diam, atau bergerak ke pulau itu melawan ombak, menerjang badai, dan menghadapi makhluk laut lainnya....

Wallahu a'lam.....


0 pembicara:

Post a Comment

Tinggalkan jejak disini

Sahabat